Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 07 Oktober 2010

MY BIRTHDAY


            Hari ini, saya genap berusia 39 Tahun, sejak kecil memang saya tidak terlalu sering merayakan Ulang Tahun ( karena inggal di kampung dgn kondisi keuangan orang tua yang tidak memadai ). Jadi saya tidak punya kenangan yang special tentang Hari Ulang Tahun. Namun Bapak saya "nahinan" sering bilang bahwa ulang tahun saya istimewa karena bertepatan dengan Hari Lahirnya HKBP ( gereja Protestan terbesar di Indonesia ), sehingga tanpa perayaan keluarga pun, seluruh umat HKBP merayakannya. Mungkin itu hanya sekedar “hiburan” supaya saya tidak menuntut perayaan ulang tahun sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak orang mampu.
            Setelah menikah, Ulang Tahun lebih sering kami rayakan, walaupun hanya sekedar acara makan bersama keluarga. Dan saya semakin merasakan makna “Ulang Tahun” dalam perjalanan kehidupan ini. Sejak usia 30-an, saya selalu menyikapi ulang tahun dengan melakukan hitungan mundur terhadap sisa umur yang akan Tuhan berikan kepada saya. Misalnya saya berandai-andai jika Tuhan memberi saya “jatah” umur 60 tahun, berarti ketika ber-ulang tahun ke -39, saya hanya punya sisa waktu 21 tahun lagi.
            Dengan “hitungan mundur” tesebut, saya menjadi “takut” menghadapi hari Ulang Tahun. Setiap tiba di hari H Ulang Tahun, saya selalu merasa ada yang tertinggal yang belum di kerjakan di usia saya sebelumnya dan merasa ada bagian dari waktu saya yang hilang dan berlalu dengan sia-sia. Dan jeleknya hal tersebut selalu berulang setiap tahun. Saya selalu merenung dan berpikir bahwa seharusnya di usia “seperti ini” saya sudah seharusnya mencapai tingkat kehidupan “seperti ini”, sehingga setiap ulang tahun saya selalu merasa sebagai orang gagal.
            Namun saya tetap punya pengharapan bahwa kegagalan itu masih bisa ditebus pada sisa waktu yang masih ada, tetapi walaupun demikian semakin umur bertambah, saya merasa semakin “panic”  jangan-jangan tidak sempat menebus kegagagan demi kegagalan itu.
            Memasuki usia 39 tahun ini, saya ingin menghilangkan ketakutan itu, dan lebih menguatkan pengharapan bahwa saya masih bisa hidup seribu tahun lagi, sehingga tidak perlu “panic” akan semakin “tua” dan “tak berdaya”, saya ingin merubah cara berpikir “ hitungan mundur” menjadi “hitungan maju”. Bahwa apa yang belum dapat saya raih tahun lalu, pasti bisa diraih tahun ini, dan seterusnya.
            Saya bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan hidup dan segala berkat anugrah-Nya yang telah saya terima selama ini, terimakasih untuk Bapak (Alm) dan Ibu  yang melahirkan saya 39 tahun yang lalu, saya bersyukur ‘diberikan” wanita seperti  istriku yang mendamping sampai sekarang, juga anak-anakku yang memberi nilai kehidupan untuk saya, untuk rumahku yang juga istanaku yang menjadi tempat saya berteduh dan untuk pekerjaanku tempat saya mencari nafkah untuk keluarga dan terlebih untuk “panggilan Tuhan” melayani sebagai hamba-Nya di dalam sebuah gereja. Tidak lupa saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan, saudara, sahabat yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun, secara langsung maupun lewat sms, twitter, email, milis, FB, dll. GBU

Doa :
Terima kasih Tuhan, saya tidak akan “takut” dan “panic” lagi, saya akan menjalani hidup ini sesuai dengan kehendakMu…AMIN

Maz. 90:12 : “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML