Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 11 November 2010

Memahami Rencana & Kehendak Allah di dalam kehidupan kita


Nats : (Yesaya 55 : 8 – 13 ; Mazmur 93 : 1 – 5)

Suatu hari mungkin kita pernah berdoa utk sesuatu yg kita inginkan dan kita harapkan dan ternyata apa yg kita dapat tidak sesuai yg kita doakan, apa yg akan kita lakukan...? kecewa...!!! marah...!!! tapi hari ini belajarlah utk selalu mengerti rencana Tuhan dln hidup kita bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan krn itu tetaplah mengucap syukur atas apa yg sdh kita terima saat ini
Ingatlah….Tuhan punya waktu sendiri utk menjawab setiap doa kita Dan Tuhan punya cara sendiri utk membuat sesuatu yang tdk mungkin menjadi Mungkin Dan INGATLAH Tuhan memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan
Ada banyak hal yang ingin dicapai orang di dalam kehidupannya. Sebagai manusia pasti kita memiliki target/sasaran di dalam kehidupan ini. Contohnya kita mau supaya lulus sekolah tepat waktu, atau akan menikah di usia 28 tahun, punya keturunan, punya rumah dan mobil sendiri, dan masih banyak lagi keinginan orang untuk dirinya. Kalau kita melihat, pasti keinginan manusia itu selalu baik untuk dirinya sendiri atau keluarganya.
Tetapi pada kenyataannya tidak semua target itu dapat terpenuhi. Setiap awal tahun saya selalu membuat target apa yang harus saya capai di tahun ini. Dan sekarang memasuki bulan terakhir di dalam tahun ini, saya sempat berpikir dan merenungkan apakah target saya awal tahun sudah terpenuhi? Apakah target yang saya pasang terlalu tinggi, atau usaha saya kurang keras untuk mencapainya?
Kita tahu di dalam Alkitab ada ayat yang berkata Mintalah maka akan diberikan kepadamu. Dalam hal ini saya sudah melaksanakannya, berdoa dan terus berdoa sambil terus berusaha untuk target saya tersebut. Tapi ternyata, apa yang kita mau belum tentu tercapai dan diberikan Tuhan.
Satu waktu saya pernah berpikir, terkadang Tuhan memang sulit untuk dimengerti. Di saat kita memang benar-benar membutuhkan sesuatu, atau bahkan membutuhkan mukjizat, ternyata Tuhan belum memberikannya juga.
Saudaraku, apa yang kita mau belum tentu itu rencana Tuhan di dalam diri kita. Rencana atau rancangan kita sendiri bukanlah rancangan Tuhan. Seperti langit dan bumi, itulah perbedaan rancangan Tuhan dan rancangan kita. Yang diberikan Tuhan pasti yang terbaik untuk kehidupan kita, selalu yang terbaik. Berserah dan selalu berserah kepada kehendak Tuhan, sambil selalu bersyukur atas semua berkatNya kepada kita.

Ilustrasi
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas”. Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil,  “Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu”. Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”.
Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab, “Aku sedang menyulam kehidupanmu”. Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?” Kemudian Tuhan menjawab, “Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke urge dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu”.
Memahami Kehendak Allah
Rancangan Tuhan dan jalan Tuhan untuk hidup kita sangatlah tinggi.
Firman Tuhan mengatakan bahwa tingginya rancangan Tuhan daripada rancangan kita itu seperti tingginya langit dari bumi. Berapa jarak langit ke bumi? Tidak terukur. Karena diatas langit masih ada langit. Tingginya luar biasa.
Ini artinya bahwa hidup kita akan betul-betul berguna kalau kita hidup di dalam rencana Tuhan. Hidup kita akan sangat berarti, jika berada di dalam rencana Tuhan yang Mahatinggi.
Memahami rencana Tuhan itu sangatlah penting dalam hidup kita, sebab rencananya itu sangatlah agung dan luar biasa. Jikalau sdr hidup sesuai rencana mu saja, maka sdr telah menyia-nyiakan hidup yang singkat yang Tuhan berikan. Sdr menyia-nyiakan hidup yang hanya satu kali. Hidup ini singkat, dimana ditandai dengan siklus, yakni lahir, bertumbuh dan mati. Hidup ini tidaklah berlangsung selamanya. Hidup hanya satu kali. Setiap jam yang kalian terima dari Allah akan meninggalkan jejak abadi, sesuai dengan apa yang kalian lakukan. Setiap hari hanya dapat dijalani sekali saja. Hari kemarin tidak dapat diputar kembali untuk diperbaiki.
Oleh sebab itu, maka kita harus dengan serius memperbaiki hidup kita sekarang dengan cara hidup di dalam rencana atau kehendak Tuhan.
Jika sdr tidak hidup dalam kehendak Allah, bukan saja sdr telah menyianyiakan hidupmu, melainkan juga suatu hari sdr harus mempertangungjawabkan dihadapan Tuhan hidup yang sdr sudah jalani.
Memahami kehendak Tuhan tidak mudah.
Walaupun sulit, tetapi kita perlu memahami kehendak Tuhan dalam panggilan hidup kita. Kita perlu bergumul sehingga tahu bahwa pekerjaan inilah yang harus saya lakukan atau bidang inilah yang harus saya geluti sepanjang hidupku.
Jadi bagaimana kita memahami kehendak Tuhan ?
Alkitab berkata “ Dari Buahnya lah kamu akan melihat”
Jika kita ingin tahu apakah pekerjaan yang kita jalani sekarang adalah kehendak dan rencana Tuhan, maka kita harus melihatnya apakah yang kita kerjakan sesuai dengan kekirstenan. Kalau kita bekerja sebagi seorang ahlipajak yang disuruh untuk merekayasa lapaoran pajak, tentua saja itu bertentangan dengan kehendak Tuhan, kalau kita membuka “lapo” dan lapo kita jadikan arena perjudian, tentu saja itu bukan kehendak Tuhan, Intinya kalau pekerjaan dan usaha kita membuahkan hal-hal yang negative maka itu jelas bukan kehendak Tuhan.
Jadi ketka melakukan usaha atau pekerjaan, mari kita jalankan sesuai dengan kehendak Tuhan.Walaupun mungkin hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, jangan sampai tergoda untuk melakukan hal-hal yang di luar kehendak Allah. Sebab Tuhan menjanjikan dalam Pengkhotabh 3 : 11 bahwa segala sesuatu akan Indah pada waktunya. Sama seperti sulaman tadi, dari bawah kelihatannya ruwet dan kacau, tetapi ketika telah selesai dan kita memandangnya dari atas kita akan melihat keindahan. Dan satu lagi, jangan buat standart yang sama antara rencana kita dengan Rencana Allah. Sebab seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan Tuhan dari jalan kita dan rancangan Tuhan dengan rancangan kita. Amin.

UTM Nainggolan : Khotbah pada Partangiangan P2D Sektor 2 Sabtu 6 Nov 2010


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML