Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 18 Mei 2012

Khotbah Minggu 20 Mei 2012

HIDUP DALAM JALAN ORANG BENAR
Ev.Mazmur 1:1-6
1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Ep. Kisah Para Rasul 1 : 15-26
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:
1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --.
1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.
1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."
1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.
1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Pengantar
Setiap orang pasti menginginkan kebahagian dalam hidupnya. Namun untuk memperoleh kebahagiaan manusia juga harus berusaha, sebab kebahagiaan tidak akan datang dengan sendirinya. Perjalanan hidup manusia selalu dihadapkan kepada bebagai pilihan, maka manusia itu harus mengambil keputusan yang tepat utnuk memperoleh apa yang diinginkannya.

Nats khotbah kita minggu ini juga menyatakan tentang adanya dua pilihan dalam hidup manusia yaitu hidup menurut jalan oang fasik atau hidup dalam jalan Tuhan. Kadang-kadang kita melihat ada kebahagiaan dalam hidup orang fasik,  sebab mereka hidup dengan kesukaannya sendiri, sementara orang yang hidup dalam jalan Tuhan seringkali justru mengalami penderitaan dalam hidupnya dan harus menjalani hidupnya dengan aturan-aturan Tuhan yang bagi sementara orang sangat sulit dilakukan.. Itu sebabnya, banyak orang memilih lebih baik hidup dalam kefasikan asal memperoleh kesenangan.
Sesungguhnya, mereka yang memilih hidup dalam kefasikan, hanya melihat kebahagiaan semu dari sisi kesenangan duniawi belaka, sementara orang yang memilih hidup dalam jalan Tuhan, selalu memandang jauh ke depan kepada kebahagiaan yang akan diperoleh bukan hanya di dunia ini, tetapi juga kebahagiaan kekal yang telah disediakan bagi orang-orang benar.

Penjelasan
  • Ay. 1-2, Nats ini menggambarkan perbandingan antara hidup orang yang benar dan hidup orang yang fasik. Orang benar atau orang yang hidup dalam jalan Tuhan ialah orang yang selalu hidup dalam kebenaran, kasih, ketaaatan kepada Firman Allah, dan tidak mau ikut dalam kehidupan orang fasik dan para pencemooh. yang kesukaanya berbuat dosa. Orang benar kesukaannya adalah Taurat Tuhan, artinya hidupnya selalu berjalan dalam kaidah-kaidah, hukum dan aturan sebagaimana yang dikehendaki  Tuhan. Berbanding terbalik dengan kehidupan orang fasik yaitu orang yang tidak tinggal dalam Firman Allah, yang kesukaannya adalah melakukan perbuatan dosa dan tidak mau berjalan dalam aturan-aturan dan hukum Tuhan. Orang fasik, orang berdosa, dan pencemooh ketiganya mewakili orang duniawi yang hidupnya tidak tinggal dalam Firman Tuhan. Dalam hidup ini, selalu ada manusia seperti ini. Dalam ayat ini, orang yang ingin hidupnya diberkati dan berbahagia, harus menolak ajakan, bujukan, dan tidak mengikuti langkah orang-orang fasik, berdosa, dan pencemooh (Pencemooh = orang yang mengejek; mencaci maki; mengolok-olok; lebih ditujukan kepada Tuhan). Lalu siapa saja yang disebut sebagai orang fasik menurut Alkitab :
  1. Orang bebal (Yes 32:6)
  2. Orang yang membenarkan diri/munafik. (Luk 18:11).
  3. Orang Serakah. (Yeh 33:31; 2 Pet 2:3)
  4. Orang Sombong (Mat 6:2,5,16; 23:5)
  5. Orang yang mencari-cari kesalahan orang lain (Mat 7:3-5; Luk 13:14,15)
  6. Orang yang pura-pura beribadah. (2 Tim 3:5)
  7. Orang yang mencari kesucian luar saja. (Luk 11:39)
  8. Orang yang mengajarkan tetapi tidak melakukan. (Yeh 33:31,32; Mat 23:3; Rom 2:17-23)
  9. Orang yang memuliakan Allah dengan bibir saja. (Yes 29:13; Mat 15:8)
  10. Orang yang bermegah dalam perkara lahir saja. (2 Kor 5:12)
  11. Orang yang kelihatan rajin dalam pekerjaan Tuhan. (Yes 58:2)
  12. Orang yang suka dihormati. (Mat 23:6,7)
  13. dll[1]
  • Ay. 3, Kehidupan orang benar tidak selalu serta merta membuahkan kebahagiaan, dengan kata lain orang yang sudah merenungkan firman Tuhan dan melakukannya tidak selalu langsung berbuah, tetapi harus menunggu waktunya untuk berbuah. Meski demikian jika kita menantikan dengan sabar dan tetap setia melewati proses yang harus kita dilalui, maka akn tiba waktunya untuk berbuah. Hal digambarkan seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Orang benar seperti pohon yang harus harus berakar, bertumbuh dan kadangkala harus dipangkas. Sebagaimana dikatakan dalam Kolose 2:7 :”Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”. Yakobus juga berkata :”Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yak 1:2-4).
  • Ay.4-6, Sementara itu, walaupun kelihatannya kehidupan orang fasik penuh dengan kesenangan dan hura-hura, seakan hidup mereka  penuh dengan kebahagian, namun Pemazmur menggambarkan kehidupan orang fasik itu dengan tiga hal yaitu :
  1. Hidupnya seperti sekam yang ditiupkan angin (ay.4). Artinya, bahwa hidup orang fasik sangat mudah diombang-ambingkan oleh situasi. Ketika angin atau badai kehidupan menerpa, mereka akan sangat mudah terbawa ke dalamnya dan hilang seketika. Berbeda dengan orang benar yang hidupnya didasarkan kepada batu karang yang teguh, yang tidak akan goyah walaupun badai menerpa hidupnya.
  2. Hidup orang fasik tidak tahan dalam penghakiman (ay.5), artinya ketika murka dan penghakiman Allah datang, mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, yang tidak tertahankan. Orang fasik takut dan tidak siap menghadapi penghakiman. Berbeda dengan orang benar yang dengan sukacita menghadapi   karena mereka yakin akan masuk dalam hidup yang kekal.
  3. Jalan orang fasik pasti menuju kebinasaan (ay.6). Bagian orang fasik adalah kebinasaan, sebab hukuman atas orang fasik adalah pasti, yaitu masuk dalam api kekal dimana ada penderitaan, kesengsaraan, ratap tangis dan pemisahan dari Allah dengan jangka waktu yang tidak terbatas. (bnd. Luk. 16:19-31). Berbeda dengan orang benar yang hidupnya pasti menuju surga kekal dimana tidak ada lagi penderitaan, air mata, maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wah. 21:4).
Renungan
  • Dunia ini selalu menawarkan kebahagiaan semu, yang hanya sementara, tetapi orang yang hidup dalam jalan Tuhan akan memeperoleh kebahagiaan kekal. Walaupun ketika berjalan dalam jalan Tuhan, seringkali kita mengalami tekanan, hambatan dan gangguan, namun kita memiliki pengharapan, sebagaimana Paulus katakan dalam Roma 8:18 :”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita”.
  • Seringkali kita menelan ludah ketika melihat kehidupan orang-orang fasik yang penuh dengan kemewahan, kekayaan dan kesenangan, namun kita harus menahan diri, sebab apa yang kita lihat dalam kehidupan mereka itu ibarat sekam, yang sebentar akan hilang tertiup angin, yang tinggal menunggu harinya untuk diperhadapkan kepada penghakiman (manusia), dan jikapun mereka lolos dari penghakiman manusia, mereka juga akan berhadapan dengan penghakiman Tuhan kelak.
  • Jika kita memilih untuk hidup dalam jalan Tuhan, itu karena kita menyadari bahwa sesungguhnya kita telah lebih dahulu dipilih oleh Tuhan untuk menjadi umat tebusanNya dan diangkat menjadi anak-anakNya. Oleh karena itu tetaplah setia dalam jalan Tuhan, jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan, sebab kebahagian akan senantiasa mengikuti jalan orang benar. AMIN


[1] http://pdjalantuhan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML