Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 09 Mei 2011

Sermon Epistel Minggu 15 Mei 2011


Memuji dan Menyembah Tuhan serta bersaksi atas PerbuatanNya yang besar
Maz 66 : 1-6
66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,
66:2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
66:3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.
66:4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." S e l a
66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
66:6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
66:7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. S e l a

Pengantar

Secara keseluruhan Mazmur 66 terdiri dari 20 ayat yang terbagi dalam 4 bait yang masing dipisahkan oleh “sela” (tanda lagu untuk interval, jarak waktu, istirahat). Namun pengertian “Sela”  bukan hanya tanda musik saja, tetapi suatu tanda untuk berhenti sejenak dan memperhatikan apa yang sudah dibaca untuk kemudian dilanjutkan.
Ay. 1-7 Mazmur ini adalah 2 bait pertama dari ke empat stanza yang ada dalam Maz. 66. Mazmur ini adalah mazmur Pengucapan syukur, dimana umat Tuhan menceritakan tentang pembebasannya dan mengundang orang lain untuk bersama-sama menyembah Allah.  Mazmur ini adalah ajakan kepada seluruh bangsa  untuk menyembah dan memuji Tuhan.


Penjelasan
1.    Ay. 1-4, adalah bait pertama yang dimana pemazmur berbicara atas bangsanya, memanggil bangsa lain untuk bersama-sama menyembah Tuhan dengan bersorak (ay.1), bermazmur dengan memuliakan Tuhan lewat puji-pujian (ay. 2), dan bersaksi untuk menyatakan kebesaran Allah (ay. 3).
Kita diajak untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan lewat Penyembahan, Pujian dan kesaksian. Sehingga hadirat Allah bisa ditinggikan lewat pujian penyembahan kita, sebab Allah bersemayam di atas puji-pujian (Maz 22 : 4). Dengan kata lain Pujian dan penyembahan adalah Sikap hati manusia untuk merendahkan diri dan meninggikan Allah dengan segenap hati melalui puji – pujian, sehingga Allah berkenan dan bertahta atas puji – pujian tersebut.
Bersaksi adalah salah satu tugas umat Kristen, Paulus dalam Kis  20:21 berkata :”aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus”. Kita harus menyatakan kebesaran Allah yang kita rasakan dalam hidup kita lewat kesaksian hidup kita. Bersaksi tidak harus selalu menyatakan kepada orang lain dengan mulut kita, tetapi juga bisa dengan menunjukkan kepada orang lain lewat kehidupan. Sehingga oleh karena kesaksian kita, orang lain boleh melihat kebesaran kuasa Allah dan mau ikut bersama-sama dengan untuk menyembah Allah.

2.    Ay. 5-7, adalah bait kedua yang menyatakan perbuatan Allah yang besar terhadap manusia (ay. 5) dan  alam semesta (ay 6), dengan mencontohkan laut Merah yang kering karena terbelah oleh kekuasaan Allah. Sekaligus mengingatkan bangsa-bangsa agar mereka berhenti memberontak terhadapNya.
Banyak cara atau contoh dalam kehidupan kita yang bisa kita jadikan alat atau sarana untuk menunjukkan betapa Alhah berperan dalam dalam perjalanan hidup kita. Sejarah masa lalu dimana kita merasakan kuasa Allah dalam kehidupkan kita bisa kita sampaikan kepada orang-orang disekeliling kita, sehingga pengalaman itu bisa memberi inspirasi dan motivasi kepada orang lain, sekaligus juga memberi pengertian kepada orang lain bahwa  manusia tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa pertolongan Allah.

Penutup
  1. Setiap pribadi hendaklah memuji dan memuliakan Tuhan lewat Pujian Penyembahan dan Ibadah yang benar, sebagai ungkapan rasa syukur kita ats segala perbuatnaNya yang ajaib dalam hidup kita. Memuji dan menyembah Allah haruslah dengan hati yang tulus dan benar, Yesus berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:22-23)
  2. Bersaksi tentang perbuatan Tuhan yang besar adalah ketika kita mempersaksikan bagaimana  Allah bekerja di dalam kehidupan pribadi kita. Bersaksi bisa kita lakukan lewat perkataan tetapi juga bisa lewat tingkah laku kehidupan kita. 
  3. Sembah dan Pujilah Dia  dengan roh, kebenaran dan akal budi, sebagaimana dikatakan dalam 1 Kor 14:15 “….Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” dan nyatakanlah kebesaranNya lewat kesaksian hidup kita. AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML