Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 15 Desember 2010

JANJI KESELAMATAN DARi ALLAH

KHOTBAH MINGGU ADVENT IV
MINGGU, 19 DESEMBER 2010

Ev. : Sefanya  3 : 9 – 13, Ep. : Lukas 1 : 46 – 55
3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.
3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.
3:11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.
3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,
3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.

Pengantar
Nabi Zefanya adalah keturunan raja Hizkia, seorang nabi yang menyampaikan pesannya pada tahun-tahun terakhir abad ke-7 SM, kira kira dalam dasawarsa sebelum pemerintahan Yosia melalukan perbaikan di bidang agama pada tahun 621 SM. Isi Buku Zefanya antara lain mengenai ancaman akan datangnya malapetaka dan kehancuran sebagai hukuman akibat dari penyembahan dewa-dewa oleh bangsa Yehuda. Yerusalem akan dihancurkan, tetapi akan ada saatnya kota itu dibangun kembali dan dihuni oleh orang-orang yang jujur  dan taat kepada Tuhan.
Kitab Zefanya terbagi atas 3 bagian penting yaitu :
-          Hari Penghakiman Tuhan (1 : 1-2;3)
-          Kutukan atas Negara-negara tetangga Yehuda (2:4-15)
-          Yerusalem dihukum dan diselamatkan ( 3:1-20)
Nats khotbah minggu ini ada dalam bagian ketiga yaitu tentang Janji Keselamatan Yerusalem (ay.9-20).

Keterangan
Pesan yang ingin disampaikan nabi Zefanya adalah nubuatan  tentang Kedatangan “Hari Tuhan” yang akan membawa kehancuran bangsa Yehuda, walaupun demikian Zefanya juga memberi harapan tentang Keselamatan Israel jika mereka mau membuka hati dan pikirannya kepada pertobatan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Allah cemburu melihat bangsa Israel yang sudah menduakan Tuhan dengan menyembah berhala.
Dalam Nats ini jelas ditunjukkan masa eskatologis, yaitu  kesiapan bangsa Israel menerima janji keselamatan melalui pertobatan yang harus mereka aplikasikan dalam kehidupannya yaitu :
-          Bibir yang bersih  (ay.9)
Orang yang ingin menerima janji keselamatan haruslah hidup dengan ucapan dan pekataan yang jujur dihadapan Allah. Dalam Yesaya 6:5 dikatakan “Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam” dan Amsal 18 : 21 berkata :”Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”. Orang yang memanggil nama Allah harus menjaga lidahnya supaya kudus. Banyak orang terjebak oleh ucapan atau perkataannya sendiri karena tidak bisa menguasai bibir dan lidahnya. Hendaklah setiap orang berpikir dulu akibat dari perkataannya sebelum diucapkan, kalau memang tidak penting atau mungkin bisa menyakiti orang lain, lebih baik tidak diucapkan. Matius 15:18-19 berkata "Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat”. Allah menciptakan manusia dengan segala kelengkapan tubuh termasuk bibir dan lidah, tentu saja dimaksudkan untuk dipakai memuliakan Tuhan.  Resiko dari perkataan yang kita ucapkan akan kita pertanggung jawabkan kelak, seperti tertulis dalam Matius 12: 36-37 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”.
-          Bangsa yang tercerai berai akan bersatu kembali memuji Tuhan  (ay.10)
Ay.10 ini jelas menggambarkan bahwa kemuliaan dan kekudusan Allah akan menyatukan bangsa yang tercerai berai. Bukan hanya bangsa yang datang dari pembuangan, namun juga termasuk yang datang dari luar Israel (Etiopia). Allah dengan setia menunggu pertobatan orang-orang berdosa  itu meninggalkan jalan-jalannya yang jahat, kembali kepada kebenaran Allah. Allah menginginkan semua bangsa kembali dan berbalik kepadaNya. Filipi 2 : 10-11 berkata : “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”
-          Menjadi orang yang rendah hati (Ay.11-12).
Orang yang hidup dalam kerendahan hati akan menjadi tempat kediaman Allah, dan akan mendapat berkat dari Tuhan. Orang yang rendah hati akan melakukan perbuatan-perbuatan kasih dan kemauan untuk menjadi pekerja-pekerja Allah. Tubuh kita adalah bait Allah yang kudus, sehingga kita harus hidup dalam kerendahan hati dan kekudusan. 1 Korint 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”. Oleh karena, kecongkakan, kesombongan dan meninggikan diri tidak layak ada dalam Bait Allah, mengotori Tubuh kita dengan kesombongan dan kecongkakan sama saja mengotori dan menghina Bait Allah, sebab hanya Tuhanlah yang patut ditinggikan (Mat. 23: 12; Luk. 14 : 11; 2 Kor. 12: 7)
-          Yerusalem yang Baru. (Ay. 13)
Dalam yerusalem baru yang telah diselamatkan , Sisa-sisa bangsa Israel setelah pembuangan akan dikuduskan. Mereka tidak lagi menyembah berhala dan dewa-dewa. Mereka akan hidup dalam kebenaran dan sukacita. Disana tidak ada lagi kelaliman, penipuan, dan kebohongan. Yang ada hanyalah ketenangan dan kenyamanan yang digambarkan bagaikan domba yang sedang makan rumput dan tidak ada yang menggangunya.
Ay. 13 ini mengandung makna eskatologis tentang suasana Yerusalem baru, dimana setiap orang percaya yang mau bertobat dan setia kepada Allah akan mendapatkan tempat di Yerusalem baru. Disana tidak ada penderitaan dan tangisan, sebagaimana digambarkan dalam Wahyu 21:4Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu”.

Penutup.
Kita sudah memasuki Minggu Advent IV, Minggu terakhir sebelum kelahiran Yesus Kristus. Selama Advent kita dituntun untuk menyiapkan diri menyambut kedatanganNya (kedua kali), tentu saja kita tidak boleh berdiam diri tetapi perlu ada progress melalui pertobatan dan melakukan perbuatan-perbuatan yang benar sesuai dengan kehendak Allah serta tetap setia mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita.  Sehingga dengan itu kita menjadi layak diselamatkan menjadi pewaris dalam Yerusalem yang Baru. Amin
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML