Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 05 Agustus 2011

Sermon Epistel Minggu 7 Agt 2011

BERPEGANG TEGUH KEPADA FIRMAN ALLAH
Maz 119 : 9-16
119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
119:12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan

Pengantar
Mazmur 119 merupakan mazmur sekaligus pasal terpanjang dalam Alkitab, terdiri dari 22 seloka, satu untuk tiap abjad Ibrani. Setiap ayat kedelapan dari tiap-tiap seloka dimulai dengan sebuah huruf yang terdapat dalam susunan abjad Ibrani.
Secara umum Mazmur 119 bertutur tentang kebahagiaan orang yang hidupnya tunduk dan taat kepada Taurat Tuhan dan mengasihi Allah. Dalam mazmur ini selalu ada penyebutan nama Taurat yang muncul dalam setiap delapan ayat yang disebut sebagai  : hukum, ketetapan, petunjuk, perintah, dsb.
Jika kita baca dengan seksama, Mazmur ini  sangat indah bagaikan bait-bait puisi. Pemazmur menggambarkan kerinduannya untuk mnengasihi kepada Tuhan dengan menjaga hidupnya tetap bersih, tidak menyimpang dari perintah-perintah Tuhan, seperti seorang kekasih yang menceritakan kepada kekasihnya tentang kebahagiaan cintanya, begitu pula pemazmur menyatakan betapa bahagianya orang-orang yang hidup dalam  ketaatan kepada perintahNya dan mau dituntun oleh firman Allah.


Penjelasan
Bait kedua Mazmur 119 ini terdiri dari delapan ayat dan dimulai dengan huruf bet. Bait  ini menjelaskan bagaimana firman Tuhan bekerja dalam kehidupan orang percaya
  • Ay. 9-10 : Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ?, pertanyaan tersebut langsung dijawab sendiri oleh pemazmur dengan 3 pokok penting yaitu :1)Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Allah, 2)Mencari Tuhan dengan segenap hati, 3)Tidak menyimpang dari perintah-perintahNya. Ada pepatah orang bijak “mempertahankan lebih sulit daripada memperoleh”, artinya untuk berperilaku baik dan bersih mungkin kita semua bisa memulainya, tetapi hal paling sulit adalah bagaimana kita mempertahankan perilaku itu ditengah godaan yang ada disekeliling kita. Kita tidak akan mampu menjaga perilaku kita jika hanya mengandalkan logika-logika duniawi, mis : kita tidak akan mampu bertahan menjadi orang jujur jika kita percaya logika dunia yang mengatakan bahwa “orang jujur tidak akan pernah kaya”. Namun pemazmur memberi jawaban bagaimana kita bisa mempertahankan  perilaku bersih yaitu dengan mengacu kepada firman Tuhan (mis : baca Amsal 14:11 Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar, dll). Kemudian dalam setiap godaan yang akan membawa kita kepada  perilaku yang tidak bersih, kita harus senantiasa mencari Tuhan melalui ibadah, doa dan pujian, sehingga kita diluputkan dari godaan tersebut, dan lewat persekutuan kita dengan Tuhan kita akan selalu diingatkan agar tidak menyimpang dari perintah-perintahNya.
  •  Ay. 11, Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Jika kita merenungkan ayat ini, kita melihat hubungan antara menyimpan janji Tuhan dengan hidup yang jauh dari dosa. Tuhan selalu setia dengan janjiNya, sehingga kita tidak perlu ragu  akan janji-janji Tuhan. Keraguan itu lah yang sering membawa kita kepada dosa. Kita sering mencari jalan keluar yang instan dalam masalah hidup kita karena kita ragu apakah Tuhan akan menolong kita. Jadi, kuncinya adalah kita harus setia menyimpan janji Allah dalam hati kita supaya kita kuat menjalani kehidupan yang sesulit apapun. Sama seperti janji Allah kepada Abraham, Paulus mengatakan : “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah” (Roma 4:20). 
  • Ay. 12-14, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Sehingga dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan dan Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Yang pertama kita lihat adalah bahwa kita harus membuka hati untuk pengajaran firman Allah, sehingga lewat pengetahuan  yang kita peroleh dari pengajaran itu, kita mampu menyampaikannya kepada orang lain (missioner). Jadi firman Tuhan disimpan untuk tujuan tertentu dan dipelajari untuk mengubah bukan saja orang yang mempelajari tetapi juga orang lain. Sehinga dengan menceritakannya kepada orang lain maka seseorang akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Kita harus menjadi utusan-utusan Allah untuk menyampaikan kehendakNya kepada orang lain di sekitar kita, di dalam pekerjaan dan di dalam seluruh aktivitas hidup kita. Kita harus bersukacita jika Tuhan memberi petunjuk atas Perintah-perintahNya kepada kita, baik lewat pengalaman pribadi maupun orang lain, dan itu adalah harta paling berharga yang kita peroleh dari Tuhan.    
  • Ay. 15-16, Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu, firman-Mu tidak akan kulupakan. Pemazmur ingin mengajak kita untuk merenungkan kembali perintah-perintah Allah yang sudah kita dengar dan baca. Dan bila memang kita serius ingin melakukannya maka membaca dan merenungkan firman Tuhan itu haruslah menjadi bagian dari keseharian kita, mungkin hanya membutuhkan waktu setengah jam setiap hari, tetapi yang lebih penting adalah senantiasa mengingatnya dalam keseharian kita sehingga kita boleh mempraktikkannya sepanjang waktu yang kita jalani dalam kehidupan kita. Karena itu, kita harus menyerap firman Tuhan dengan merenungkannya. Merenungkan berarti mengolah dalam pikiran atau mengulang pengucapan. Keduanya perlu dilakukan untuk menghidupkan firman Tuhan itu dalam perbuatan kita.
 Renungan
  • Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (II Tim 3:16-17).
  • Firman Tuhan (Taurat, hukum, perintah-perintah, ketetapan, petunjuk, dan lain sebagainya yang berasal dari Allah), adalah acuan, pedoman dan rel yang harus kita ikuti dalam kehidupan kita. Jika kita menyimpang dari semuanya itu, maka kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan pada akhirnya akan keluar dari jalan-jalan Tuhan dan jatuh kedalam jurang dosa.
  • Tugas kita bukan hanya untuk mendengar, membaca, mendapat pengajaran dari firman Tuhan, tetapi kita juga harus mampu menjadi missionaries untuk menyampaikan perintah-perintah Tuhan kepada orang lain, sehingga mereka juga boleh diubahkan lewat pemberitaan firman yang kita sampaikan.
  • Jauhilah dosa dengan senantiasa berpegang teguh kepada perintah-perintah Allah, sebagaimana dikatakan dalam II Raja-raja 17:37 “Tetapi kamu harus berpegang kepada ketetapan-ketetapan, peraturan-peraturan, hukum dan perintah yang telah ditulis-Nya bagimu dengan melakukannya senantiasa dengan setia” AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML