Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Sabtu, 26 Mei 2012

Khotbah Minggu 27 Mei 2012


Roh Kudus Membantu Kita

Ev. Roma 8 : 22-27, Ep. Kis 2:1-13
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Pengantar

Roh Kudus adalah pribadi Allah yang kita kenal dalam konsep Trinitas. Keberadaan Roh Kudus sudah ada sejak Penciptaan (Kej. 1:20). Dalam jaman PB, kehadiran Roh Kudus semakin nyata sejak Hari Pentakosta, ketika Roh Kudus turun kepada murid-murid Yesus berupa lidah-lidah api sehingga mereka memperoleh kuasa untuk berbicara dalam bebagai bahasa. (Kis. 2:1-13).
Kehadiran Roh Kudus ditengah-tengah dunia ini merupakan bukti bahwa Allah selalu hadir (Omni Present) dalam kehidupan manusia. Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, tetapi Allah senantiasa beserta kita sepanjang masa. Roh Kudus sebagai pribadi Allah hadir di dalam hati setiap orang (1 Kor 6:19). Roh Kudus menjadi penghibur, penolong, penasehat (parakletos) dalam kehidupan manusia. Roh Kudus juga mampu memberi kuasa (dunamos) kepada orang-orang percaya.
Dalam nats ini, kita melihat setidaknya ada tiga hal penting yang dilakukan Roh Kudus dalam kehidupan manusia, yaitu
-          Roh Kudus membantu manusia dalam kelemahannya (Ay. 22-23)
-          Roh Kudus menuntun manusia kepada pengharapan  (Ay. 24-25)
-          Roh Kudus berdoa untuk orang-orang kudus (Ay. 25-26)


Penjelasan
·         Ayat 22-23, Roh Kudus membantu manusia dalam kelemahannya
Adalah sebuah realita bahwa manusia (bukan hanya manusia), tetapi  segala mahluk sama-sama mengeluh dan merasa sakit ketika bersalin. Kenyataan itu menggambarkan bahwa dunia ini adalah tempat yang banyak keluhan, dan rasa sakit ketika bersalin menggambarkan bahwa untuk memperoleh apa yang kita harapkan kita mungkin harus mengalami penderitaan atau perjuangan. Keluhan dan Penderitaan itu bukan hanya dialami oleh “segala mahluk”, namun orang-orang percaya pun yang telah memperoleh pemberian istimewa dari Allah yaitu ‘karunia sulung Roh’ juga harus merasakan penderitaan itu. Namun penderitaan yang dialami oleh orang-orang percaya tidak akan berlangsung selamanya karena mereka memiliki pengharapan, yaitu menjadi anak-anak Allah, sebab Allah telah memberikan Roh-Nya sebagai jaminan (2 Kor. 5:5), dan Roh itu bertindak sebagai penghibur, pembimbing dan penolong dalam hidup sampai tubuh anak-anak Allah dibebaskan dari kuasa maut.
·         Ayat 24-25, Roh Kudus menuntun manusia kepada pengharapan 
Roh Kudus meneguhkan pengharapan anak-anak Allah akan keselamatan kekal pemberian Bapa. Pengharapn itu menumbuhkan semangat serta sifat pantang menyerah sekalipun realitas dunia ini begitu ‘parah’. Pengharapan Kristen tidak dapat dilihat secara kasat mata sebab pengharapan itu menyangkut kemuliaan yang belum ada di dunia ini, ia merupakan suatu ‘dunia baru’ yang akan dinyatakan kelak. Oleh karenanya, pengharapan itu membawa kita kepada ketekunan dan kesabaran, yang mengandung unsur perjuangan. Sebab ada pertentangan antara pengharapan dan kenyataan, sehingga dibutuhkan kesetiaan kepada Allah.[1]
·         Ayat 26-27, Roh Kudus berdoa untuk orang-orang kudus
Tanpa pimpinan Roh Kudus, kita tidak mungkin dapat menyampaikan keluh kesah kita kepada Allah dalam bentuk doa. Seorang teolog berkata : “tidak dibutuhkan kepandaian untuk berdoa”. Yoh 4:24 berkata :”Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Pada hakekatnya, manusia tidak mempunyai kemampuan dan kepintaran untuk berdoa, artinya manusia itu boleh saja tahu berdoa tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menyatakan keinginan kita dengan kata-kata yang memadai, padahal itulah cara yang sebenarnya harus dipakai dalam berdoa. Kata-kata itu harus sesuai dengan kemuliaan Allah, sebab berdoa kepada Allah harus dengan ‘bahasa ilahi’. Akan tetapi kita tidak mampu, sebab kata-kata kita dipenuhi noda, maka kita membutuhkan Roh Kudus sebagai Pengantara. Roh Kudus itu tinggal di dalam kita (1 Kor 6:19). Roh itu akan berdoa untuk kita kepada Allah. Dia akan melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan, yaitu berdoa kepada Allah. Roh berdoa untuk kita kepada Allah untuk keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Roh Kudus menuntun kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah, sehingga doa kita layak didengar oleh Allah.

Renungan
-          Dalam nats ini Paulus berbicara tentang tiga jenis keluhan : Keluhan “segala mahluk” (Ay. 22), keluhan orang percaya (Ay. 23) dan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (Ay. 26). "Segala mahluk" pasti mengalami penderitaan, oleh karena itu Allah telah memutuskan bahwa alam semesta itu sendiri akan ditebus dan diciptakan kembali. Akan ada langit baru dan bumi baru, pemulihan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah (2 Kor 5:17; Gal 6:15; Wahy 21:1,5). Hal itu terjadi ketika anak-anak Allah yang setia menerima warisan mereka sepenuhnya (Ay. 23)
-          Zaman ini semakin sulit dan penuh dengan tantangan, namun disitulah pengharapan anak-anak Allah mendapat tantangan. Iman yang teguh seringkali dijawab dengan realitas penderitaan. Tantangan dan Penderitaan yang datang bisa membuat lidah kita kelu, tidak mampu lagi mengucapkan kata-kata dan doa. Sehingga tidak jarang iman dan pengharapan kita gugur di tengah jalan.
-          Namun adalah suatu penghiburan! Melalui Roh Kudus, kita dapat berkomunikasi dengan Allah dalam doa, meskipun kita kesulitan dalam memahami kehendak Allah sebab Dia mengetahui keinginan kita. Ketika kita dalam kebimbangan atau mengalami tekanan berat, kita tidak perlu khawatir, jika kita tidak dapat menemukan kata-kata untuk menyatakan perasaan dan pikiran kita. Disaat kita tidak tahu lagi apa yang harus kita doakan, Roh Kudus “berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan.” AMIN



[1] http://pdtanthonytobing.blogspot.com/2012/04/roma-822-27-khotbah-pentakosta-27-mei.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML