Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 25 November 2010

Khotbah Minggu Advent I


Raja Yang Benar & Adil 

Yes. 32 : 1-8
32:1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,
32:2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.
32:3 Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan.
32:4 Hati orang-orang yang terburu nafsu akan tahu menimbang-nimbang, dan lidah orang-orang yang gagap akan dapat berbicara jelas.
32:5 Orang bebal tidak akan disebutkan lagi orang yang berbudi luhur, dan orang penipu tidak akan dikatakan terhormat.
32:6 Sebab orang bebal mengatakan kebebalan, dan hatinya merencanakan yang jahat, yaitu bermaksud murtad dan mengatakan yang menyesatkan tentang TUHAN, membiarkan kosong perut orang lapar dan orang haus kekurangan minuman.
32:7 Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya.
32:8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.

Pengantar

Kitab Yesaya ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem pada  abad ke-8 SM.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû. Arti daripada nama ini adalah “Penyelamatan Yahwe”. Kitab Yesaya terdiri dari 66 pasal dan dibagi dalam 3 bagian besar yaitu :
-          Pasal 1-39 disebut Proto-Yesaya yang berasal dari zaman sebelum Pembuangan Babel,e ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat.
-          Pasal 40-55 disebut Deutro-Yesaya yang berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel.
-          Pasal 56 – 66 disebut Trito-Yesaya yang sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem.

Teolog yang lain membagi Kitab Yesaya dalam 2 bagian besar yaitu :
-          Pasal 1-39        : tentang Kedaulatan dan Keadilan Allah
-          Pasal 40-66      : tentang Anugrah dan Cinta Kasih Allah

Kitab Yesaya penting karena berisikan nubuatan yang banyak dikutip oleh para penulis Perjanjian Baru untuk menunjukkan bahwa hamba TUHAN yang disebut-sebut oleh Yesaya sebagai agen penyelamatan Allah untuk Yehuda, Israel dan bangsa-bangsa lainnya adalah Tuhan Yesus.

Penjelasan

Dalam Yesaya 28-35 ada berbagai nubuatan tentang hukuman dan penyelamatan terhadap Israel. Dalam nats ini berbicara tentang akan hadirnya seorang pemimpin yang akan memimpin dalam kebenaran dan keadilan. Pemimpin yang mampu melindungi dan mengayomi, berbudi luhur dana menunjukkan kepemimpinan bermoral (rohani) dalam masyarakat (ay.8).
Kepemimpinan yang seperti itu akan membuat Mata, telinga, hati dan lidah orang akan berfungsi sebagaimana semestinya. Sebaliknya Kepemimpinan yang bebal akan membuat Mata yang semestinya sanggup melihat hal-hal yang tidak beres, tetapi tidak sanggup karena hati yang terburu nafsu itu dan Telinga yang  semestinya sanggup mendengar hal-hal yang tidak enak, seperti keluhan orang miskin, tetapi lidah yang tertindas (baik secara rohani maupun secara ekonomi) pun “gagap” dalam menyampaikan keluhannya.
Apa yang kita alami di Negara kita ini juga digambarkan dalam nats ini. Mengapa demikian? Karena para pemimpin kita, termasuk pempimpin-pemimpin kecil belum mampu membuat pemulihan seperti dalam ay.3-4. Janji semu dipercayai karena hati yang terburu nafsu, sedangkan keluhan orang terpinggir tidak diperhatikan.

Refleksi

Pemimpin yang dimaksud dalam nats ini sesungguhnya menunjuk kepada “Mesias” sang Raja yang memerintah dalam Kebenaran dan Keadilan.  Yesus Kristus Raja Kemuliaan itu yang sanggup memulihkan umatNya dari keterpurukan, kehancuran dan ketertindasan. Dalam konteks Yesaya, tentu saja pemulihan itu akan terjadi jika ada pertobatan (bnd. 31:6-7) karena kita percaya pada karya Tuhan yang sanggup untuk memulihkan dunia (31:8-9).

Tentu saja teladan kepemimpinan Kristus kita harapkan juga ada dalam jiwa pemimpin-peminpin kita d dunia ini. Kita merindukan pemimpin yang benar, adil dan berbudi luhur sehingga mampu memulihkan rakyatnya dari  keterpurukan. Mata yang bisa melihat ketidak-adilan, Telinga yang bisa mendengar jeritan orang miskin, hati yang penuh pertimbangan dan lidah yang mampu mengungkapkan ketidak benaran.
Apa yang kita alami di Negara kita ini juga digambarkan dalam nats ini. Mengapa demikian? Karena para pemimpin kita, termasuk pempimpin-pemimpin kecil belum mampu membuat pemulihan seperti dalam ay.3-4. Janji semu dipercayai karena hati yang terburu nafsu, sedangkan keluhan orang terpinggir tidak diperhatikan. Korupsi merajalela, suap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penegakan hukum. Padahal ada tertulis dalam Ul.16:19 “Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar”

Penutup

Minggu ini kita akan masuk dalam Advent I, dimana kita akan menyambut Kedatangan Mesias sang Raja Kebenaran dan Keadilan. Advent adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang ke-dua kali dan sekaligus mempersiapkan Natal (kisah kelahiran Yesus) atau Epifania (kisah awal pelayanan Yesus).  Makna kedua hari raya tersebut mengandung arti eschatology, di mana gereja-gereja mengungkapkan kerinduannya akan kedatangan Tuhan pada masa Adven dan kesiapannya menyambut Natal.

Kerinduan kita akan kedatanganNya, tentu saja karena didasari kepada Iman dan pengharapan kita bahwa Dia yang datang itu adalah Raja Kebenaran & Keadilan.

SELAMAT ADVENT !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML