Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 09 November 2011

Epistel Minggu 13 Nop 2011


 HIDUP KRISTEN YANG BENAR
Ep. Rom 12:12-21
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan

Pengantar

Pada dasarnya Roma 12 ini dibagi dalam 2 bagian, yaitu ay. 1-18 berbicara tentang persembahan yang benar dan ayat 9-21 adalah nasehat untuk hidup dalam kasih. Secara khusus nats ini 9ay. 12-21) berbicara tentang pedoman praktis bagi orang Kristen tentang bagaimana hidup dalam kasih sebagai buah dari iman kekristenan yang benar.


Penjelasan
  • Ay. 12, Ada tiga hal yang harus dimiliki orang Kristen yang benar, yaitu :
  1.  Memiliki pengharapan, orang Kristen harus mampu bersukacita walaupun dalam situasi yang sulit dan dalam penderitaan, sebab kita memiliki pengharapan. Paulus senantaisa bersukacita walaupun berada dalam penjara (Filipi 4:4), karena dia memiliki pengharpan bahwa pada waktunya dia akan menerima kemuliaan kekal walupun belum kelihatan, yang jauh melebihi  penderitaan yang kelihatan sekarang, yang hanya sementara itu (bnd 2 kor 4:17-18). Maka dengan demikian kehidupan orang Kristen tidak terbatas dalam ruang sempit realitas yang kelihatan dan sementara, tetapi memiliki pengharapan dalam melihat hal-hal yang tidak kelihatan dan memperhatikan hal-hal yang diatas, bulan hanya hal-hala yang di dunia ini.
  2. Memiliki kesabaran, Penderitaan yang datang dalam kehidupan orang percaya seringkali adalah untuk menguji iman kita kepada Tuhan. Mungkin kita sudah lelah menanggung beban penderitaan yang terjadi dalam hidup ini, tetapi apabila kita tidak bertahan maka iman kita bisa jatuh dan layu. Leh karena itu dibutuhkan kesabaran, yaitu ketekunan dalam menghadapi penderitaan itu. Kita harus tetap semangat dan berpikir positif dalam melakukan kehedak Allah serta mampu memaknai penderitaan itu dalam konteks kasih Tuhan. Melalui penderitaan, iman kita akan diuji, sehingga jika kita mampu menghadapinya maka kita menjadi orang yang tahan uji. Orang Kristen yang tahan uji memiliki konsistensi untuk tetap berdiri teguh dalam imannya, ada konsistensi dalam melakukan perbuatan yang baik dan senantaisa penuh kasih dalam segala waktu dan situasi. (bnd. Rom 5:3-5)
  3.  Memiliki ketekunan dalam doa, Berdoa adalah nafas iman orang Kristen, oleh karena itu ketekunan dalam doa mutlak menjadi bagian dari kehidupan Kristen. Melalui doa kita akan dijauhkan dari pencobaan-pencobaan (Mat. 26:41).
  • Ay. 13-18, Pada intinya seluruh ayat-ayat ini berbicara tentang perbuatan kasih. Ada beberapa hal yang kita lihat tentang bagaimana seharusnya orang Kristen harus hidup dalam kasih, yaitu :
  1. Membantu orang yang berkekurangan (ay.13)
  2. Mendoakan orang yang menyakiti kita (ay.14)
  3. Empati (merasakan perasaan orang lain) (ay. 15)
  4. Sehati sepikir (ay. 16)
  5. Membalas kejahatan dengan kebaikan (ay. 17)
  6.  Hidup dalam perdamaian dengan semua orang (ay.18), Semuanya itu adalah pedoman praktis yang harus dilakukan oleh orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari, karena itulah perwujudan ajaran Kristus yaitu Kasih.
  • Ay. 19-21, Kejahatan adalah hal yang pasti terjadi dalam dunia ini, dan kejahatan itu akan semakin merajalela ketika semua orang ingin memberlakukan hukum pembalasan (bnd Im. 24:20;Ul. 19:21). Hukum pembalasan tidak akan menghentikan kejahatan, justru akan menimbulkan praktek kejahatan yang baru. Satu-satunya cara meredam kejahatan adalah dengan kebaikan. Bahkan secara ekstrim dalam ay. 20 dikatakan  : “….jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum”, artinya kita harus senantiasa menunjukkan kasih, bahkan kepada musuh sekalipun. Dengan demikian, melalui kebaikan kita  mata mereka (orang yang berbuat jahat) akan terbuka dan akhirnya mereka akan menyadari perbuatannya.

Renungan
  • Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa, itulah pesan penting yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma pada saat itu, namun pesan yang sama juga masih sangat relevan kepada kita hari-hari ini. Ketika dunia tidak lagi memberikan harapan yang baik kepada manusia, kita diminta untuk tetap bersukacita, sabar dan senantiasa tekun dalam doa. Itulah sikap orang Kristen yang benar dalam menyikapi situasi sesulit apapun, sehingga kita tidak jatuh kepada keputus asa an.
  • Sementara itu, marilah kita praktekkkan kehidupan yang penuh kasih, terhadap semua orang, tanpa terkecuali. Bahkan kepada musuh dan kepada orang-orang jahat, sehingga mereka pun menyadari kesalahannya dan berbalik kepada jalan Tuhan. AMIN !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML