Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 26 September 2014

GALERI KEGIATAN PARHEHEON AMA HKBP TIGARAKSA 2014 (4)

Praeses HKBP Distrik XX Banten, Pdt. Patar S Napitupulu, MMin





Duet Abadi Napitupulu / br. Simbolon

Piala Bergilir Turnamen Parheheon Ama HKBP Tigaraksa 2014


GALERI KEGIATAN PARHEHEON AMA HKBP TIGARAKSA 2014 (3)

Team Wijk II

Team Juri

Wijk Ia & Ic

WIjk Ic & Ia
Pertandingan Catur








Team Futsal Wijk Ia

Team Wijk II

Team Wijk IIIa

TEam Wijk Ib & Wijk IIIb

GALERI KEGIATAN PARHEHEON AMA HKBP TIGARAKSA (2)









GALERI KEGIATAN PARHEHEON AMA HKBP TIGARAKSA 2014











KHOTBAH MINGGU 28 SEP 2014



Khotbah Minggu, 28 Sep 2014
Ev. Matius 21:23-32, Ep Yeh 18:1-4+25-32

MEYAKINI KUASA ALLAH & HIDUP DALAM PERTOBATAN

Pendahuluan
-          Dalam sebuah diskusi (mis: seminar, kebaktian wijk, dll) kita sering mendengar pertanyaan dari peserta / jemaat. Jika kita amati, ada dua type orang yang bertanya : 1) Bertanya karena benar-benar dia tidak tahu, atau 2) bertanya karena pura-pura tidak tahu. Orang yang kedua, kemungkinan ada 3 hal : 1)setengah tahu, sehingga ingin meyakinkan apa yang dia tahu, 2)karena ingin menguji pengetahuan pembicara, 3)karena sentiment pribadi sehingga ingin menjebak si pembicara.
-          Oleh karena itu, seorang pembicara harus mampu menjawab  pertanyaan2 tersebut dengan mempelajari motivasi si penanya.  Itu sebabnya seorang pembicara harus memahami psikologi pendengarnya, sehingga tidak terjebak kepada pertanyaan dengan motivasi negative. Hal tersebut bisa dialami oleh seorang guru, dosen, pendeta bahkan para sintua.
-          Namun sesungguhnya, jika kita belajar alkitab, banyak pelajaran dan teladan yang diberikan Yesus tentang bagaimana kita menghadapi pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang justru ingin menjebak. Salah satunya bisa kita lihat dalam nats kita hari ini.

Selasa, 03 Juni 2014

RETREAT PELAJAR SIDI HKBP TIGARAKSA

Minggu, 25 Mei 2014, 
Sejak pkl 03.00 Wib subuh, sebagian para pelajar sidi HKBP Tigaraksa telah standby di gereja untuk persiapan berangkat mengikuti Retreat Pelajar Sidi HKBP Tigaraksa yang direncanakan selama 3 hari mulai tanggal 25-27 Mei 2014 bertempat di Pondok Kepenrey, Puncak Cipanas. Para Pelajar Sidi yang sudah menjalani katekisasi sidi selama satu tahun tersebut kelihatannya sangat bersemangat meski harus bangun tidur pagi-pagi sekali (biasanya masih mendengkur di peraduan).
Rencananya sesuai jadwal, pkl. 04.00 tepat sudah harus berangkat untuk menghindari macet  dan jadwal buka tutup jalur jakarta - puncak,  namun biasalah....selalu saja ada yang terlambat (dan harus ditunggu). Akhirnya jadwal keberangkatan molor, sementara supir bus Arion yang kami carter sudah mendesak agar segera berangkat takut keburu siang. Pdt. Bintang Siregar segera mengajak peserta untuk masuk kedalam ruangan gereja untuk berdoa bersama sebelum berangkat.
Tepat pkl. 05.15 wib, bus Arion AC 59 dengan nomor 225 meluncur meninggalkan halaman gereja HKBP Tigaraksa. Suasana di dalam bus sangat ceria diselingi dengan candaan dan gurauan para remaja & pemuda yang sebentar lagi akan manghatindangkon haporseaon tersebut. Sarapan nasi telor yang telah dipersiapkan panitia menjadi santapan nikmat dalam perjalanan.
Pkl. 06.30 wib bus memasuki pintu Tol Ciawi, kemacetan mulai terasa dan banyak diantara peserta yang sudah asyik dengan mimpinya alias tertidur. Lalu bus berhenti sebentar untuk memberi kesempatan bagai yang mau BAK & BAB. Perjalanan dilanjutkan sampai di Pondok Kepenrey pkl. 08.00 wib.
Karena check in baru bisa dilakukan pkl. 12.00 wib, maka sesuai jadwal semua peserta berkumpul dulu di aula dan melakukan ibadah minggu. Ibadah minggu berlangsung hikmat dipimpin oleh St. L. Sibagariang dan khotbah disampaikan oleh Pdt. Bintang Siregar.  Meskipun lelah dalam perjalanan, namun para peserta antuasias mengikuti ibadah dan tidak kelihatan ada yang mengantuk. 
Usai ibadah minggu, langsung dilanjutkan dengan sesi yang dibawakan oleh Suhunan 'Sordam" Situmorang. Topik "Anak na burju, na malo dohot na bisuk" dibawakan secara atraktif oleh Praktisi hukum, penulis dan pecinta danau toba tersebut sehingga para peserta tidak merasa bosan meskipun belum sempat mengaso sejak tiba di Kepenrey. Kurang lebih 2 jam Suhunan Situmorang menyampaikan pembekalan kepada para peserta dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Namun karena jadwal makan siang sudah menunggu, sesi tanya jawab dibatasi hanya untuk 3 orang.
Pkl. 13.00 wib, para peserta menikmati makan siang di ruangan makan yang telah disediakan oleh pihak Kepenrey, menu sederhana ikan goreng, sayur asam dan sambal terasa sangat nikmat dirasakan di tengah hawa sejuk pegunungan puncak.
Usai makan siang dilakukan pembagian kamar dan istirahat sampai pkl. 16.00 wib. Setelah melepas penat lebih kurang dua jam, acara dilanjutkan dengan konseling. konseling kepada para pelajar sidi dilayani oleh para pengajar sidi yaitu Pdt. Bintang Siregar, St. UTM Nainggolan, St. L. Bagariang dan dibantu oleh SM Siregar. Konseling dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mereka memahami makna katekisasi sidi yang mereka jalani dalam hubungannya dengan kehidupan pribadi dan keluarga masing-masing. Dalam konseling, banyak hal yang terungkap sebagai ungkapan perasaan anak-anak muda tersebut baik tentang pribadi maupun curhat tentang hubungan dengan keluarga. Bahkan tidak jarang mereka menyampaikannya dengan air mata (bahagia dan sedih). Para konselor berusaha membawa mereka kepada suasana pribadi supaya perasaan mereka lebih terbuka dan memberi solusi, saran, nasehat dan bimbingan agar mereka merasa plong  dan melepaskan beban yang mungkin selama ini nereka simpan.
Konseling memakan waktu yang cukup lama, rata-rata 15-30 menit per orang, sampai pada pkl. 20.30 wib akhirnya selesai dan dilanjutkan dengan makan malam.
Selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan ibadah malam yang dipimpin oleh Pdt. Bintang Siregar. Pkl. 22.00 wib, para peserta  menuju kamar masing-masing untuk istirahat malam.

Senin, 26 Mei 2014,
Pkl. 05.00 wib, Amang A Marpaung dan P. Panggabean yang ditugaskan untuk membangunkan peserta mulai menggedor setiap kamar dan mengingatkan mereka untuk melaksanakan Ibadah subuh dikamar masing-masing yang dipimpin oleh Ketua kamar. Ada yang malas-malasan, ada yang langsung sigap, dan ada juga yang tidak peduli. Namun Ibadah subuh akhirnya bisa berjalan dengan baik, dilanjutkan dengan olahraga pagi sampai waktunya sarapan pagi pkl. 07.00 wib.
Hari kedua ini, dijadwalkan untuk sesi yang dibawakan oleh Risman PD Purba, sesi yang berlangsung 4 tahap dimulai pkl. 08.30 wib. Sesi yang diisi dengan Interaktif dan Oubond tersebut mengambil topik "Brain Power" (yang merupakan spesialisai dari Risman Purba). Risman Purba yang menyebut dirinya "Provokator" bukan Motivator, sangat bersemangat memberikan pembekalan kepada para peserta. Keceriaan semakin terasa saat acara Outbond yang dipanduk oleh team Risman Purba. Outbond dilakukan dengan tujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kerjasama kelompok yang baik, juga dilakukan peragaan memecahkan keramik dengan cara memukul bohlam yang diletakkkan diatas ubin keramik. RismAn PD Purba mengajak peserta untuk memakai kekuatan pikiran (Brain Power) dan konsentrasi sehingga dengan bohlamnya tidak pecah tetapi keramiknya tyang pecah. Tujuannya adalah untuk memotivasi peserta bahwa apa pun bisa kita lakukan jika kita sungguh-sungguh dan fokus kepada tujuan bukan kepada caranya.
Tak terasa hari mulai malam, suasana ceria sejak pagi sampai sore masih terasa. Hingga pada sesi berikutnya adalah Meditasi, bertempat di aula Kepenrey, para peserta diajak untuk bermeditasi sambil berdoa dengan iringan slide dan narasi dari Risman Purba. Suasana berubah menjadi hening dan penuh dengan kekhusukan, sampai pada klimaknya setiap peserta tidak bisa menahan tangis dan airmata ketika mereka tersentuh oleh setiap kata dan kalimat dari narator, tentang hubungan anak dan orang tua, tentang kehidupan remaja, dan banyak hal yang memebuat peserta tidak sanggup menahan tangis sampai mata pada sembab. Bukan hanya para pelajar sidi yang hanyut terbawa suasan, juga para pengajar dan panitia yang ikut serta tidak bisa menahan diri ikut merasakan suasana perenungan yang sangat dalam tersebut. Diakhiri dengan saling berpelukan dengan isak tangis dan haru yang mendalam, akhirnya sesi meditasi ditutup dengan kesan yang sangat mendalam dari para peserta.
Seharusnya, setelah meditasi ada acara pembasuhan kaki, namun karena melihat suasana yang sudah klimaks, akhirnya acara tersebut dibatalkan.
Malam pun semakin larut, namun para peserta tidak mau melewatkan moment indah  malam itu, usai meditasi, para peserta kembali kepada keceriaan dengan acara api unggun yang dilakukan sampai tengah malam. Kelelahan acara seharian tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap menikmati malam bahkan ada yang masih belum masuk kamar sampai jam 1 pagi.

Malam pun berganti, pagi pun menjelang, Selasa, 27 Mei 2014, sesuai jadwal penutupan retreat akan dilakukan jam 07.00 pagi.  Setelah sarapan, Ibadah penutupan dilakukan di aula dipimpin oleh St. UTM Nainggolan dan Pdt. Bintang Siregar menutup secara resmi Retreat pelajar Sidi & ReNa HKBP Tigaraksa 2014. Sayonara Kepenrey.............

Namun perjalanan belum berakhir, sebelum pulang ke Tigaraksa, para peserta mengikuti tour safari ke Taman Safari Indonesia. Melihat berbagai jenis ciptaan tuhan yang mungkin jarang kita lihat secara langsung dilanjutkan dengan keceriaan dalam permainan yang disajikan di arena permainan Taman Safari Indonesia. 

Tak terasa, sudah pkl. 17.00 wib, para peserta sepertinya enggan beranjak dari kawasan Taman Safari Indonesia. 
Namun waktu jualah yang harus mengakhirinya dan bus Arion pun kembali meluncur menuju Tigaraksa membawa setiap kenangan dan kesan dari setiap peserta, dan serasa kurang cepat tiba di rumah untuk bertemu keluarga, memeluk ayah dan ibu dan bercerita berbagai hal serta mengungkapkan perasaan yang sudah terbebas. Hingga minggu esoknya, 01 Juni 2014, siap untuk peneguhan sidi dan menjadi pribadi yang dewasa bukan hanya secara fisik tetapi juga dewasa dalam sikap dan perilaku serta dewasa dalam iman. Semoga!!! BE WISE BE CONSCIOUS