Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 07 Oktober 2011

MY 40th BIRTHDAY

Life begins at Forty

            Tulisan ini sudah pernah diposting tanggal 7 Oktober 2010, Hari ini, saya re-post (hanya ganti angka 39 menjadi 40), untuk mengingatkan saya bahwa ternyata waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa setahun berlalu, sekarang (hari ini) saya genap berusia 40 Tahun, sejak kecil memang saya tidak terlalu sering merayakan Ulang Tahun ( karena saya tinggal di kampung dgn kondisi keuangan orang tua yang tidak memadai ). Jadi saya tidak punya kenangan yang special tentang Hari Ulang Tahun. Namun Ayah saya sering bilang bahwa ulang tahun mu sangat istimewa karena bertepatan dengan Hari Lahirnya HKBP ( gereja Protestan terbesar di Indonesia ), sehingga tanpa perayaan keluarga pun, seluruh umat HKBP merayakannya. Mungkin itu hanya sekedar “hiburan” supaya saya tidak menuntut perayaan ulang tahun sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak orang mampu.

            Setelah saya menikah, Ulang Tahun lebih sering kami rayakan, walaupun hanya sekedar acara makan bersama keluarga. Dan saya semakin merasakan makna “Ulang Tahun” dalam perjalanan kehidupan ini. Sejak usia 30-an, saya selalu menyikapi ulang tahun dengan melakukan hitungan mundur terhadap sisa umur yang akan Tuhan berikan kepada saya. Misalnya saya berandai-andai jika Tuhan memberi saya “jatah” umur 70 tahun, berarti ketika saya ber-ulang tahun ke -40, saya hanya punya sisa waktu 30 tahun lagi.
            Dengan “hitungan mundur” tesebut, saya menjadi “takut” menghadapi hari Ulang Tahun. Setiap tiba di hari H Ulang Tahun, saya selalu merasa ada yang tertinggal yang belum saya kerjakan di usia saya sebelumnya dan merasa ada bagian dari waktu saya yang hilang dan berlalu dengan sia-sia. Dan jeleknya hal tersebut selalu berulang setiap tahun. Saya selalu merenung dan berpikir bahwa seharusnya di usia “seperti ini” saya sudah mencapai tingkat kehidupan “seperti itu”, sehingga setiap ulang tahun saya selalu merasa sebagai orang gagal.          Namun saya tetap punya pengharapan bahwa kegagalan itu masih bisa ditebus pada sisa waktu yang masih ada, tetapi walaupun demikian semakin umur bertambah, saya merasa semakin “panic  jangan-jangan tidak sempat menebus kegagagan demi kegagalan itu.
            Memasuki usia 40 tahun ini, saya ingin menghilangkan ketakutan itu, dan lebih menguatkan pengharapan bahwa saya masih bisa hidup seribu tahun lagi, sehingga saya tidak perlu “panic” akan semakin “tua” dan “tak berdaya”, saya ingin merubah pola pikir “hitungan mundur” menjadi “hitungan maju”. Bahwa apa yang belum dapat saya raih tahun lalu, pasti bisa diraih tahun ini, dan seterusnya.
            John Lennon bilang “Life begins at forty”, tapi menurut saya adalah terlambat jika kita baru memulai kehidupan pada usia 40, namun ungkapan itu mengingatkan saya untuk segera memulai melakukan hal-hal yang belum saya lakukan sebelumnya.
            Saya bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan hidup dan segala berkat anugrah-Nya yang telah saya terima selama ini, saya bersyukur ‘diberikan” wanita seperti  istri saya sekarang, juga anak-anak saya yang memberi nilai kehidupan untuk saya, untuk rumah yang menjadi tempat saya berteduh dan untuk pekerjaan tempat saya mencari nafkah untuk keluarga dan terlebih untuk “pilihan Tuhan” kepada saya untuk melayani sebagai hamba-Nya di gerejaNya.
            Tidak lupa saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan, saudara, sahabat yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun, secara langsung maupun lewat sms, twitter, email, milis, FB, BBM, dll. GB…Amin

Doa :
Terima kasih Tuhan, saya tidak akan “takut” dan “panic” lagi, saya akan menjalani hidup ini sesuai dengan kehendakMu…AMIN

Maz. 90:12 : “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML