Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 08 Oktober 2010

KESUNGGUHAN DAN KETEKUNAN MEMBUAHKAN KEBERHASILAN

KHOTBAH MINGGU, 10 OKTOBER 2010
Ev : Kej. 30:31-43 ; Ep : 1 Timotius 4:13-16

Evangelium :
Kej. 30:31 Kata Laban: "Apakah yang harus kuberikan kepadamu?" Jawab Yakub: "Tidak usah kauberikan apa-apa kepadaku; aku mau lagi menggembalakan kambing dombamu dan menjaganya, asal engkau mengizinkan hal ini kepadaku:
30:32 Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kambing dombamu dan akan mengasingkan dari situ setiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-belang; segala domba yang hitam dan segala kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku.
30:33 Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku: Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, anggaplah itu tercuri olehku."
30:34 Kemudian kata Laban: "Baik, jadilah seperti perkataanmu itu."
30:35 Lalu diasingkannyalah pada hari itu kambing-kambing jantan yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan segala kambing yang berbintik-bintik dan berbelang-belang, segala yang ada warna putih pada badannya, serta segala yang hitam di antara domba-domba, dan diserahkannyalah semuanya itu kepada anak-anaknya untuk dijaga.
30:36 Kemudian Laban menentukan jarak tiga hari perjalanan jauhnya antara dia dan Yakub, maka tetaplah Yakub menggembalakan kambing domba yang tinggal itu.
30:37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan.
30:38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
30:39 Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
30:40 Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
30:41 Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
30:42 Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub.
30:43 Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai

Epistel :
I Tim 4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau

I.                   Pendahuluan

Sebagaimana kita ketahui bahwa Esau dan Yakub adalah dua orang kakak beradik kembar. Esau bekerja sebagai pemburu dan Yakub sebagai petani. Ishak ayah mereka memberkati Yakub dengan berkat kesulungan yang seharusnya menjadi hak Esau sebagai anak sulung, dan sebenarnya Yakub mendapatkan berkat tersebut dengan cara yang licik, ada intrik dan penipuan di dalamnya. (Kej. 27:36).
Tentu saja Esau marah atas penipuan tersebut dan oleh karena itu Ia bermaksud membunuh Yakub. Rencana Esau terdengar oleh Ribka ibunya, sehingga Ia menyuruh Yakub anak kesayangananya itu untuk kabur dan pergi ke tempat pamannya yang bernama Laban di Haran.
Yakub pun berangkat kea rah Timur Kanaan meninggalkan ayah ibunya demi keselamatan dirinya sendiri yang sedang terancam oleh kemarahan Esau abanya. Kemudian Dia sampai ke tempat penggembalaan Laban, disana ia bertemu dengan gembala-gembala dan Rahel anak perempuan Laban. Laban menyambutnya dengan sukacita dan Yakub akhirnya bekerja kepada Laban dengan perjanjian selama 7 tahun bekerja Yakub akan mendapatkan Rahel menjadi istrinya. Nau setelah 7 tahun Laban ternyata memberikan anaknya Lea menjadi istri Yakub, padahal Yakub lebih menyukai Rahel yang berparas lebih cantik dari Lea. Laban menjanjikan akan menberikat Rahel menjadi istri keduanya apabila Ia bekerja 7 tahun lagi. Demi cinta Yakub menyetujui hal tersebut dan menjalaninya selama 7 tahun lagi sebagai gembla ternak milik Laban pamannya.
Laban mengakui hasil kerja Yakub dan kesungguhan Yakub bekerja menggembalakan Domba dan kambing miulik Laban, sehingga ternak Laban semakin berkembang dan Laban pun bertambah kaya. Kehadiran Yakub membawa keberuntungan bagi keluarga Laban.
Namun Yakub berpikir bahwa Ia juga harus memikirkan peningkatan status hidupnya, Ia tidak ingin selamanya menjadi pekerja upahan Laban mertuanya itu. Sehingga Ia memberanikan diri minta bantuan kepada Laban demi kesejahteraan keluarganya, istri-istri dan anak-anaknya. Pada saat itu Yakub memiliki 4 istri dan 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Laban memahami keinginan Yakub, karena bagaimanpun juga Yakub adalah menantunya sehingga Laban memberi kesempatan kepada Yakub untuk menentukan cara pembagian ternak  yang diinginkanya.

II.                Keterangan

Adalah wajar jika semua orang tua, khususnya Bapak-bapak sebagai kepala keluarga memikirkan kebutuhan hidup untuk anak dan istrinya (keluarga), apalagi seperti Yakub yang memiliki keluarga besar 4 istri dan 13 anak. Ia mengharapkan bahwa pemberian Laban jangan dihitung sebagai upahnya selama bekerja dengan paman/mertuanya itu. Yakub mempunyai harga diri dan gengsi yang tinggi, walaupun sebenarnya tetap saja sifat aslinya yang penuh intrik dan tipuan tetap kelihatan dalam cara pembagian ternak tersebut.
Yakub pintar dan tahu bagaimana caranya agar ia mendapatkan bagian paling banyak tetapi dengan cara yang kelihatannya “terhormat”.
Ia minta supaya setiap ternak domba yang berwarna belang menjadi miliknya, semua kambing yang berwarna hitam juga menjadi bagiannya. Sebab Ia tahu kambing berwarna hitam lebih kuat dan yang paling  penting adalah bahwa Ia sudah mempunyai rencana akal-akalan untuk mengubah warna kulit/bulu ternak domba tersebut supaya menjadi belang. Artinya dengan cara itu sebenarnya Ia bisa memiliki seluruh ternak Laban, namun Ia masih memiliki kesadaran untuk tidak melakukan hal yang separah itu. Akhirnya jika baca nats ini sampai ayat 43, trik yang dipakai Yakub membuatnya semakin kaya, memiliki banyak kambing domba dan budak.
Dari pengalaman Yakub kita bisa melihat bahwa tidak sia-sia kesungguhan dan kerja kerasnya selama “diperbudak” upahan menggembalakan ternak Laban bahkan selama 20 tahun. Ia banyak mendapatkan ilmu dan keahlian dalam perwatan ternak yang selama ini telah menguntungkan Laban dan sekarang ilmu dan keahlian itu dipakai untuk menguntungkan dirinya dan menjadi berkat bagi Yakub dan keluarganya.
Para ahli pertanian di bidang agribisnis mampu mengenal jenis suatu mangga atau jeruk dari mencium daunnya saja. Namun ada seorang ahli agribisnis setelah 15 tahun bekerja bahkan dapat membedakan mangga hanya dari melihat dari pohon saja. Itu menunjukkan bahwa pengetahuan dan kepandaian di bidang tertentu tak diperoleh dalam waktu semalam atau seminggu bahkan setahun. Waktu yang diperlukan Yakub 20 tahun untuk menjadi orang yang Profesional di bidangnya, dan Profesionalisme Yakub, bahkan membuat Laban mengakui Tuhan Yakub (Kej 30:27).
Dalam bekerja Yakub mengutamakan profesionalitas, dia memakai pengetahuan yang dimilikianya sebesar-besarnya untuk mengembangkan ternak Laban, namun juga dia bisa menjadi orang yang “berhikmat” dan “Bijaksana” untuk meraih apa yang diinginkannya demi kelangsungan hidup keluarganya.

III.             Kesimpulan

Semangat dan keseriusan yang ditunjukkan oleh Yakub bisa menjadi teladan dalam kehidupan kita, khususnya dalam dunia kerja yang saat ini semakin sulit. Sebagai pekerja/buruh yang menerima upah seharusnyalah kita melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan serius, sehingga lewat kerja keras kita, perusahaan tempat kita bekerja bisa maju dan berkembang. Walaupun kita merasa belum mendapatkan upah maksimal yang sesuai dengan yang kita kerjakan, jangan putus asa yang penting kita harus tetap  mengerjakan sungguh-sungguh apa yang seharusnya kita kerjakan, sebab Allah memakai banyak cara  untuk mengangkat kita dan memberi yang terbaik asal kita sungguh-sungguh melakukan pekerjaan apapun yang diberikan kepada kita.
Yakub adalah orang yang Pintar dan berhikmat,  untuk mendapatkan keinginannya Ia bahkan bisa melakukan intrik-intrik untuk mendapatkan berkat dari Ishak ayahnya, Ia juga mampu menyuap abangnya dengan bubur demi hak kesulungan, dan juga menggunakan kepintaran yang sama untuk mendapatkan bagian dari harta dan ternak Laban pamannya.
Memang, kita mungkin bertanya apakah akal-akalan yang dilakukan Yakub boleh dikatakan berhikmat? Ya, secara manusiawi kita bisa katakan itu adalah kepintaran dan hikmat, namun secara rohani kita  memandang trik-trik Yakub ini adalah bentuk penipuan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Terlepas dari akal-akalan Yakub, kita melihat bayak hal yang perlu di teladani dalam kehidupan Yakub. Pengalaman Yakub menjelaskan kepada kita beberapa hal :

-        Bijaksana atau berhikmat adalah kata yang memperlihatkan seseorang dapat mengambil keputusan pada saat dan situasi yang tepat sehingga orang tersebut selamat sentosa. Hidup Bijaksana yang sejati ditentukan oleh bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, sehingga kebijaksanaan tersebut tidak hanya menguntungkan diri sendiri tetapi menguntungkan juga bagi orang lain (memjnadi saluran berkat).
-       Orang yang mempunyai pengetahuan dan memperaktekkan pengetahuannya adalah orang yang bijaksana. Yakub adalah orang yang mempunyai pengetahuan dan pengetahuannya tersebut dipraktekkanya, sehingga itu menjadi saluran berkat Allah. Belum tentu orang yang mempunyai pengetahuan mau mempraktekkan pengetahuannya (contoh orang yang menyimpan talenta yang dimilikinya, orang yang merasa rugi membagi pengetahuannya).
-         Penyebab orang tidak memperaktekkan pengetahuannya adalah karena kemalasannya. Yakub tidak orang yang malas, ia orang yang rajin bekerja. Ia tidak memilih upah yang patut diterimanya dari Laban (Kej. 30:31). Kalau hari hal ini ditawarkan kepada kita, rejeki nomplok atau hasil kerja keras, mana kita pilih? Jalan gampang untuk kaya atau jalan susah untuk kaya , mana kita pilih? Hidup jujur tapi miskin, hidup korupsi tapi kaya, mana kita pilih? Jalan sempit dan jalan lebar, mana kita pilih? Yakub memilih jalan penuh perjuangan dan Itu menghasilhan kekayaan (ay.43). Kita harus tetap memiliki pengharapan bahwa Allah mempunyai seribu satu macam cara  untuk mengangkat status pekerjaan kita dan memberi jalan terbaik bagi orang yang sungguh-sungguh dan tekun melakukan pekerjaan di tempat kerjanya
-       Kekayaan itu bisa diraih dengan cara kerja keras dan kesungguhan, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan berhikmat, dan jangan sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya

Oleh sebab itu berusahalah bekerja dengan sunggug-sungguh dengan memakai hikmat Tuhan, sehingga melalui itu kita bisa mempermuliakan Tuhan lewat pekerjaan kita. Allah adalah sumber hikmat, sumber kekayaan, sumber kesabaran sehingga kita mampu melakukan pekerjaan yang dipercayakan kepada kita dengan penuh kesungguhan, keseriusan dan kerja keras.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML