Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 01 September 2010

Sermon Epistel Minggu XIV setelah Trinitatis 05 September 2010 :


PERJANJIAN ABRAHAM DAN ABIMELEKH

EPISTEL : KEJADIAN 21 : 22 – 34
KHOTBAH : KIS RASUL 10 : 28 – 34


NATS EPISTEL : KEJADIAN 21 : 22 – 34
21:22 Pada waktu itu Abimelekh, beserta Pikhol, panglima tentaranya, berkata kepada Abraham: "Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
21:23 Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing."
21:24 Lalu kata Abraham: "Aku bersumpah!"
21:25 Tetapi Abraham menyesali Abimelekh tentang sebuah sumur yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.
21:26 Jawab Abimelekh: "Aku tidak tahu, siapa yang melakukan hal itu; lagi tidak kauberitahukan kepadaku, dan sampai hari ini belum pula kudengar."
21:27 Lalu Abraham mengambil domba dan lembu dan memberikan semuanya itu kepada Abimelekh, kemudian kedua orang itu mengadakan perjanjian.
21:28 Tetapi Abraham memisahkan tujuh anak domba betina dari domba-domba itu.
21:29 Lalu kata Abimelekh kepada Abraham: "Untuk apakah ketujuh anak domba yang kaupisahkan ini?"
21:30 Jawabnya: "Ketujuh anak domba ini harus kauterima dari tanganku untuk menjadi tanda bukti bagiku, bahwa akulah yang menggali sumur ini."
21:31 Sebab itu orang menyebutkan tempat itu Bersyeba, karena kedua orang itu telah bersumpah di sana.
21:32 Setelah mereka mengadakan perjanjian di Bersyeba, pulanglah Abimelekh beserta Pikhol, panglima tentaranya, ke negeri orang Filistin.
21:33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.
21:34 Dan masih lama Abraham tinggal sebagai orang asing di negeri orang Filistin.

NATS KHOTBAH : KIS RASUL 10 : 28 – 34
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."
10:30 Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan
10:31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.
10:32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.
10:33 Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu."
10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang

PENDAHULUAN
Pada waktu Abraham tinggal di Gerar, dia kembali menyuruh Sarah  berbohong seperti yang ia lakukan di Mesir dulu (Kej.12:11–13). Dia menyuruh Sarah mengaku sebagai saudarinya  Abraham, sebab dia takut dibunuh orang karena kecantikan istrinya itu, itu sebabnya Sarah mengaku sebagai saudarinya  Abraham . Namun Allah tetap melindungi Sarah dan Abraham. Allah datang kepada Abimelekh melalui mimpi dan berkata supaya jangan mengganggu Sarah, Jika Abibelekh mengangu Sarah maka dia dan keluarganya akan mati.  Allah memerintahkan Abimelekh untuk mengembalikan Sarah dan meminta maaf kepada Abraham.
Kemudian Abimelekh memanggil seluruh anak buahnya dan memberitahukan mimpinya, serta memerintahkan untuk tidak mengganggu Sarah.  Abraham pun dipanggilnya, dan dia minta maaf kepada Abraham walaupun tetap menyalahkan Abraham karena telah membohonginya mengenai status Sarah. Namun Abraham menjawab  "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku” (Kej. 20:11)
Sebagai bentuk penyesalannya Abimelekh mengembalikan Sarah dan memberikan ternak dan hambanya kepad Abraham ditambah 1000 sykal perak. Juga diberikan kebebasan kepada Abraham untuk tinggal wilayah kekuasaan Abimelekh.

PENJELASAN
Sebelum nats ini, telah dikisahkan tentang kelahiran Ishak dan tentang pengusiran Hagar dan si Ismael dari rumah Abraham. Kisah tersebut dilanjutkan dengan Perjanjian Abraham dengan Abuimelekh.  Abimelekh mendatangi  Abraham sebab dia melihat  Abraham selalu dilindungi dan diberkati Allah.  Seandainya terjadi masalah, Abimelekh melihat tidak ada satu pun kemenangannya menghadapi Abraham  yang disertai Allah.
Memang, Abraham sudah memiliki hak untuk tinggal di wilayah kekuasaan Abimelekh, namun Abimelekh khawatir jangan-jangan  suatu saat Abraham bersaing dengan dia untuk memperebutkan kerajaannya, Itu sebabnya Abimelekh datang menemui Abraham bersama panglimanya meminta supaya ada satu ikatan perjanjian diantara mereka, sehingga dia berkata  “Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku di sini demi Allah, bahwa engkau tidak akan berlaku curang kepadaku, atau kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku; sesuai dengan persahabatan yang kulakukan kepadamu, demikianlah harus engkau berlaku kepadaku dan kepada negeri yang kautinggali sebagai orang asing." (Kej. 21:23).
Abraham Bersedia membuat  perjanjian tersebut demi kebaikan mereka bersama, namun kesempatan itu digunakan oleh Abraham untuk meminta satu syarat yaitu agar Abimelekh memerintahkan anak buahnya mengembalikan sumur yang sebelumnya dirampas oleh anakbuah Abimelekh tanpa sepengetahuannya,   hal tersebut disetujui oleh Abimelekh dan kemudian sumur itu dinamai “Bersyeba” artinya Sumur Perjanjian.
Setelah Abimelekh pulang, Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.
Itulah satu pohon yang menjadi semacam tugu peringatan tempat Abraham menyembah Allah yang telah melindunginya.
Walaupun secara secara politik dan militer Abimelekh lebih unggul dari  Abraham, tapi dia terpesona dengan penyertaan Allah dalam hidup Abraham, itulah sebabnya dia meminta sebuah perjanjian sebagai peneguhan formil persaudaraan di antara mereka. Juga melalui peneguhan perjanjian  tersebut dia ingin melindungi keluarga dan keturunannya  agar tetap berdamai dengan keturunan Abraham di kemudian hari.

APLIKASI
Walaupun kita tinggal sebagai orang asing / perantau di suatu tempat, kita tetap harus menunjukkan jatidir kita senagai orang Kristen dan iman kita kepada Tuhan dan segala perbuatan kita harus mencerminkan kehidupan orang Kristen yang benar. Kita harus tunjukkan bahwa kita tetap dalam penyertaan dan perlindungan Allah dan harus menunjukkan kasih Allah didalam setiap keadaan dan cara hidup kita. Dengan demikian orang akan merasa segan dan hormat kepada kita sebagaimana Abimelekh kepada Abraham.  Dia tahu  Abraham bersekutu dengan Allah, sehingga Abimelekh pun takut kepada Allah.
Jika orang segan dan hormat kepada kita maka hak-hak kita sebagai warga Negara maupun sebagai warga gereja dan masyarakat pasti dapat kita peroleh kembali dengan cara yang baik seperti Abraham mendapat sumur Bersyeba walaupun sebelumnya sudah dirampas oleh anak buahnya Abimelekh.
Di dalam proses kehidupan kita juga tidak boleh lupa bersyukur kepada Tuhan, sebagaimana  Abraham yang mengabadikan perjanjian itu dengan menanam sebuah pohon sebagai tugu peringatan untuk menyembah Allah.
Melaui sikap hidup kita semua orang boleh tahu dan melihat bahwa Allah melindungi dan menyertai kita senantiasa. AMIN




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML