Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 04 Mei 2012

Khotbah Minggu 06 Mei 2012


SENANTIASA BERSUKACITA DALAM TUHAN

Filipi 4:4-7

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Pengantar

Jemaat Filipi adalah jemaat pertama yang didirikan Paulus di Eropa. Filipi terletak di Makedonia, sebuah provinsi kerajaan Roma. Surat Paulus Kepada Jemaat di Filipi  ini ditulis ketika Paulus berada di penjara. Hatinya pada  saat itu cemas karena ada pekerja-pekerja Kristen yang  menentangnya. Juga karena di dalam jemaat di Filipi itu ada  orang-orang yang mengajarkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.  Meskipun demikian surat Paulus ini bernada gembira dan penuh  harapan.

Surat Paulus kepada Jemaat Filipi ini banyak berisikan nasihat-nasihat dan dorongan supaya mereka berani dan tabah dalam menghadapi kesukaran. Selanjutnya Paulus menulis juga tentang kegembiraan dan sejahtera yang diberikan Allah kepada orang-orang yang hidup bersatu dengan Kristus. Paulus juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada jemaat di Filipi atas pemberian yang telah diterimanya dari mereka ketika ia berada dalam kesukaran (Fil. 4:10-20)
Nats kita minggu ini (Fil. 4:4-7) diberi judul perikop nasihat-nasihat terakhir, karena nats ini merupakan bagian terakhir dari nasihat-nasihat Paulus kepada orang-orang disebut sebagai kawan sekerja Paulus di Filipi, yaitu al : Euodia, Sintikhe kunasihati, Sunsugos, Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain. Sebelumnya, paulus sudah banyak memberikan nasihat kepada para jemaat Filipi supaya mereka mengikuti teladan yang diberikan Paulus dan supaya mereka senantiasa teguh berdiri dalam Tuhan (Fil.3:17-4:1)

Penjelasan Nats,

Dalam nats perikop ini, ada beberapa hal hal penting yang disampaikan oleh Paulus, yaitu tentang “sukacita,” “hal kekuatiran,” “doa” dan “damai sejahtera. Coba kita lihat satu persatu.
-          Ay.4, Bersukacitalah!
Paulus menasihatkan agar mereka senantiasa bersukacita! kapan pun dan dimana pun selalu bersukacita! Paulus memahami betapa banyaknya kesukaran yang dialami oleh para pekerja Tuhan dalam memberitakan injil, namun Paulus mengatakan supaya mereka tetap bersucakita. Mungkin secara akal sehat hal ini sulit kita lakukan, bagaimana mungkin ketika kita dihadapkan kepada persoalan, masalah dan kesukaran, masih tetap bersucaita? Tetapi Paulus menambahkan bahwa sukacita yang ia maksud adalah sukacita dalam Tuhan, artinya apabila kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam segala aktifitas kita, maka kita akan sanggup untuk melakukannya. Paulus sendiri sudah mengalami hal itu, ketika ia mengalami berbagai macam tantangan dan persoalan yang cukup berat, bahkan persoalan itu hendak merenggut nyawanya, namun ia tetap belajar untuk senantiasa bersukacita sebab ia tahu bahwa dibalik persoalannya, Tuhan pasti selalu menyertainya. Sehingga melalui pengalamannya tersebut, ia ingin menguatkan hamba-hamba Tuhan termasuk jemaat yang ada di Filipi melalui surat yang ditulisnya.
-          Ay. 5, Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
Paulus ingin mengatakan, supaya kebaikan selalu nyata dalam kehidupan para hamba Tuhan, sehingga jemaat dan orang-orang yang belum percaya boleh melihat keberadaan Tuhan lewat kehidupan para hamba-hambaNya. Ephorus Emeritus HKBP DR. Justin Sihombing pernah berkata “Jamitangku do ngolungku, Ngolungku do jamitangku” artinya seorang hamba Tuhan harus menghidupi firman Tuhan yang disampaikannya kepada jemaat. Hamba Tuhan harus hidup seturut dengan firman Tuhan yang pernah dikhotbahkannya, sehingga orang bisa melihat bahwa firman itu bukanlah hanya sekedar teori tetapi harus nyata dalam praktek kehidupan. Dengan demikian orang akan merasa bahwa Tuhan benar-benar ada dan dekat dengan mereka.
-          Ay. 6a, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga,
Tentang kekuatiran ini, Yesus juga pernah mengajarkannya dalam Mat. 6:25-34. Yesus berkata ;”Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai”. Yesus bahkan member contoh burung yang tidak menabur dan tidak menuai, tetapi tetap diberi makan oleh Allah, juga bunga-bunga di ladang, walaupun tidak pernah memintal tetapi bisa tumbuh dengan indah.  Yesus juga berkata bahwa kekuatiran tidak akan menambahkan sehasta saja jalan hidup manusia. Itulah yang ingin disampaikan Paulus kepada rekan-rekan sekerjanya di Filipi, supaya mereka tidak kuatir akan hidupnya, sebab Allah pasti akan memperhatikan kebutuhan mereka.
-         Ay. 6b, nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Doa adalah nafas iman orang Kristen, sehingga tanpa doa mustahil kita mendapatkan segala keinginan kita dari Tuhan. Yesus pernah berkata :"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”. (Mat. 7:7). Melalui doa, kita berkomunikasi dengan Tuhan dan itulah saat dimana kita boleh menyampaikan segala permohonan kita kepadaNya, namun dalam hal ini Paulus memberi syarat bahwa doa dan permohonan itu harus dengan ucapan syukur. Artinya, ketika kita berdoa, kita juga telah mengimani bahwa Tuhan telah mengabulkan doa kita, sehingga untuk itu kita harus senantiasa bersyukur. Dalam 1 Tes 5:18 Paulus berkata :”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Kita bersyukur bukan hanya ketika keinginan kita dikabulkan, tetapi juga harus tetap bersykur walaupun permohonan kita belum nyata, sebab kita percaya Allah membuat segala seuatu indah pada waktunya.(Pkbh 3:11)
-   Ay. 7, Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Damai sejahtera Allah adalah damai sejahtera yang tak terjangkau oleh akal budi manusia; damai sejahtera Allah mampu menguasai dan memelihata hati setiap orang dalam Kristus Yesus. Oleh karena itu, setiap orang yang ingin hidup bahagia dalam damai sejahtera harus hidup di dalam Kristus, melakukan semua aktivitasnya bersama Kristus. Yesus adalah pembawa damai, oleh karena itu, untuk memperoleh damai sejahtera itu, kita harus dekat dengan Dia, selalu bersama-sama dengan Dia dan senantiasa melekat dengan Dia. Kedamaian telah menjadi sesuatu yang langka hari-hari ini, namun jika kita tetap dekat dengan Kristus sang Juru Damai itu, maka damai sejahtera akan selalu menyertai kita.

Penutup & Renungan
  •  Tuhan mengasihi kita, oleh karena itu kita harus senantiasa hidup dalam sukacita, persoalan, pemasalahan dan kesukaran tidak dapat memisahkan kita dari kasihNya, oleh karena itu tetaplah setia dalam doa dan ketika kita berdoa, berdoalah dengan hati yang penuh ucapan syukur kepada Allah. Sebab kita percaya Allah sanggup memenuhi segala kebutuhan kita.
  • Maka dengan demikian, kita akan memperoleh damai sejahtera yang diberikan Allah, Damai sejahtera  yang melampaui pikiran dan akal manusia melalui persekutuan di dalam Kristus Yesus.
  • Bersukacita, tidak kuatir, sabar, berdoa dan damai sejahtera merupakan kebutuhan  jiwa manusia untuk menghadapi segala permasalahan hidup manusia. Nasihat Paulus ini bukanlah sekedar penghiburan atau nasihat semu yang bertujuan untuk menyenangkan hati, tetapi nasihat Paulus ini benar-benar berdasarkan pengalaman pribadinya dan sudah terbukti memampukan dia menghadapi berbagai ancama, tantangan dan hambatan dalam pemberitaan injil. Oleh karena itu, jika kita mengikuti nasihat Paulus ini, maka kita juga akan dimampukan untuk menghadapi berbagai persoalan hidup yang selalu ada disekitar kita setiap saat. “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa”. AMIN


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML