Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 30 April 2010

SUKACITA


Filipi 4 : 4 :Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Sdr. Hari-hari ini, Sukacita sepertinya menjadi semacam barang langka di dunia ini, sehingga manusia mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Ada yang mencari sukacita ke tempat-tempat hiburan, Narkoba, Minuman keras. Katanya dengan itu mereka akan bisa melupakan segala kesusahan, penderitaan, beban pikirannya dll. Walaupun semua orang tahu sukacita yang didapatkan melalui duni seperti itu adalah sukaita semu yang hanya sementara.


Ada 3 macam sukacita :
-          Sukacita Jasmani, yang kita dapatkan jika kebutuhan materi/jasmani kita terpenuhi Mis : Kekayaan, Harta, dll
-          Sukacita emosional, yang didapatkan jika Kebutuhan emosional kita terpenuhi, Mis : Ketenangan, Kenyamanan, Perasaan dihargai, dihormati dsb
-          Sukacita Batiniah, Sukacita yg lahir dari batin kita, yang tidak dipengaruhi oleh materi, harta, kesenangan. Sukacita inilah yang dirasakan oleh Paulus ketika menulis surat ke Jemaat di Filipi. Ketika itu Paulus berada di dalam Penjara, namun secara Batiniah dia bersukacita dan mau berbagi sukacita itu kepada orang lain.
Sdr. Sukacita jasmani dan sukacita emosional akan hilang seiring dengan hilangnya kekayaan dan kesenangan yang sementara itu, sukacita yang dua ini bisa dicuri dan diambil orang lain, namun sukacita batiniah kita tidak akan hilang oleh apapun karena itu adalah sukacita yang datang dari Tuhan. Sukacita Batiniah ini tidak didapatkan dari hal-hal yang materilasitis atau dari psikoterapi, tetapi hanya didapatkan dari penyerahan diri kita kepada Tuhan.
Sukacita yang dari Tuhan adalah keputusan, bukanlah sukacita yang dilahirkan oleh suatu keadaan. Sukacita ini harus kita kembangkan, bagaimana caranya :
1.       I Tes 5:18 : Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Jadi yang pertama adalah kita harus mengembangkan Sikap Bersyukur. Memang kita tak perlu bersyukur untuk segala keadaan, namun di dalam semua keadaan. Ucapan syukur merupakan  pernyataan emosi yang menyehatkan. Orang yang selalu bersyukur adalah orang yang berbahagia. Kita harus bisa melihat bahwa dalam setiap keadaan yang paling sulit sekalipun selalu ada hal-hal yang patut disyukuri. Orang yang bersyukur selalu berpikir positif.
2.       Kisah 20:35 ; Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
Yang kedua kita harus menggali sukacita dengan cara memberi. Memberi atau menolong tidak harus menunggu sampai kita punya kelebihan, tetapi akan sangat indah apabila kita bisa memberi dari kekurangan kita. Apabila melalui pemberian kita orang lain bisa terbantu, itu akan menjadi sukacita yang amat besar bagi kita.
3.       Bersukacita melalui pelayanan. Kita semua adalah hamba Tuhan, bukan hanya Pdt, St, Diaken, dll, namun setiap orang Kristen adalah hamba Tuhan yang mau melayani. Sukacita timbul ketika kita tidak berfokus pada diri sendiri. Ada banyak cara dan tempat pelayanan yang sedang menanti orang-orang seperti kita. Apakah itu di gereja, di masyarakat, dan di dalam keluarga. Jika oleh pelayanan kita orang lain dikuatkan, diteguhkan dan bersukacita, maka itu juga akan menjadi sukacita kita.
4.       Mengembangkan sukacita dengan menjadi saksi Kristus, Luk 15 : 10 : “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." Perilaku hidup kita yang rohani akan menjadi kesaksian yang hidup yang bisa membuat orang melihat Kritus dalamhidup kita. Perilaku kita di dalam keluarga, lingkungan pekerjaan, masyarakat, Punguan, gereja dll akan mencerminkan sipa kita sebenarnya. Apabila kita bisa menunjukkan perilaku Kristen yang benar dalam setiap segi kehidupan kita, akan menyentuh hati orang lain untuk menjadi percaya kepada Kristus, mungkin akan ada orang yang bertobat karena melihat sikap hidup kita yang rohani, maka bukan hanya kita yang bersukacita karena itu bahkan malaikat juga.

Selanjutnya kalau sukacita itu sudah kita kembangkan sedemikian rupa, bagaimana kita mendapatkan sukacita itu dalam hidup kita :
1.       Maz 16:8-9 : Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.
Berarti sukacita itu kita dapatkan semata-mata adalah karena penyertaan Tuhan. Kita tidak akan mendapatkan sukacita jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri
2.       Yoh. 15 : 10-11: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”
Sukacita kita dapatkan jika kita memelihara perintah Allah, bagaimana kita memlihara perintah Allah, yaitu dengan mengembangkan sukcaita dalam hidup kita.
3.       Gal. 5 : 22 : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan
Sukacita adalah karunia Roh kudus, bukan pemberian dunia ini.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML