Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 17 November 2011

Sermon Epistel Minggu 20 Nop 2011

PEWARIS YERUSALEM BARU
Ep. Wahyu 21:1-7
21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.


Pengantar
Wahyu Kepada Yohanes ini ditulis pada masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya ialah untuk memberi harapan serta semangat kepada para pembacanya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan ditekan.
Isi buku ini sebagian besar terdiri dari beberapa rangkaian wahyu dan penglihatan yang dikemukakan dengan memakai bahasa perlambang yang dapat difahami artinya oleh orang-orang Kristen zaman itu, tetapi sulit dimengerti oleh orang-orang lain. Pokok pikiran yang dikemukakan dalam buku ini diulang-ulangi dalam bermacam-macam cara melalui berbagai-bagai rangkaian penglihatan. Meskipun terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai tafsiran yang terperinci tentang isi buku ini, namun inti sari pokok pikirannya jelas, yaitu bahwa melalui Kristus, Allah akhirnya akan mengalahkan semua musuh-Nya, termasuk Iblis. Dalam nats ini kita lihat, bahwa apabila kemenangan itu sudah tercapai, Allah akan memberikan surga yang baru dan bumi yang baru sebagai hadiah kepada umat-Nya yang setia. 

Penjelasan
  • Ay.1, Sasaran dan pengharapan terakhir dari iman kita sebagai orang Kristen  ialah supaya kelak kita bisa hidup kekal dalam suatu dunia baru, dimana Kristus tinggal dengan umat-Nya dan kebenaran berdiam dalam kesempurnaan kekudusan. Namun untuk mewujudkan dunia baru itu, maka dunia lama yang penuh dengan dosa harus dihapuskan dulu, maka bumi, bintang-bintang dan galaksi harus dilenyapkan. Langit dan bumi akan digoncangkan, sebgaimana dikatakan dalam Hag. 2:7 : ”Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat”. (bnd. Ibr 12:26-28), bahkan lebih jelas lagi dalam Yes 51:6 dikatakan : “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk....”.  Bintang-bintang juga akan dihancurkan (Yes 34:4) dan unsur-unsur dunia akan hangus (2Pet 3:7,10,12). Bumi yang baru itu akan menjadi tempat tinggal manusia dan Allah. Semua orang tebusan akan memiliki tubuh seperti tubuh kebangkitan Kristus, yaitu yang nyata, dapat dilihat dan dapat dijamah, namun tidak dapat rusak dan bersifat abadi (Rom 8:23; 1Kor 15:51-54). Dalam Yes 65:17; 66:22 langit dan bumi baru hanya melambangkan pembaharuan di zaman Mesias. Dengan mengikuti pikiran Kristus, (bnd Mat 19:28; 2Pe 3:13), Paulus mempunyai pandangan lebih riil: seluruh alam ciptaan nanti dibaharui dengan dibebaskan dari perbudakan kebinasaan dan dirubah oleh kemuliaan Allah (Rom 8:19). Laut adalah tempat kediaman si Naga dan melambangkan yang jahat, juga akan lenyap ((bnd Ayub 7:12), seperti dahulu laut mundur terhadap bangsa Israel yang keluar dari negeri Mesir. Tetapi kini air laut akan lenyap untuk selama-lamanya di hadapan Israel baru yang merebut kemenangan, (bnd Yes 51:9-10; Maz 74:13,14; Ayub 26:12-13; Yes 27:1). Laut juga bisa disebut sebagai symbol pemisah, jadi ketika laut tidak ada lagi, menggambarkan bahwa tidak adal lagi pemisah antara Allah dengan umat-Nya.
  • Ay. 2-3, Yerusalem yang dimaksud disini adalah Yerusalem Sorgawi, Yerusalem Baru itu sudah ada di sorga (Gal 4:26). Yerusaem yang baru itu akan menjadi pusat pemerintahan Allah, dan Ia akan diam bersama umat-Nya untuk selama-lamanya (bnd. Im 26:11-12; Yer 31:33; Yeh 37:27; Za 8:8). Dalam Wahyu di sini Yerusalem itu dilihat di sorga, tempat rencana penyelamatan Allah terlaksana, dimana digambarkan pertunangan baru antara Yerusalem dan Allah, yang berlangsung dengan kegembiraan dan sukacita, itulah yang disebut sebagai perkawinan Anak Domba (Wah 19:7) (bnd Yes 65:18; 61:10; 62:4-6).
  • ·         Ay.4-5, Akibat dosa kita harus mengalami dukacita, kesakitan, kemurungan, dan kematian (Wahy 7:16-17; Kej 3:1-24; Yes 35:10; 65:19; Rom 5:12), namun dalam dunia baru itu semuanya akan hilang untuk selama-lamanya, karena hal-hal yang jahat dari langit dan bumi yang pertama telah lenyap sama sekali. Bahkan kita tidak akan mengingatnya lagi, orang percaya tidak akan mengingat lagi apa yang menyebabkan mereka berdukacita (Yes 65:17). Dengan kata lain, dalam bumi yang baru itu, segala sesuatunya menjadi baru sama sekali. (Ay.5)
  • Ay.6, Allah adalah yang awal dan yang akhir (Alpha dan Omega), tidak bermula dan tidak berujung, itulah gambaran Allah yang dinyatakanNya sendiri dalam ayat ini. Kemudian Dialah yang member air kehidupan kepada umat-Nya. Air lazimnya melambangkan hidup dan karenanya air (yang melimpah-limpah) dalam PL menjadi ciri khas zaman Mesias, sedangkan dalam PB air melambangkan Roh Kudus, (lih. Wah 7:17; Yoh 4:14)..
  • Ay.7, Allah sendiri menyatakan siapa yang akan mewarisi berkat-berkat dari langit dan bumi yang baru itu, yaitu mereka yang dengan setia bertahan sebagai orang-orang yang menang dalam Kristus. Gelar "Anak Allah" diberikan kepada Mesias sebagai Daud juga disebut Anak pada hari pelantikanNya, (2 Sam 7:14) dan semua orang percaya yang bertahan sampai pada kesudahannya (Mat 10:22b) akan diperanakkan menjadi Anak Allah (Maz 2:7).
Renungan
  • Nats ini mengingatkan kita bahwa pengharapan orang percaya bukan hanya di dunia hari ini, namun ada kehidupan lain yang kekal yang menjadi sasaran dan harapan kita yaitu Yerusalem baru, sorga yang kekal yang sudah dipersiapkan bagi orang-orang percaya setelah meninggalkan dunia fana ini.
  • Tetapi tidaklah otomatis semua orang akan masuk dalam Yerusalem baru itu, sebab hanya orang – orang percaya yang tetap setia kepada Kristus, yang berperilaku benar sebagai pengikut Kristus dan yang mampu memenangkan peperangan rohani melawan dunia ini, itulah yang akan menjadi pewaris dan menjadi warga kerajaan Allah, dimana Kristus memerintah dan menjadi Allah kita dan kita pun disebut sebagai anak-anakNya. AMIN.
sumber : alkitab.sabda.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML