Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 01 Juli 2011

RENUNGAN MINGGU INI

MENDENGAR PANGGILAN TUHAN

Matius 22 : 1 –14
22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Pendahuluan
Selama masa pelayananNya di bumi, Tuhan Yesus mengajar satu pokok penting yang terus-menerus dibicarakan yaitu Kerajaan Sorga. Para murid sangat lamban untuk mengerti pokok yang penting ini, sehingga Yesus harus bersabar untuk terus mendidik mereka mengenai pokok pengajaran ini. Mengapa para murid sulit untuk mengerti? Sebab mereka sudah memiliki konsep sendiri tentang Kerajaan Sorga dan tampaknya sulit bagi mereka untuk menanggalkan konsep tersebut (diperlukan kerendahan hati untuk mengubah konsep yang selama ini kita anggap benar). Yang menjadi permasalahan para murid adalah, sebagaimana juga pada banyak orang (termasuk kita!), mereka berusaha untuk membawa konsep duniawi untuk diterapkan dalam hal-hal sorgawi.
Yesus sendiri tidak memberi definisi yang baku tentang Kerajaan Sorga, Ia menggunakan banyak cara untuk mengungkapkan kebenaran itu, termasuk melalui perumpamaan. Perumpamaan bersifat ganda: bagi mereka yang diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga akan mengerti, tetapi bagi mereka yang tidak, mereka tidak akan mengerti. Perumpamaan menyatakan sekaligus menutupi kebenaran.
Dalam Injil Matius, ada beberapa perumpamaan Tuhan Yesus tentang  Hal kerajaan sorga :
  • -          Perumpamaan tentang seorang penabur (Mat. 13:1-23)
  • -          Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga (Mat. 13:44-46)
  • -          Perumpamaan tentang pukat (Mat. 13:47-52)
  • -          Perumpamaan tentang seorang raja dan hamba yang membuat perhitungan (Mat.18:21-35)
  • -          Perumpamaan tentang pekerja kebun anggur (Mat. 20 :1-16)
  • -          Perumpamaan tentang perjamuan kawin (Mat.22:1-14)
  • -          Perumpamaan tentang gadis bijaksana dan gadis bodoh (Mat. 25:1-13)
  • -          Perumpamaan tentang talenta (Mat. 25:14-30)
-           
Nats ini berbicara tentang hal kerajaan sorga yang diumpamakan seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

Penjelasan
Suatu pesta perkawinan selalu mencerminkan suasana pesta, penuh suka cita dalam suatu persekutuan yang indah. Oleh karena itu, adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan apabila kita diundang untuk hadir dalam suatu pesta perkawinan. Biasanya undangan jauh-jauh hari sudah diedarkan dan segala kebutuhan pesta disiapkan.
Dalam nats ini, yang berpesta itu adalah seorang Raja, telah mengutus hambanya untuk memberikan undangan pesta, tetapi ternyata  orang-orang itu tidak mau datang (ay. 3). Bahkan raja sudah berpesan : “Katakan kepada orang-orang yang diundang itu: sesungguhnya hidangan telah disediakan; datanglah ke perjamuan kawin” (ay. 4). Tetapi mereka tidak mengindahkannya dengan berbagai alasan (Pergi ke ladang, Urus Usaha, dll). Dan parahnya, orang-orang yang diundang tsb bukan hanya menolak undangan tetapi justru menangkap hamba yang di utus tadi dan menyiksanya dan membunuhnya (ay. 5 –6).
Maka murkalah sang Raja, menyuruh pasukannya untuk membinasakan pembunuh & membakar kota mereka. Dan Raja menyuruh hamba-hambanya lain (ay. 7) dan berkata : “Pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai, orang jahat dan yang baik, sehingga penuhlah ruangan Perjamuan kawin dengan tamu” (ay. 9 – 10). Artinya pesta Perkawinan itu terus berjalan tidak bisa gagal, hanya karena para undangan menolak untuk hadir.
Perumpamaan tersebut menggambarkan orang-orang Israel yang menolak pemberitaan kebenaran Firman Allah yang adalah janji Allah dalam PL tentang kedatangan Mesias Anak Allah yang telah dinubuatkan oleh para nabi. Mereka tidak mau bertobat dan menolak panggilan Tuhan dengan alasan yang ber-macam, mereka menolak Anugerah Allah. Namun ada kebijaksanaan baru yang terbuka untuk siapa saja diundang hadir dan mau menghayati suka cita, beroleh kesempatan menerima Anugerah Allah. Undangan itu menjadi terbuka bagi semua orang, orang biasa, orang yang jahat dan orang baik.
Artinya undangan yang datang adalah orang yang sebelumnya tidak layak ikut serta dalam perjamuan kawin tsb menjadi layak, termasuk orang-orang non Jahudi.
Saat Raja memasuki ruang pesta, dia melihat seorang tidak mengenakan pakaian pesta, Hai saudara bagaimana engkau masuk dengan tidak mengenakan pakaian pesta, ditolak “pakaian pesta wajib untuk perjamuan kawin” Kata Raja tangkap orang ini dan campakkan di tempat gelap (ay. 13). Artinya, ketika orang datang dalam Perjamuan kawin tersebut, harus meninggalkan pakaian lamanya dan mengenakan pakaian pesta, artinya jika mereka datang masih dengan pakaian lamanya, sama saja dengan orang yang menolak undangan tersebut, yaitu tidak menghargai anugrah panggilan yang diterimanya. Bukan berarti datang ke pesta harus pakaian mewah, bagus, tapi harus menunjukkan sikap kesungguhan dan menghargai Raja yang berpesta. Itulah sebabbya Yesus berkata dalam Ay. 14 : “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Renungan
Perumpamaan ini menggambarkan tiga sikap orang yang dipanggil dalam kerajaan Allah :
  • Mendengar panggilan Allah, tetapi menolaknya
  • Mendengar panggilan Allah, datang dalam panggilan tersebut, tetapi tidak menghargai panggilanNya. (tetap hidup dalam manusia lama yang tidak sesuai dengan kehendak Allah)
  • Mendengar panggilan Allah, datang dalam panggilan itu, menghargai panggilan tersebut dengan menanggalkan manusia lamanya dan menjadi manusia baru yang siap untuk menerima sukacita dalam pesta perjamuan bersama Allah.
Perumpamaan ini juga menegaskan kembali kedaulatan Allah, yang harus ditaati oleh manusia. Tuhan Allah tidak memperkenankan seorang pun menghina atau mempermainkan anugerahNya.
Oleh karena itu, janganlah kita termasuk yang menolak atau yang tidak memakai pakaian pesta. Datanglah dengan memakai pakaian pesta yaitu kejujuran dan kesungguhan, sebagaimana rasul Paulus katakan “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”. (Ef. 4:22-24). Dan yang harus kita ingat” “Banyak yang dipanggil sedikit yang terpilih. (Ay. 14).
Sesuai dengan penjelasan diatas, kita simpulkan : Bahwa orang yang menolak Anugrah Tuhan dan tidak mau mendengar panggilan suara-Nya,  Tuhan akan mengangkat tangan-Nya terhadap mereka untuk meruntuhkan mereka di padang gurun. (Mazmur 106:24-26). AMIN !


Sumber kutipan :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML