Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 03 Agustus 2011

KHOTBAH MINGGU 07 AGT 2011

ROTI HIDUP
Yoh 6 : 30-35
6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi

Pengantar
Di awal injil Yohanes pasal 6 ini, kita melihat ketika Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan (yoh 6:1-15). Ketika orang banyak melihat keajaiban yang dibuat oleh Yesus itu, mereka berkata, "Sungguh, inilah Nabi yang diharapkan datang ke dunia!" (bnd. Yoh 1:21). Yesus tahu mereka mau datang untuk memaksa Dia menjadi raja mereka. Sebab itu Yesus pun pergila menyingkir ke daerah berbukit, seorang diri.
Kemudian Ay. 16-21, menceritakan bagaimana Yesus menemui murid-muridNya yang sedang berperahu di tengah danau Tiberias dengan cara berjalan diatas air.
Itulah sebagian dari begitu banyak muzizat yang dilakukan Yesus, sehingga orang-orang banyak mencari Yesus  sampai ke seberang danau (Ay. 22-24).
Keinginan mencari Yesus tentu saja didorong oleh berbagai macam alasan, namun yang paling utama adalah karena mereka telah merasakan keajaiban yang dilakukan Yesus, sehingga mereka bisa makan sampai kenyang.  Mereka merasa bahwa jika berada dekat dan bersama-sama dengan Yesus, segala kebutuhan duniawi mereka akan terpenuhi.
Yesus mengetahui apa yang ada dalam benak mereka, sehingga Yesus berkata : "Sungguh, kalian mencari Aku bukan karena kalian sudah mengerti maksud keajaiban-keajaiban yang Kubuat, tetapi karena kalian sudah makan sampai kenyang, Janganlah bekerja untuk mendapat makanan yang bisa habis dan busuk. Bekerjalah untuk mendapat makanan yang tidak bisa busuk dan yang memberi hidup sejati dan kekal. Makanan itu akan diberikan oleh Anak Manusia kepadamu, sebab Ia sudah dilantik oleh Allah Bapa.". Lalu orang banyak itu bertanya kepada-Nya, "Kami harus berbuat apa untuk melakukan kehendak Allah?" Yesus menjawab, "Inilah yang diinginkan Allah dari kalian: percayalah kepada Dia yang diutus Allah. (Ay. 26-29).


Penjelasan
  • Ay. 30, "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Dalam bagian injil yang lain, Ahli Taurat dan orang Farisi pernah bertanya kepada Yesus : "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Dan pada saat itu Yesus menyebut mereka angkatan yang jahat yang tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus. (Mat. 12:38-39;16:4;Luk.11:29). Mereka minta tanda atau keajaiban dari Yesus karena mereka tidak percaya kepadaNya. Dalam nats ini, orang – orang banyak juga meminta tanda dari Yesus supaya mereka percaya kepadaNya. Tanda yang mereka maksudkan adalah tanda muzizat seperti yang dilakukanNya ketika member orang banyak itu makan, sepertinya meraka ketagihan dengan apa yang Yesus lakukan yang menyenangkan dan mengenyangkan mereka. Orientasi mereka hanyalah soal makanan dan hal duniawi semata (Ay. 31). Pengenalan mereka terhadap Yesus hanyalah sebagai seorang pribadi yang memberi mereka solusi instan melalui keajaiban-keajaiban yang dilakukanNya.
  • Ay. 32, Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Ketika mereka membandingkan apa yang dilakukan Yesus dengan yang dilakukan Musa di kepada nenek moyang mereka di padang gurun, yaitu memberi manna (ay. 31), Yesus mengatakan bahwa itu bukan pemberian Musa, tetapi berasal dari Bapa yaitu  roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
  • Ay. 34, Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa. Disinilah kelihatan jelas orientasi mereka mencari Yesus, yaitu didorong oleh keinginan untuk mendapatkan makanan, kesenangan dan kenikmatan duniawi semata. Mereka memandang sosok Yesus sebagai problem solving terhadap kebutuhan duniawi mereka yang sementara.  Mereka tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat yang kekal, padahal sebelumnya Yesus sudah berkata : “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yoh. 6:27).
  • Ay. 35, Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Akhirnya inilah penegasan Yesus tentang diriNya yang sebenarnya, Yesus  yang pada mulanya adalah Firman dan bersama-sama dengan Allah adalah “Roti hidup", yang tidak hanya sanggup memenuhi kebutuhan fisik manusia berupa makanan sehari-hari, tetapi lebih daripada itu Dia sanggup memenuhi kebutuhan rohani manusia melalui “Roti rohani” yaitu Roti Hidup atau "Firman TUHAN". FirmanNya yang kekal adalah kebenaran yang mampu memuaskan lapar dan dahaga setiap orang yang merindukannya, sebagaimana dikatakan dalam Mat.5:6  : ”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”.

Renungan
  • Setiap hari Tuhan memberi kita “tanda” dalam kehidupan ini, namun seringkali kita masih minta tanda yang lebih jelas ketika kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Kita selalu mengharapkan tejadinya kejaiban atau muzizat  secara instan untuk meyelesaikan masalah kita. Padahal tanda keajaiban / muzizat itu ada dalam kehidupan kita sehari-hari, persoalannya adalah kepekaan kita untuk merasakan muzizat Tuhan dalam hidup kita.
  • Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat.4:4). Itulah “Roti hidup” yang bisa kita konsumsi setiap hari lewat perenungan alkitab, ibadah, PA, dll. Tuhan memberi roti manna kepada orang Isarel di padang gurun, tetapi itu hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka untuk sementara, manna itu akan menjadi busuk dan tak berguna. Tetapi “Roti hidup” yang turun dari sorga yaitu firman Tuhan akan kekal selamanya, tidak akan pernah busuk dan tak berguna, sehingga setiap orang yang   makan dari :Roti hidup” tersebut akan hidup kekal bersama-sama dengan Yesus sang “Roti Hidup” itu. AMEN !

Kisah Inspirasi :
Pada satu ketika Sadhu Sundar Singh, seorang penginjil India yang terkenal, sedang melakukan perjalanan dengan menumpang sebuah kereta api di India. Di situ ia bertemu dengan seseorang, dan ia ingin sekali orang itu mau percaya kepada TUHAN YESUS. Pada saat itu ia hanya membawa kitab Injil Yohanes dan memberikan kepada orang itu. Sadhu berdoa agar kuasa TUHAN bekerja sehingga orang yang membaca Injil itu akan bertobat. Tetapi kenyataannya sungguh berbeda. Orang itu langsung merobek-robek lembaran Alkitab itu dan membuangnya keluar jendela. Tetapi kisah ini belum selesai….
Seorang pertapa yang sedang mencari ilmu, menyusuri rel kereta api dan menemukan sobekan lembaran kertas. Ia membacanya, dan ternyata itu adalah sobekan dari Alkitab yang dirobek oleh orang yang diinjili Sadhu Sundar Singh di kereta api. Sobekan yang bertuliskan injil Yohanes 6:35 "Akulah roti hidup..." sangat menyentuh hatinya. Dia mencari-cari arti kalimat itu, yang membawanya mengenal YESUS dan mengubah hidup pertapa itu. Ia menjadi seorang yang percaya kepada YESUS, Roti Hidup yang memberinya hidup kekal. Pertapa itu kemudian menyerahkan hidupnya untuk melayani TUHAN dan menjadi seorang penginjil.[1]





[1] http://www.tabernakel.org/renungan/?id=06051201

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML