Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 01 Maret 2012

Khotbah Minggu 4 Maret 2012


KONSEKWENSI MENGIKUT  YESUS
Ev. Markus 8:31-38
31Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
32Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
33Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
34Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
35Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
36Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
37Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
38Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

Ep. Mazmur 22:23-32
23(22-24) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!
24(22-25) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.
25(22-26) Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.
26(22-27) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
27(22-28) Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
28(22-29) Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
29(22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
30(22-31) Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
31(22-32) Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.

Pengantar

Sebelumnya, dalam ay. 29 nats ini, ketika Yesus bertanya “Siapakah Aku ini?”, Petrus menyebut bahwa “Yesus adalah Mesias”. Artinya, Petrus mengakui bahwa Yesus adalah raja bangsa Israel, Kristus dan Anak Allah. Namun pengertian Petrus tentang sebutan “Mesias” keliru, sebab pemahaman Petrus dan murid-murid yang lain adalah dalam pengertian duniawi. Mereka menganggap Yesus adalah Mesias juruslamat bangsa Israel duniawi, yang akan menyelamatkan bangsa itu dari penjajahan Romawi. Harapan mereka, Yesus akan menjadi raja yang perkasa, yang akan menang mengalahkan musuh-musuhnya dan setelah kemenangan itu, barang siapa yang mengikut dia akan memperoleh kemuliaan duniawi.
Itu sebabnya dalam nats ini, Yesus ingin mengoreksi persepsi mereka yang keliru tentang diriNya. Ia mangajar bahwa jika mengikut Dia, bukannya menerima kemuliaan di Israel, malah seluruh pemuka agama akan menolak Dia. Mereka akan bangkit menentang-Nya, bahkan membunuhNya. Oleh karena itu Yesus mengajar mereka pemahaman yang benar tentang mengikut Dia sebagaimana kita lihat dalam nats ini.
Dalam nats ini kita melihat ada 3 hal yang penting yang disampaikan oleh Yesus kepada murid-muridNya (termasuk juga kepada kita saat ini), yaitu bagaimana kita bisa menjadi murid (pengikut) Yesus, yaitu menyangkal diri, memikul salib dan m,engikut Yesus.


Penjelasan
  • Ay.31, Yesus mulai mengajarkan murid-muridNya tentang diriNya. Pada waktu itu Yesus sangat populer di kalangan rakyat, antusiame orang banyak untuk mengikut Yesus sangat besar (walaupun dengan motivasi yang keliru). sehingga murid-muridNya bangga sebagai pengikut Yesus. Namun Yesus berkata, "bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari”. Artinya, antusiame orang banyak saat ini akan segera berubah. Penolakan yang masih dilakukan secara terselubung akan segera menjadi penentangan terbuka. Yesus akan mengalami penderitaan, bahkan dibunuh.
  • Ay. 32-33, Namun Petrus tidak suka dengan apa yang didengarnya. Lalu dia mulai menegur Yesus, dia merasa pernyataan Yesus tersebut akan melemahkan posisi mereka, kebanggaan mereka terhadap Yesus sebagai raja yang perkasa akan sirna begitu saja, jika Yesus harus mati dibunuh. Dengan kata lain Petrus menegor Yesus : ”Janganlah berkata seperti itu di depan murid-murid dan orang banyak, perkataan itu akan berpengaruh negatif kepada para pengikut Yesus”. Namun oleh karena itu, Petrus justru mendapat teguran keras dari Yesus : "Enyahlah iblis - musuh dan lawan-Ku, karena kamu tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia. Caramu berpikir sangat duniawi, itu bukanlah jalan pikiran Allah." Yesus menyebut Petrus dengan sebutan “iblis”, bukan menunjuk kepada pribadi Petrus, tetapi pemahaman Petrus yang keliru tentang Yesus, adalah karena pengaruh iblis yang sedang merasuki alam pikirannya.
  • Ay. 34, Lalu Yesus melanjutkan pengejarannya kepada murid-muridNya dan kepada orang banyak. Yesus berbicara tentang bagaimana konsekwensi orang yang mengikut Dia. Jika Dia harus menderita di atas kayu salib, maka para pengikutNya juga akan mengalami penderitaan karena Dia. Sebab, sebagai pengikut, tentu harus mengambil jalan yang sama dengan yang diikutinya.  Dalam hal mengikut Dia, Yesus berbicara tentang hal meyangkal diri dan memikul salib.  
  • Ay. 35, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya." Kehilangan nyawa berbicara tentang pengorbanan, dan pengorbanan adalah bagian dari menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus. Memikul salib berbicara tentang penderitaan, salib adalah symbol penderitaan menuju kematian, namun Yesus berkata, : “Barangsiapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”, artinya jika kita mengira bahwa hidup kita akan selamat dengan tidak memikul salib, maka itu adalah kekeliruan, sebab justru dengan tidak mau memikul salib, kita sedang menuju kepada kebinasaan.
  • Ay. 36, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya?”. Banyak orang yang mengira bahwa hidupnya akan aman dan selamat jika sudah memperoleh apa yang ada dalam dunia ini. Apa yang ada dalam dunia ini? Yaitu : kekayaan, kehormatan, kekuasaan, dll. Banyak orang berpikir bahwa mereka sudah aman jika memiliki kekayaan dan harta berlimpah, padahal jika kekayaan mereka dibandingkan dengan kekayaan yang ada di dunia ini, itu masih sangat kecil. Jika uang menjadi ukuran kekayaan, maka jumlah uang di dunia ini sedemikian besarnya sehingga jika kita memiliki uang miliaran, sebenarnya itu hanya sebagian kecil dari kekayaan yang ada di dunia ini. Jadi, memperoleh seluruh dunia artinya ketika segenap perhatian kita tertuju pada upaya untuk memperoleh keinginan duniawi. Sering kita saksikan bahwa ada orang yang rela mati demi uang, seakan-akan uang lebih berharga daripada nyawa, banyak orang yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk hal-hal duniawi, para prajurit mempertaruhkan nyawanya demi negara, para pendaki gunung mempertaruhkan nyawanya demi kepopuleran dan nama besar, ada orang mempertaruhkan nayawa demi harga diri, dll. Dengan kata lain, orang yang duniawi akan mempertaruhkan nyawanya untuk memperoleh dunia. Lalu, apakah gunanya jika kita memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?, bahkan yang lebih penting lagi, apakah gunanya kita memperoleh dunia ini, jika kehilangan kehidupan rohani kita.[1]
  • Ay.38, Dalam mengikut Yesus, kita tidak boleh malu, apapun konsekwensinya, apakah kita akan dicemooh, dihina, dihujat, dsb. Banyak orang yang “malu” berdoa di tempat-tempat umum, mis : di rumah makan, di tempat resepsi pesta teman sekantor, dan di tempat publik lainnya, mengapa? Takut dianggap  terlalu rohani? Malu di depan orang banyak yang tidak se-agama dengan kita? Dan banyak alasan lainnya. Banyak juga orang malu bebicara tentang firman Tuhan di depan umum, bahkan malu mengakui Yesus sebagai Tuhan di depan orang lain yang beda agama. Namun Yesus tegas berkata :”barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”.

Penutup
  • Epistel Masmur 22:23-31 merupakan rangkaian doa Daud dalam pengharapannya kepada Tuhan. Nats ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa pencobaan, penderitaan dalam hidup tidak akan menghalangi kita untuk terus berharap kepada Tuhan, tidak ada hal apapun yang menghalangi untuk tetap setia kepada Tuhan dalam doa dan pujian kita. Pengharapan Daud sangat besar kepada Tuhan walaupun saat itu ada banyak sekali pencobaan yng dating. Daud percaya bahwa Allah akan senantiasa menyertai didalam hidupnya, sehingga di dalam kesesakan akan penderitaan Daud masih mampu memuji Tuhan bahkan bersaksi karena kebenaranNya.[2]
  • Tujuan mengikut Yesus bukanlah sekedar untuk menjamin supaya kita memperoleh kenikmatan dunia, Yesus tidak pernah menjamin bahwa jika mengikut Dia, hidup kita akan sentosa dan memperoleh apa yang ada dalam dunia ini, tetapi mengikut Yesus pasti juga mengalami pemderitaan, namun Yesus berjanji akan setia menolong kita jika dalam penderitaan. Ay 31, bukan hanya berbicara tentang penderitaan yang akan dialami Yesus, tetapi juga berbicara tentang penderitaan yang akan dialami pengikutnya karena Dia. Perkataan “..harus menanggung banyak penderitaan..”, artinya bahwa akan banyak penderitaan yang kita alami, dan dalam penderitaan itu harus ada kesabaran.
  • Mengikut Yesus, berarti kita harus siap menderita bersama-sama dengan dia, kita tidak bisa hanya mengharapkan berkat melimpah ketika mengikut Yesus, tetapi tidak mau ikut dalam penderitaanNya. Banyak orang yang menolak ajaran Yesus tentang memikul salib, itu sebabnya muncul ajaran teologi kemakmuran, yang mengatakan bahwa mengikut Yesus pasti sukses, kaya dan berhasil, tanpa perlu mengalami penderitaan.
  • Mengikut Yesus, berarti menyangkal diri dan memikul salib : ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut aku”. Itulah syarat mutlak dalam mengikut Yesus. Penyangkalan diri adalah sebuah sikap yang tidak lagi berbuat untuk menyenangkan diri sendiri, mau berkorban bagi orang lain dan mengutamakan urusan rohani dari duniawi. Memikul salib berarti berani menanggung segala konsekwensi oleh karena iman kita kepada Kristus, meskipun kita harus menderita, mengalami  tekanan dalam pekerjaan, diskriminasi, dll. Sebagaimana Paulus katakan : “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” (2 Kor 4:17). AMIN !


[1] http://www.cahayapengharapan.org/khotbah/pemuridan_dan_harganya/texts/02_penyangkalan_diri.htm
[2] http://psbrahmana.blogspot.com/2012/02/khotbah-markus-831-38-minggu-4-maret.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML