Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 06 April 2011

Khotbah Minggu 10 April 2011

Iman & Ketaatan kepada Tuhan harus teruji
Ev. Kejadian 22 :1-19.
22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Pengantar
Kata “mencoba” dalam ayat 1 lebih tepat jika kita artikan dengan kata “menguji”, lebih jelas dalam Alkitab BIS dikatakan “menguji kesetiaan”. Sebab kata “tempt  (KJV) atau mencobai bertentangan dengan Yak 1:13, yang mengatakan bahwa Allah tidak mencobai siapapun.  Pencobaan berasal dari iblis dengan maksud menjatuhkan manu­sia (Mat. 4:1-11), sedangkan Ujian diberikan oleh Allah, dengan maksud mengangkat / menguatkan kita. Itu sebabnya dalam terjemahan NIV/CEV disebutkan dengan kata “test”.
Abraham adalah tokoh Alkitab yang memiliki iman sejati dan ketaatan yang teruji. Sehingga dia disebut sebagai “ Bapa orang Percaya”. Ibrani 11: 8 menjelaskan “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui”.  Dalam ayat ini memberikan penjelasan bagi kita bahwa Abraham keluar dari negerinya yaitu Ur Kasdim menujuh ke tempat yang Tuhan janjikan, di mana tempat itu belum diketahuinya. Tetapi Abraham tetap berangkat hanya dengan modal iman dan ketaatan kepada perintah Tuhan saja.


Penjelasan
-       Ay 1, Ujian yang datang kepada Abraham adalah benar-benar ujian Tuhan, walaupun  ada anggapan bahwa tidak mungkin Allah menyuruh Abraham membunuh anaknya. Ini hanyalah sesuatu yang timbul dalam pikiran Abraham. Ia mengira bahwa Allah menghendakinya untuk membunuh anaknya. Tetapi anggapan seperti itu jelas merupakan anggapan yang salah, karena ay 1-2 ini jelas menunjukkan bahwa ujian itu datang dari Allah, karena Allah berfirman kepada Abraham, dan menyuruhnya untuk mengorbankan anaknya.
-       Ay.2, Allah menginginkan Abraham mempersembahkan Ishak anaknya menjadi “korban bakaran”. Dalam tradisi Yahudi cara memberikan ‘korban bakaran’ kepada Allah, adalah dengan menyembelih korban terlebih dahulu lalu, lalu dibakar di atas mezbah.
-       Ay 3, setelah mendengar perintah itu, keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ini menunjukkan bahwa ia tetap bisa tidur malam itu! Hanya dengan adanya iman dan ketaatan kepada Tuhan yang luar biasalah yang memungkin­kan orang bisa tidur pada saat seperti itu!. Abraham tidak banyak pertimbangan  dan alasan untuk menghindar dari perintah Tuhan. Abraham bukan hanya tidak menunda ketaatan, tapi ia bahkan tidak bertanya ‘mengapa Tuhan?’ Seorang penafsir berkata: “God’s behests are not to be questioned but executed” (= perin­tah-perintah Allah tidak untuk dipertanyakan, tetapi untuk dilaksanakan). [1]
-       Ay. 4-6, berhari-hari Abraham berjalan bersama Ishak dan para pembantunya menuju Bukit Moria. Cukup banyak waktu bagi Abraham untuk berubah pikiran namun Abraham tidak maju mundur dalam keputusannya untuk mentaati Tuhan.
-       Ay. 7-8, Pada ayat ini ada dialog antara Ishak dengan Abraham, dimana Ishak mengajukan pertanyaan yang pasti sangat menyakitkan dan memilukan bagi Abraham “Bapadi manakah anak domba untuk korban bakaran itu?".. Namun dengan yakin dan tenang Abraham menjawab “"Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Sukar dikatakan apakah jawaban Abraham ini adalah dusta, atau bahwa ia menjawab dengan iman.
-       Ay. 9-10, Abraham sungguh-sungguh mau melaksanakan perintah Allah. Ini menunjukkan bahwa  Abraham mengasihi Tuhan lebih dari semua!, Abraham ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan, dia tidak ragu sedikitpun ketika mengikat Isahak dan mengangkat pisau untuk menyembelihnya.
-       Ay. 11-13, Sampai disitu, Allah yakin akan kesetiaan dan ketaatan Abraham. Allah bukanlah Tuhan yang kejam yang tega melihat hambanya menderita dalam ketaatannya. Allah menghentikan tindakan Abraham yang mau menyembelih Ishak dan memberi seekor domba sebagai penggantinya.
-       Ay. 14-19, Abraham bersukacita karena ternyata sekarang dia tahu bahwa Tuhan hanya mengujinya, sehingga dia memberi nama itu “TUHAN, menyediakan” (Yehovah Yireh). Dan oleh ketaatan Abraham bukan hanya dia yang diberkati tetapi sampai kepada keturunannya.

Renungan :
Mari kita renungkan bagaimana tindakan Abraham dalam menghadapi ujian dari Tuhan?
1.    Mendengar dan taat terhadap perintah Allah (ay. 1-6).
Mendengarkan artinya membuka telinga rohani kita terhadap suara Tuhan,  taat artinya tunduk, patuh dan setia. Ketika Tuhan berfirman kepada Abraham, ”lalu sahutnya “ya Tuhan” di sini menjelaskan bahwa Abraham bersungguh-sungguh mendengarkan perkataan atau perintah Tuhan.Tuhan memerintahkan agar Abraham mengambil anaknya untuk dipersembahkan (ay.2). Mengapa harus anaknya, bukankah Ishak adalah anak satu-satunya Abraham. Sebagai satu-satunya ahli waris seluruh harta Abraham. Dalam ayat 2 berbunyi “ Firman-Nya :”ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi ….”. kata “yang engkau kasihi” ini dalam KJV menjelaskan lebih mendalam yaitu “thou lovest” artinya yang engkau “paling kasihi” berarti kalimat ini menggabarkan bahwa Abraham memiliki kasih yang lebih terhadap Ishak, anaknya. Mungkin karena Ishak adalah anak tunggal dan satu-satunya ahli waris harta Abraham dan yang didapat pada usia tuanya. Jadi sewajarnya kalau Abraham memberikan perhatian dan kasih yang sayang lebih terhadap Ishak, walaupun Allah menginginkan supaya Abraham mempersembahkan anaknya itu. Untuk itulah Tuhan memakai Ishak sebagai ujian bagi ketaatan dan kesetian Abraham kepada Tuhan. Abraham bisa saja kecewa mendengar permintaan dan perintah Tuhan tersebut tetapi ia lebih memilih untuk taat dan melakukan perintah Allah dengan penuh kerendahan hati. Dalam 1 Samuel 15:22 menjelaskan bahwa “…sesunggunya mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan”. Saul melakukan tindakan yang salah, melakukan korban sembelihan bukan atas perintah Tuhan. ia tidak sabar menantikan kedatangan Samuel untuk melakukan korban sembelihan sebab pada saat itu yang bisa melakukan korban bakaran bagi Tuhan adalah imam atau nabi. Oleh sebab itu betapa pentingnya kita harus hidup taat. Karena hidup taat bukanlah pilihan yang harus kita pilih tetapi hidup taat adalah perintah Tuhan yang harus ditaati dan lakukan. Harold D.Gingerich mengatakan bahwa “Allah lebih senang melihat kita hidup dalam kataatan kepada Firman-Nya dan dan pimpinan Roh Kudus, dari pada kita mempersembahkan korban dalam pelayanan Kristen. Bagi Dia, ketaatan kita lebih penting dibandingkan apapun juga”. [2]
2.    Memiliki iman yang ber-pengharapan (ay. 7-14).
Iman adalah Anugerah Tuhan, dan di dalamnya terdiri dari unsur  percaya/mempercayai dan mempercayakan, Pengharapan adalah sesuatu yang dinantikan, diharapkan untuk terjadi. Jadi Iman yang berpengharapan adalah “percaya kepada Allah dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya, sambil menantikan pertolongan-Nya terjadi dalam kehidupan kita”. Ketika Ishak bertanya kepada Abraham bahwa “disini sudah ada api dan kayu tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu”?. Apa jawab Abraham “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku” (ay.7-8). Jawaban Abraham merupakan kata-kata yang penuh keyakinan dan pengharapan.. Abraham memiliki Iman yang sejati, iman yang tak tergoyakan.
Karena iman Abraham ia tidak segan-segan untuk mempersembahkan anaknya ketika Ia hendak mengulurkan tangannya untuk menyembelih anaknya, pada saat itu jugalah Tuhan mengetahui isi hati Abraham bahwa ia hidup takut akan Tuhan dan mengasihi-Nya lebih daripada segalanya. Dalam Alkitab terjemahan sehari-hari (BIS) mejelaskan bahwa “Sekarang Aku tahu bahwa engkau hormat dan taat kepada-Ku, karena engkau tidak menolak untuk menyerahkan anakmu yang tunggal itu kepada-Ku."(ay. 12b). Jhon Wesley menjelaskan ayat ini bahwa “Tuhan telah mengetahui hati Abraham bahwa ia memiliki hati yang takut akan Allah dan mengasihi Tuhan lebih daripada yang lain, dan hal itu memberi bukti yang mengesankan tentangnya bagi Allah, sebab ia lebih memilih tunduk pada otoritas Tuhan”. Karena Tuhan telah melihat semuanya itu Ia melarang Abraham untuk mempersembahkan anaknya itu. Lalu memberikannya seekor domba baginya sebagai korban bakaran pengganti Ishak. Jadi orang yang memiliki iman yang berpengharapan serta mengasihi Tuhan lebih daripada segalanya akan mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Meskipun hal itu sulit dilakukan bahkan awalnya menimbulkan kekecewaan bagi kita, namun perlu kita yakin bahwa Tuhan selalu menyediakan dan memberikan berkat-berkat-nya tepat pada waktunya.

Bagaimana dampak daripada Ketaatan Abraham?
-       Abraham Menerima janji berkat yang melimpah dari Tuhan (ay.15-19)
Setelah Tuhan melihat ketaatan daripada Abraham, Tuhan tidak hanya memberikan seekor domba sebagai korban bakaran pengganti Ishak, tetapi Tuhan menjanjikan berkat yang melimpah-limpah baginya dan bagi keturunannaya. Dalam janji Tuhan ada suatu jaminan yang diucapkan bagi Abraham. KataNya: “Aku bersumpa demi diri-Ku”, (ay.16). sumpah ini diucapkan Tuhan terlebih duluh sebelum mengucapkan janji-janji yang diberikan bagi Abraham dan bagi keturunannya. Siapakah keturunannya itu? yaitu setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus. Tujuan daripada sumpa yang diberikan itu adalah untuk menguatkan janji Allah dan sumpa itu merupakan jaminan janji-Nya bagi Abraham, bahwa Ia pasti menepati janji-Nya itu.
Oleh sebab itu, Tuhan telah memberikan iman kepada kita supaya kita hidup taat dan memiliki pengharapan dalam Tuhan. Karena jika kita sudah melakukan semua kewajiban kita maka kita akan melihat dan menerima berkat-berkat Tuhan melimpah dalam setiap kehidupan kita. Sebagaimana janji Tuhan dalam Matius 6:33 bahwa “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Hal ini penting dan harus menjadi pegangan dalam kehidupan kita bahwa jika kita sudah mendahulukan Tuhan maka Tuhan tidak akan tinggal diam tetapi Ia akan memberkati saudara dan saya dengan melimpah. Sebab inilah yang menjadi keyakinan kita bahwa Tuhan tidak pernah lalai dalam menepati janji-janjin-Nya.

Penutup
Abraham menerima berkat yang luar biasa dari Tuhan, karena ia taat dan menga­sihi Tuhan di atas segala sesuatu. Ia mau dan rela memberikan yang terbaik kepada Tuhan Ia melakukan perintah Tuhan tanpa keraguan dan pertimbangan macam-macam. Marilah kita hidup seperti Abraham “Bapa orang Percaya”.
Nats ini juga menjadi renungan bagi kita menjelang peringatan Paskah, dimana Allah menyerahkan anakNya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus untuk disalibkan, mati dan dikuburkan untuk penebusan dosa kita. AMIN


[1] www.golgothaministry.org
[2] www.dhidhe15.blogspot.com/.../mentaati-dengan-iman-kejadian-221-19.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML