Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Selasa, 03 Juni 2014

RETREAT PELAJAR SIDI HKBP TIGARAKSA

Minggu, 25 Mei 2014, 
Sejak pkl 03.00 Wib subuh, sebagian para pelajar sidi HKBP Tigaraksa telah standby di gereja untuk persiapan berangkat mengikuti Retreat Pelajar Sidi HKBP Tigaraksa yang direncanakan selama 3 hari mulai tanggal 25-27 Mei 2014 bertempat di Pondok Kepenrey, Puncak Cipanas. Para Pelajar Sidi yang sudah menjalani katekisasi sidi selama satu tahun tersebut kelihatannya sangat bersemangat meski harus bangun tidur pagi-pagi sekali (biasanya masih mendengkur di peraduan).
Rencananya sesuai jadwal, pkl. 04.00 tepat sudah harus berangkat untuk menghindari macet  dan jadwal buka tutup jalur jakarta - puncak,  namun biasalah....selalu saja ada yang terlambat (dan harus ditunggu). Akhirnya jadwal keberangkatan molor, sementara supir bus Arion yang kami carter sudah mendesak agar segera berangkat takut keburu siang. Pdt. Bintang Siregar segera mengajak peserta untuk masuk kedalam ruangan gereja untuk berdoa bersama sebelum berangkat.
Tepat pkl. 05.15 wib, bus Arion AC 59 dengan nomor 225 meluncur meninggalkan halaman gereja HKBP Tigaraksa. Suasana di dalam bus sangat ceria diselingi dengan candaan dan gurauan para remaja & pemuda yang sebentar lagi akan manghatindangkon haporseaon tersebut. Sarapan nasi telor yang telah dipersiapkan panitia menjadi santapan nikmat dalam perjalanan.
Pkl. 06.30 wib bus memasuki pintu Tol Ciawi, kemacetan mulai terasa dan banyak diantara peserta yang sudah asyik dengan mimpinya alias tertidur. Lalu bus berhenti sebentar untuk memberi kesempatan bagai yang mau BAK & BAB. Perjalanan dilanjutkan sampai di Pondok Kepenrey pkl. 08.00 wib.
Karena check in baru bisa dilakukan pkl. 12.00 wib, maka sesuai jadwal semua peserta berkumpul dulu di aula dan melakukan ibadah minggu. Ibadah minggu berlangsung hikmat dipimpin oleh St. L. Sibagariang dan khotbah disampaikan oleh Pdt. Bintang Siregar.  Meskipun lelah dalam perjalanan, namun para peserta antuasias mengikuti ibadah dan tidak kelihatan ada yang mengantuk. 
Usai ibadah minggu, langsung dilanjutkan dengan sesi yang dibawakan oleh Suhunan 'Sordam" Situmorang. Topik "Anak na burju, na malo dohot na bisuk" dibawakan secara atraktif oleh Praktisi hukum, penulis dan pecinta danau toba tersebut sehingga para peserta tidak merasa bosan meskipun belum sempat mengaso sejak tiba di Kepenrey. Kurang lebih 2 jam Suhunan Situmorang menyampaikan pembekalan kepada para peserta dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Namun karena jadwal makan siang sudah menunggu, sesi tanya jawab dibatasi hanya untuk 3 orang.
Pkl. 13.00 wib, para peserta menikmati makan siang di ruangan makan yang telah disediakan oleh pihak Kepenrey, menu sederhana ikan goreng, sayur asam dan sambal terasa sangat nikmat dirasakan di tengah hawa sejuk pegunungan puncak.
Usai makan siang dilakukan pembagian kamar dan istirahat sampai pkl. 16.00 wib. Setelah melepas penat lebih kurang dua jam, acara dilanjutkan dengan konseling. konseling kepada para pelajar sidi dilayani oleh para pengajar sidi yaitu Pdt. Bintang Siregar, St. UTM Nainggolan, St. L. Bagariang dan dibantu oleh SM Siregar. Konseling dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mereka memahami makna katekisasi sidi yang mereka jalani dalam hubungannya dengan kehidupan pribadi dan keluarga masing-masing. Dalam konseling, banyak hal yang terungkap sebagai ungkapan perasaan anak-anak muda tersebut baik tentang pribadi maupun curhat tentang hubungan dengan keluarga. Bahkan tidak jarang mereka menyampaikannya dengan air mata (bahagia dan sedih). Para konselor berusaha membawa mereka kepada suasana pribadi supaya perasaan mereka lebih terbuka dan memberi solusi, saran, nasehat dan bimbingan agar mereka merasa plong  dan melepaskan beban yang mungkin selama ini nereka simpan.
Konseling memakan waktu yang cukup lama, rata-rata 15-30 menit per orang, sampai pada pkl. 20.30 wib akhirnya selesai dan dilanjutkan dengan makan malam.
Selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan ibadah malam yang dipimpin oleh Pdt. Bintang Siregar. Pkl. 22.00 wib, para peserta  menuju kamar masing-masing untuk istirahat malam.

Senin, 26 Mei 2014,
Pkl. 05.00 wib, Amang A Marpaung dan P. Panggabean yang ditugaskan untuk membangunkan peserta mulai menggedor setiap kamar dan mengingatkan mereka untuk melaksanakan Ibadah subuh dikamar masing-masing yang dipimpin oleh Ketua kamar. Ada yang malas-malasan, ada yang langsung sigap, dan ada juga yang tidak peduli. Namun Ibadah subuh akhirnya bisa berjalan dengan baik, dilanjutkan dengan olahraga pagi sampai waktunya sarapan pagi pkl. 07.00 wib.
Hari kedua ini, dijadwalkan untuk sesi yang dibawakan oleh Risman PD Purba, sesi yang berlangsung 4 tahap dimulai pkl. 08.30 wib. Sesi yang diisi dengan Interaktif dan Oubond tersebut mengambil topik "Brain Power" (yang merupakan spesialisai dari Risman Purba). Risman Purba yang menyebut dirinya "Provokator" bukan Motivator, sangat bersemangat memberikan pembekalan kepada para peserta. Keceriaan semakin terasa saat acara Outbond yang dipanduk oleh team Risman Purba. Outbond dilakukan dengan tujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kerjasama kelompok yang baik, juga dilakukan peragaan memecahkan keramik dengan cara memukul bohlam yang diletakkkan diatas ubin keramik. RismAn PD Purba mengajak peserta untuk memakai kekuatan pikiran (Brain Power) dan konsentrasi sehingga dengan bohlamnya tidak pecah tetapi keramiknya tyang pecah. Tujuannya adalah untuk memotivasi peserta bahwa apa pun bisa kita lakukan jika kita sungguh-sungguh dan fokus kepada tujuan bukan kepada caranya.
Tak terasa hari mulai malam, suasana ceria sejak pagi sampai sore masih terasa. Hingga pada sesi berikutnya adalah Meditasi, bertempat di aula Kepenrey, para peserta diajak untuk bermeditasi sambil berdoa dengan iringan slide dan narasi dari Risman Purba. Suasana berubah menjadi hening dan penuh dengan kekhusukan, sampai pada klimaknya setiap peserta tidak bisa menahan tangis dan airmata ketika mereka tersentuh oleh setiap kata dan kalimat dari narator, tentang hubungan anak dan orang tua, tentang kehidupan remaja, dan banyak hal yang memebuat peserta tidak sanggup menahan tangis sampai mata pada sembab. Bukan hanya para pelajar sidi yang hanyut terbawa suasan, juga para pengajar dan panitia yang ikut serta tidak bisa menahan diri ikut merasakan suasana perenungan yang sangat dalam tersebut. Diakhiri dengan saling berpelukan dengan isak tangis dan haru yang mendalam, akhirnya sesi meditasi ditutup dengan kesan yang sangat mendalam dari para peserta.
Seharusnya, setelah meditasi ada acara pembasuhan kaki, namun karena melihat suasana yang sudah klimaks, akhirnya acara tersebut dibatalkan.
Malam pun semakin larut, namun para peserta tidak mau melewatkan moment indah  malam itu, usai meditasi, para peserta kembali kepada keceriaan dengan acara api unggun yang dilakukan sampai tengah malam. Kelelahan acara seharian tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap menikmati malam bahkan ada yang masih belum masuk kamar sampai jam 1 pagi.

Malam pun berganti, pagi pun menjelang, Selasa, 27 Mei 2014, sesuai jadwal penutupan retreat akan dilakukan jam 07.00 pagi.  Setelah sarapan, Ibadah penutupan dilakukan di aula dipimpin oleh St. UTM Nainggolan dan Pdt. Bintang Siregar menutup secara resmi Retreat pelajar Sidi & ReNa HKBP Tigaraksa 2014. Sayonara Kepenrey.............

Namun perjalanan belum berakhir, sebelum pulang ke Tigaraksa, para peserta mengikuti tour safari ke Taman Safari Indonesia. Melihat berbagai jenis ciptaan tuhan yang mungkin jarang kita lihat secara langsung dilanjutkan dengan keceriaan dalam permainan yang disajikan di arena permainan Taman Safari Indonesia. 

Tak terasa, sudah pkl. 17.00 wib, para peserta sepertinya enggan beranjak dari kawasan Taman Safari Indonesia. 
Namun waktu jualah yang harus mengakhirinya dan bus Arion pun kembali meluncur menuju Tigaraksa membawa setiap kenangan dan kesan dari setiap peserta, dan serasa kurang cepat tiba di rumah untuk bertemu keluarga, memeluk ayah dan ibu dan bercerita berbagai hal serta mengungkapkan perasaan yang sudah terbebas. Hingga minggu esoknya, 01 Juni 2014, siap untuk peneguhan sidi dan menjadi pribadi yang dewasa bukan hanya secara fisik tetapi juga dewasa dalam sikap dan perilaku serta dewasa dalam iman. Semoga!!! BE WISE BE CONSCIOUS


      



Senin, 28 April 2014

Sermon Epistel Minggu, 04 Mei 2014



Gok asi ni roha do Debata
(Jes 44:21-24)
Patujolo
Digoari do minggu na salpu Quasimodogeniti (Songon Posoposo na imbaru tubu), ima minggu dung Haheheon ni Jesus (Paskah), na marlapatan ia Haheheon ni Jesus mamboan haimbaruon di ngolu ni na porsea on. Jala minggu on digoari ma Miserikordias Domini (Gok asi ni roha ni Jahowa do tano on, Psalm 33:5b). Na martudu-tudu do i tu hinabalga ni asi ni roha ni Debata di jolma i, pola dilehon anakNa na sasada i mate tarsilang humokhop jolma pardosa, ala ni asi ni rohaNa.
Laos ido na taida di turpuk on, disoarahon Panurirang Jesaya do hata ni Debata tu bangso Israel,  paingothon nasida taringot tu hinabalga ni asi ni roha ni Debata didok di Ay. 21 : “Sai parateatehon ma..”. (KJV : “Remember these...”, TB : ”Ingatlah semuanya ini ..”. Ai sai lalap do nasida marningot angka na hansit na niae nasida di habuangan Babel, gabe ndang diingot be pambahenan ni Debata angka na denggan tu nasida dohot tu angka ompunasida nasailaon.
Hita pe, jotjotan do songoni, lohot marningot angka na mambahen hansit ni roha, angka hasalaan ni dongan, dohot angka pambahenan ni dongan na hurang denggan, alai godangan do hita lupa diangka na denggan na tajalo dibagasan ngolunta.
Antong aha do na ingkon siingotonta?  Songon na disoarahon di turpuk on, taingot ma angka denggan basa dohot asi ni roha ni Debata di ngolunta, angka dia ma i?:

Rabu, 01 Januari 2014

SELAMAT TAHUN BARU

SELAMAT TAHUN BARU 2014

TUHAN MEMBERKATI


"ALE TUHAN DEBATA, SAI PARROHAI MA HAMI MAMILANGI ANGKA ARI-ARI NAMI, ASA DAPOTAN ROHA NA BISUK HAMI ". AMEN

Senin, 25 November 2013

SELAMAT NATAL

SELAMAT NATAL 25-26 Des 2013


Dari Kiri-Kanan : Niel Rahmat Utama Nainggolan, Sion Ridho Utama Nainggolan, UTM Nainggolan, Grace Kasih Utami Nainggolan, Evalina Hutauruk, Natasya Karunia Utami Nainggolan, Dithasari Rizky Utami Nainggolan
Kami Sekeluarga mengucapkan :
Selamat natal 2013 & selamat menjelang tahun baru 2014, kiranya kelahiran Kristus membawa damai di hati kita masing-masing pribadi, keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa kita.

Jumat, 13 September 2013

Khotbah Minggu, 15 Sep 2013



BERSYUKUR UNTUK KASIH KARUNIA TUHAN
1 Tim 1:12-17
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin

Pengantar
Surat Paulus kepada Timotius ini termasuk dalam kelompok surat pastoral, karena memang isinya memuat berbagai nasehat dan penggembalaan terhadap Timotius (termasuk kepada Titus), dengan maksud supaya mereka tetap teguh dalam pelayanan dan pemberitaan injil. Paulus sangat mengasihi Timotius, sehingga Paulus menyebutnya sebagai   anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia”. (1 Tim 1:2). Sebutan yang sama juga dinyatakan Paulus terhadap Titus (Titus 1:4). Timotius (juga Titus) adalah rekan sepelayanan Paulus di jemaat yang dirintis oleh Paulus sendiri. Timotius melayani di jemaat Efesus dan Titus melayani di jemaat Kreta.
Khusus mengenai Timotius, Paulus sepertinya sangat mengenal betul latar belakang keluarganya.  Hal terlihat dari pernyataan Paulus dalam 2 Tim 1:5 “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu”. Memang, Alkitab mencatat bahwa Timotius adalah anak seorang ibu Yahudi yang sudah percaya dan ayahnya seorang Yunani, dia adalah seorang murid yg dikenal baik di wilayah pelayanan Paulus di Listra da Ikonium, sehingga Paulus memilih dia untuk ikut serta dalam perjalanan penginjilannya sampai akhirnya Paulus meminta Timotius untuk tinggal di Efesus menggembalakan jemaat disana.. (Kis 18:1-3; 1Tim1:3).
Dalam  Surat Paulus Yang Pertama Kepada Timotius ini, ada tiga  hal yang berkaitan yang disampaikan Paulus kepada Timotius :

  • Pertama, mengingatkan Timotius terhadap ajaran-ajaran salah yang terdapat di dalam jemaat. Ajaran-ajaran itu merupakan campuran faham Yahudi dan faham bukan Yahudi berdasarkan kepercayaan bahwa semesta alam sudah jahat, dan keselamatan hanya dapat diperoleh kalau orang mempunyai pengetahuan tentang rahasia tertentu, dan mentaati peraturan-peraturan seperti misalnya peraturan tidak boleh kawin,  pantang makanan-makanan tertentu dan lain sebagainya.
  • Kedua, ialah petunjuk-petunjuk kepada Timotius mengenai pengurusan jemaat dan mengenai ibadah. Dijelaskan baginya sifat-sifat orang yang boleh menjadi penilik dan pembantu jemaat.
  • Ketiga, Timotius diajar mengenai bagaimana ia dapat menjadi seorang hamba Yesus Kristus yang baik dan mengenai tanggung jawabnya terhadap setiap golongan orang yang menjadi anggota jemaat. 

Nats minggu ini termasuk dalam kelompok pertama, yaitu pengantar tugas kepada Timotius untuk menghadapi ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan injil. Untuk menjalankan tugas itu, terlebih dahulu Paulus menguatkan Timotius dengan kesaksian terhadap dirinya sendiri yaitu bahwa kasih karunia Allah telah membawanya keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan. Paulus ingin mendorong semangat Timotius dengan suatu kesaksian dan doksologi yang hebat; kemudian memberikan tugas resmi serta ilustrasi tentang berbagai akibat yang muncul kalau orang tidak mempertahankan nurani yang baik.


TARULANG

Nunga Tarulang

Nunga lobi hurang 3 (tolu) bulan songon na tarulang alaman ni blog on, ndang apala sanga be tingki manuan angka suan-suanan partondion marhite jamita si ganup minggu. Alani molo tung sahali-sahali be iba sanga maningkir suan-suanan naung adong i dohot manuan suan-suanan na imbaru unang gabe dao rohanta sian angka ulaon na manguhal inganan hatubuan ni suan-suanan na sian Debata na arga i. Godang dope angka suan-suanan na dumenggan na dipatupa angka naposo ni Tuhanta na boi idaonta, na boi mangalehon parbue na denggan tu hita saluhutna. Horas ma di hita!