Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 01 Februari 2012

Khotbah Minggu 5 Feb 2012

ORANG YANG SETIA MENANTIKAN TUHAN AKAN MENDAPAT KEKUATAN BARU

Ev. Yesaya 40:21-31
40:21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan?
40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
40:23 Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja!
40:24 Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti jerami.
40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Ep. Markus 1:29-39
1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.


Pengantar

Kitab Yesaya terbagi dalam tiga bagian, yaitu Pasal 1-39 disebut Proto Yesaya, Pasal 40-55 disebut Deutro Yesaya dan pasal 56-66 disebut Trito Yesaya. Proto Yesaya dituliskan sebelum masa pembuangan Babel, ketika Yehuda (Kerajaan Selatan) terancam oleh kerajaan Asyur, Deutro Yesaya ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam Pembuangan Babel,  sedangkan Trito Yesaya sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali dari Pembuangan bael ke Yerusalem.
Nats khotbah minggu ini adalah bagian dari Deutro Yesaya, yaitu ketika bangsa Yehuda berada dalam penderitaan oleh Pembuangan Babel. Dalam kondisi seperti itulah, Yesaya memberikan penghiburan kepada mereka dan mengingatkan kembali tentang kuasa dan ke-maha-an Allah yang sanggup melepaskan mereka dari penderitaan asalkan mereka mau berharap dan menanti-nantikanNya. Yesaya ingin supaya bangsa Yehuda kembali menyadari  bahwa mereka memiliki Allah yang melebihi segala allah yang ada dalam dunia ini, sehingga semangat mereka untuk keluar dari pembuangan itu harus dibangkitkan kembali.


Penjelasan

  • Ay.21 : ”Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan?”. Ungkapan ini menunjukkan bahwa sebelumnya bangsa Israel sudah mengenal siapa Allah yang sebenarnya, Yesaya hanya ingin me-review kembali ingatan mereka tentang siapa sebenarnya Allah yang telah menyertai mereka sejak jaman nenek moyangnya, yaitu Allah yang bertakhta dan berkuasa di bumi dan di langit, Allah yang karena kuasaNya membuat para pembesar-pembesar di bumi seakan tidak ada dan Allah yang menjadi hakim, sehingga hakim-hakim di bumi menjadi sia-sia. (Ay. 22-24). Itulah Allah mereka, Allah yang tidak bisa disamakan dengan allah lain apaun bentuknya di dunia ini (Ay.25).
  • Ay. 26 : ”Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.” Dalam kondisi tertekan dan menderita dalam pembuangan, tentu saja membuat bangsa itu seperti kehilangan harapan. Mereka memandang bahwa hidup mereka akan berhenti sampai disitu, Kebebasan hanya menjadi mimpi yang tak kunjung nyata, mereka bereda dalam titik keputusasaan. Di saat seperti itulah Yesaya menuntun mereka supaya keluar dari pandangan sempit itu, dan mengajak mereka untuk mengarahkan pandangan ke langit, sebab ketika mereka memandang ke langit, kepada jagad raya yang telah diciptakan oleh Allah, yang memiliki triliunan bintang dan sekitar 300 milyar galaksi maka mereka akan menyadari betapa kecilnya kuasa dunia yang mereka lihat dalam pembuangan itu, dibandingkan dengan kuasa Allah pencipta alam semesta. Sehingga dengan demikian mereka tidak lagi berkata : "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" (Ay.27)
  • Ay. 28 : ”Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya” Sekali lagi Yesaya mengingatkan mereka dengan bertanya : ”Tidakkah kautahu dan tiudakkah kau dengar?”, Yesaya kembali mengenalkan mereka tentang Allah yang kekal, pencipta langit dan bumi, yang tidak terduga pengertianNya. Sehingga jikalau mereka tetap berharap kepadaNya maka kebebasan dan keselamatan dari Allah bisa datang kapan saja. Pengharapan kepada Allah yang maha kuasa itu akan membuat mereka memiliki semangat dan kekuatan baru, sehingga mereka yang saat ini telah letih lesu dalam penderitaan dan tak berdaya untuk melepaskan dirinya sendiri, akan mendapatkan kekuatan untuk bangkit dan bersemangat kembali.
  • Ay. 30-31 berkata : ”Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Inilah inti dari pesan / motivasi nabi Yesaya kepada bangsa Israel yang berada dalam pembuangan pasa saat itu. Dalam penderitaan mereka menjadi lesu dan lemah, putus asa, jatuh dan tersandung, bukan hanya orang-orang tua, bahkan dikatakan orang-orang muda pun jatuh dalam kelesuan dan kelelahan menghadapi penderitaan itu. Orang-orang muda yang biasanya memiliki gairah, semangat dan kekuatan lebih, justru jatuh dan tersandung. Karena apa? Karena dengan hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan mereka sendiri, mereka meresa tidak akan bisa keluar dari penderitaan itu. Tetapi, Yesaya berkata bahwa orang yang berharap dan menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru, diibaratkan bagaikan burung rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya, tidak pernah lesu dan lelah. Hanya itulah yang bisa mereka lakukan dalam kondisi dalam pembuangan seperti itu, perlawanan fisik tidak mungkin, karena mereka tidak lagi punya kekuatan perang, yaitu menanti-nantikan Tuhan dalam pengharapan akan keselamatan
Renungan
  1. Menunggu adalah sesuatu yang membosankan, tetapi jika kita menantikan sesuatu momen yang istimewa, maka dalam penantian itu kita akan sangat bersemangat, dan berharap penantian kita tidak sia-sia. Dalam menanti-nantikan Tuhan juga demikian, kita akan memperoleh kekuatan yang baru, kemampuan ilahi dan mukjizat, kita akan semakin dekat dengan Tuhan dan makin mengerti jalan-jalanNya dan percaya bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan kita.
  2. Dalam menantikan Tuhan, kita akan mendapat kekuataan baru bagai Rajawali yang terbang tinggi, dalam ketinggian itu, rajawali bisa saja menghadapi angin badai, namun dengan semangat tinggi dan harapan untuk mencapai tujuan, ia akan memperoleh kekuatan untuk melewatinya. Kekuatan itu adalah anugrah dari Tuhan yang diberikan kepada orang-orang yang berharap kepadanya.
  3. Lalu bagaimanakah kita menanti-nantikan Tuhan? Menantikan Tuhan itu artinya percaya sepenuhnya kepadaNya, menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tanganNya. Menantikan Tuhan juga membawa banyak kebaikan bagi kita. Bagi orang yang tekun menantikan Tuhan, Tuhan berjanji untuk tidak akan mendapat malu "Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu." (Yesaya 49:23), dikatakan pula akan mewarisi negeri. "Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri." (Mazmur 37:9). Dalam menanti-nantikan Tuhan tidak berarti kita hanya diam menunggu dan menunggu, tetapi sementara kita menantikanNya kita harus banyak bergaul dengan firman Tuhan, lewat persekutuan dan mendengar firmanNya, harus banyak bergaul dengan orang-orang rohani, jangan hanya dengan orang duniawi, jangan mengambil keputusan ter-buru-buru melainkan harus menunggu tuntunan Tuhan dan peka dengan suara Tuhan yang mengendalikan hidup kita, disitu kita melihat kuasa Tuhan.
  4. Kemudian yang tak kalah penting dalam menanti-nantikan Tuhan adalah giat dalam pelayanan. Walaupun kita menyadari bahwa sebenarnya diri kita begitu kecil di tengah-tengah alam semesta yang tak terbatas ini. Tetapi Allah berkenan memakai kita untuk melayaniNya. Karena Yesus sendiri pun aktif dalam pelayanan kepada orang-orang yang membutuhkan. (lih. Nats Epistel Mark. 1:29-39).
  5. Dalam penantian akan Kristus kita masih diberi waktu. Oleh karena itu, apakah kita sudah menggunakan waktu yang disediakan oleh Tuhan itu dengan benar? Dan apabila kita sering merasa lemah dan tak  berdaya, ingatlah bahwa Allah akan senantiasa menopang kita. Sebab : “….orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes. 40:31). Dan dalam Maz 27:14 dikatakan : “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN”. Amin.!

   


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML