Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Selasa, 11 Oktober 2011

Khotbah Minggu 16 Okt 2011

Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia : berakar, dibangun dan bertumbuh didalam Dia
Ev. Kolose 2:6-7
2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur


Pengantar
Kolose adalah sebuah kota di Asia Kecil, sebelah timur kota Efesus. Sebenarnya bukan Paulus yang mendirikan jemaat di Kolose ini, tetapi ketika ia mengutus pekerja-pekerja dari Efesus, ibukota sebuah provinsi Roma di Asia Kecil, ia merasa bertanggung jawab juga atas jemaat di Kolose itu. Paulus sudah menerima berita bahwa di dalam jemaat itu ada guru-guru yang mengajar ajaran-ajaran yang salah. Guru-guru itu berkeras bahwa untuk mengenal Allah dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah "roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam". Di samping itu, kata guru-guru itu, orang haruslah pula taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya.
Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose  ini ditulis untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan  menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu  itu. Inti sari surat ini ialah bahwa Yesus Kristus sanggup  memberi keselamatan yang sempurna dan bahwa ajaran-ajaran yang  lainnya itu hanya menjauhkan orang dari Kristus. Melalui Kristus,  Allah menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus pula Allah  menyelamatkannya. Hanyalah melalui bersatu dengan Kristus, dunia  mempunyai harapan untuk diselamatkan. Selanjutnya Paulus  menguraikan hubungan antara ajaran yang agung itu dengan  kehidupan orang Kristen.
Dalam nats ini, Paulus ingin mengajarkan bagaimana orang-orang yang telah menerima Kristus itu supaya tetap hidup dalam Dia, tidak goyah, tetapi harus berakar dan bertumbuh karena demikianlah kehidupan Kristen yang benar.[1]

Penjelasan
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam kehidupan Kriosten yang benar :
  •  Menerima Kristus Yesus Tuhan kita. Saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan, berarti kita mempersilahkan Roh Kudus diam dan bekerja di dalam kita, mempersilahkan Tuhan menjadi penguasa dan pemilik hidup kita. Segala yang ada pada kita adalah milik Tuhan. Termasuk hidup kita ini. Manusia hanyalah sebagai pengurus atau pengelola, bukan pemilik.
  • Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Bagaimana ciri-ciri orang yang tetap di dalam Tuhan, yaitu :
  1.  Tetap di dalam Firman Tuhan (Yoh 8:31), artinya kita harus tetap setia membaca, mendengar dan merenungkan firman Tuhan setiap waktu. Bukan hanya pada saat ibadah minggu saja kita mendengar firman Tuhan, tetapi seharusnya hal itu menjadi bagiand ari keseharian hidup kita.
  2. Tetap di dalam doa (Yoh 15:7), artinya kita harus senantiasa menjalin komunikasi yang akrab dengan Tuhan melalui doa-doa kita. Kita boleh menyatakan segala keinginan kita di dalam doa dan kita percaya bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluan hidup kita
  • Berakar di dalam Dia, akar adalah bagian penting dalam kehidupan sebuah tunbuhan, akar adalah saluran makanan yang memberi kehidupan bagi bagian-bagian lain tumbuhan tersebut, akar juga memberi kekuatan kepada tumbuhan supaya bisa berdiri kokoh. Semakin dalam akar itu tumbuh, akan semakin kuat pula menahan hempasan angin dan badai. Hidup yang berakar dalam Tuhan berarti meyakini Tuhan sebagai pemberi hidup, sehingga tanpa Dia kita tidak akan bisa menjalani kehidupan dengan benar. Akar itu adalah pengenalan kita akan Tuhan. Itulah yg membuat kita kuat. Darimana datang ketaataan, yaitu dari pengenalan akan Kristus. Seberapa besar kekristenan kita sama dengan seberapa besar artinya Kristus bagi kita. Semakin kita mengenal-Nya, semakin berhargalah Kristus bagi kita dan semakin dalamlah akar itu tumbuh dalam kehidupan kita.
  • Dibangun di atas Dia,  dalam kerohanian kita, mungkin ada bagian yang tidak kelihatan seperti bagaimana kita mengenal Kristus, bagaimana iman kita semakin kuat. Hal-hal itu tdk terlihat dari luar. Tapi ada bagian yang kelihatan, mungkin dari pelayanan atau persembahan atau penyerahan diri. Kekristenan pasti mengubah seseorang. Kalau Roh Kudus terus bekerja dalam hidup kita maka akan terlihat, iman yang terbangun dalam Kristus itu akan selalu diikuti dengan terbangunannya sikap dan karakter Kristen yang benar, pasti  akan nampak lewat kehidupan kita sehari-hari. Tetapi semuanya itu harus dibangun diatas dasar yang kuat yaitu Yesus Kristus.
  • Bertambah teguh di dalam Dia, artinya jika kita ada di dalam Tuhan, iman kita harus bertumbuh, tidak statis. Pertumbuhan itu akan kelihatan dalam kedewasaan iman kita menyikapi berbagai masalah kehidupan. Orang Kristen yang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannnya pada hakekatnya disebut mati (Yak 2:17). Oleh karena itu melakukan sesuai dengan firman Tuhan merupakan wujud pertumbuhan dalam Kristus.
  • Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur, Dalam keadaan apa pun, baik suka maupun duka, kita harus tetap bersyukur. (Ef. 5:20). Hati yang selalu bersyukur kepada Tuhan akan selalu melihat hal-hal baik (positif) dalam  segala hal yang terjadi dalam hidupnya.[2]

Renungan
Nats ini merupakan tema Jubileum 150 Tahun HKBP, yang dirumuskan dalam satu kalimat : “Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia : berakar, dibangun dan bertumbuh didalam Dia”.
Sudah 150 tahun Injil masuk ke tanah Batak, artinya sejak 150 tahun yang lalu orang Batak sudah menerima Kristus sebagai Tuhan. Tetapi persoalannya bukanlah berapa lama kita sudah menerima Kristus atau menjadi Kristen tetapi pertanyaannya adalah apakah  saat ini :
  • Hidup kita masih tetap berjalan di dalam Tuhan?
  • Berakar di dalam  Tuhan?
  • Dibangun di atas Tuhan?
  • Bertumbuh di dalam Tuhan?
  • Hati kita selalu melimpah dalam syukur?
  1.  Seringkali kita bangga karena kita sudah menjadi Kristen mulai dari nenek moyang kita sampai saat ini, tetapi kita tidak menyadari bahwa kehidupan kekristenan kita itu sebenarnya hanya berjalan di tempat. Pola hidup, perilaku dan karakter kita masih sama seperti nenek moyang kita sebelum menjadi Kristen. Iman kita masih tidak tetap tetapi labil, mudah goyah ketika timbul persoalan dan masalah. Padahal orang Kristen yang benar harus memiliki iman yang sejati, yang berakar di dalam Kristus, yang tidak akan pernah tergoyahkan oleh masalah apapun. Langkah-langkah orang benar tidak akan goyah (Maz 37:29-31). 
  2. Berakar di dalam Tuhan berarti menjadikan Tuhan sebagai sumber kehidupan, semakin dalam kita berakar dalam Dia, berarti akan semakin  kokok kita berdiri teguh dalam Dia. Jika kita tetap berakar di dalam Dia, maka apapun yang terjadi dalam kehidupan kita tidak akan membuat kita hancur. tetapi kita akan tetap bisa bangkit dan bertumbuh sebab kita berada dalam sumber kehidupan yaitu Kristus Tuhan kita.
  3. Untuk membangun diri di dalam Tuhan, kita harus mau keluar dari  sikap dan perilaku kita yang lama, kebiasaan-kebiasan yang buruk dan tradisi-tradisi yang bertentangan dengan firman Tuhan. Sehingga kita bisa membangun diri dalam format yang baru yang tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang lama yang dapat menjadi batu sandungan bagi kita dalam persekutuan kita dengan Tuhan. Kita diberi kekebasan untuk membangun diri, tetapi harus kita ingat untuk meletakkan bangunan kehidupan kita di atas dasar yang kuat yaitu Kristus Yesus Tuhan kita sebab Paulus berkata dalam 1Kor 3:10-11 "Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus".
  4. Semakin hari, iman kita harus bertambah teguh karena kehidupan rohani yang benar harus bertumbuh, bertumbuh dalam iman dan bertumbuh dalam perbuatan. Aktivitas kerohanian kita jangan hanya sekedar rutinitas belaka (mis : setiap hari minggu ke gereja), tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita sehari-hari. Bertumbuh berarti bertambah besar dan berkembang, ke samping kiri kanan dan ke atas. Artinya pertumbuhah kita harus nyata dalam perkembangan sikap dan perilaku kita terhadap sesama dan kepada Tuhan.
  5. Akhirnya, kita harus bersyukur dalam segala hal. Kita bersyukur karena Tuhan telah memilih kita menjadi umatNya, membawa kita keluar dari kegelapan masuk ke dalam terangNya yang ajaib. Untuk itu hendaklah hati kita senantiasa melimpah di dalam ucapan syukur, yang bisa kita nyatakan lewat persembahan hidup kita untuk pelayanan pekerjaaan Tuhan di dunia ini. AMIN !





[1] Pengantar Kitab Kolose
[2] Ev. Mangapul Sagala,  D.Th, Ringkasan Khotbah : Kehidupan Kristen yang normal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML