Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 28 Maret 2011

SERMON EPISTEL MINGGU 3 APRIL 2011


BERSUKACITALAH
Yes. 66 : 10-14
66:10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!
66:11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.
66:12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.
66:13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.
66:14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya

Penjelasan Epistel

Pengantar
Nats Yes. 66 ini  adalah kitab terakhir dari keseluruhan kitab Yesaya dan masuk dalam kelompok Trito Yesaya, yaitu masa dimana bangsa Israel sudah bebas dari Pembuangan Babel, kembali tinggal di Palestina dan Yerusalem dibangun kembali. Secara umum Pasal 66 ini diberi Perikop Keselamatan sesudah hukuman.
Sebelumnya Bangsa Israel jatuh ke tangan bangsa Babilonia, ditawan dan dibuang ke Babel, Pada masa itu, kerajaan Israel Selatan atau kerajaan Yehuda dikalahkan oleh Babel, sehingga sebagian besar penduduknya dibawa ke Pembuangan di Babel. Kota Yerusalem pun dihancurkan, peristiwa penghancuran kota Yerusalem itu dilakukan oleh tentara Babel pada tahun 587 SM.
Kesedihan bangsa Israel bukan hanya karena mereka ditawan dan dibuang ke Babel, namun yang paling mereka tangisi adalah Kehancuran kota Yerusalem, kota kebanggaan mereka. Ungkapan kesedihan itu bisa kita lihat dalam syair-syair kitab Ratapan yang ditulis oleh Nabi Yeremia.
Oleh karena itu kebebasan setelah pembuangan Babel selama 70 tahun dan kembali ke Yerusalem sehingga mereka bisa membangun kembali kota Yerusalem, adalah  sukacita besar yang mereka alami. Gambaran sukacita itulah yang kita lihat dalam nats ini.

Penjelasan
Gambaran sukacita bangsa Israel setelah mereka kembali ke Yerusalem bisa kita lihat dalam Nehemia 12:27-43   "Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh”. Tembok Yerusalem berdiri kembali, Pada peresmian pembukaannya, dua "paduan suara syukur" berdiri di atas tembok itu untuk memuji Allah dan para penyanyi memperdengarkan kidung “Allah memberi mereka kesukaan yang besar, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh" (Nehemia 12:31-42).
Coba kita lihat bagaimana   sukacita yang dialami bangsa Israel :
-          Ay. 10, diawali dengan kalimat Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem,
Yerusalem bagi bangsa Isarel adalah symbol persekutuan, kesatuan, kedamaian dan kesenangan. Bukan hanya persekutuan dengan sesama tetapi juga persekutuan dengan Allah mereka dapatkan di kota itu. Yerusalem adalah tempat dimana mereka menerima penggenapan nubuatan-nubuatan yang pernah disampaikan kepada nenek moyang mereka, Yerusalem adalah tempat mereka menyampaikan pujian dan persembahan kepada Allah. Itulah sebabnya mereka sangat merindukan kembalinya Yerusalem kepada kondisi sebelum mereka jatuh ke dalam pembuangan. Mereka sangat mencintai Yerusalem, dan selama 70 tahun mereka dalam pembuangan selalu meratapinya.
-          Ay. 11, Bangsa Israel digambarkan seperti seorang bayi yang menikmati air susu seorang ibu, yang memberi  kedamaian dan jaminan kehidupan.
-          Ay. 12-13, Yerusalem dibandingkan dengan seorang ibu yang menyusui dan menghibur anak-anaknya. Yerusalem akan memiliki damai sejahtera dan menjadi penghiburan kepada semua orang yang mengasihi Allah, termasuk bangsa-bangsa yang datang kepadanya. Menggambarkan betapa Yerusalem bisa memberikan kenyamanan dan kedamaian kepada semua orang, bukan kepada Bangsa itu sendiri.
-          Ay. 13, Menggambarkan kehidupan bangsa Israel seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat, artinya bangsa itu akan bertumbuh dan senantiasa dalam perlindungan tangan Tuhan dan Tuhan tidak akan membiarkan musuh-musuhNya menggangu mereka. Sekaligus mengingatkan bangsa Israel bahwa jika mereka tidak setia kepada Allah, maka amarahNya akan menimpa mereka.

Penutup
  • Kita harus senantiasa bersukacita, karena Yesus telah membebaskan kita dari tawanan Iblis, dan kita diberi kesempatan untuk bisa tinggal dalam Yerusalem yang baru kelak.
  • Yerusalem adalah symbol kota kehidupan kekal bagi orang yang percaya dan setia kepada Allah.
  • Dalam Yerusalem yang baru yang diciptakan oleh Allah, kita akan senantaisa bersukacita dan bersorak-sorai. Bukan hanya umat, namun Allah sendiri pun ikut bergirang bersama – sama dengan kita. Sebab di dalam Yerusalem baru itu akan kita alami hidup yang baru sebagaimana dikatakan dalam Yes. 65:20 “Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk”.
  •  Dalam konteks Jubileum 150 tahun HKBP, kita bersukacita karena "halak batak" telah dibebaskan dari kegelapan dan dibawa masuk kedalam terang Kristus melalui para misionaris yang membawa berita injil ke tanah batak. 
  • Oleh karena itu, BERSUKACITALAH bersama-sama seluruh umat karena kita telah hidup dalam terang dan menjadi pewaris kerajaan Allah, Yerusalem yng baru. AMIN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML