Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 10 Februari 2012

KHOTBAH MINGGU 12 FEB 2012

RAHASIA KESEMBUHAN ILAHI

Ev. 2 Raja-raja 5:1-14
5:1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.
5:2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
5:4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
5:5 Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
5:6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
5:7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.


Pengantar
Kitab II Raja-raja ini melanjutkan sejarah dari kedua kerajaan Israel yang kisahnya terputus pada akhir buku I Raja-raja. Nabi yang menonjol dalam buku II Raja-raja ini ialah Elisa, pengganti Nabi Elia.
Nats khotbah minggu ini menceritakan tentang seorang panglima perang Aram bernama Naaman yang menderita penyakit Kusta yang datang kepada Nabi Elisa untuk mendapatkan kesembuhan. Kisah ini hendak mengungkapkan kepada kita bagaimana rahasia kesembuhan ilahi dalam kehidupan manusia.

Penjelasan
Dalam proses memperoleh kesembuhan, ada beberapa pokok penting yang harus kita perhatikan yaitu :


  • Ay. 1, Naaman adalah Seorang panglima perang di bawah Raja Benhadad dari Aram yang mengidap penyakit kusta. Dia adalah .seorang panglima perang Aram yang terkenal, disegani dan dihormati. Ia pernah beberapa kali memenangkan peperangan, sehingga ia mendapat gelar ‘pahlawan’. Naaman adalah Panglima tertinggi yg sangat berhasil dalam kerajaan Damsyik (Syria) dan merupakan musuh utama bangsa Israel ketika itu (lih. 1 Raja 20). Dalam tradisi Israel penderita penyakit kusta ini akan dibuang dari masyarakat (bd. Im 13; 14), tapi Naaman adalah orang yang memegang jabatan tinggi di Syria, sehingga walaupun mengidap penyakit Kusta, secara de fakto dia tetap sebagai panglima perang. Tentu saja sudah banyak upaya yang dilakukan dan sudah banyak tempat yang dijelajahi untuk menyembuhkan penyakitnya, namun juga tidak kunjung-kunjung sembuh.
  • Ay. 2-3, Isteri Naaman mempunyai pelayan seorang gadis kecil (seorang tawanan ketika pasukan Aram menyerang Israel). Melalui gadis kecil itu ada informasi penting yang diterima Naaman bahwa di Israel ada seorang nabi yang sanggup member kesembuhan. Nabi yang dimaksud adalah Nabi Elisa.
  • Ay. 4-5, Untuk bisa menemui nabi Israel itu,  Naaman membutuhkan ijin dari raja, dan dia pun memanfaatkan hubungan antar pemerintah (G to G) untuk mendapatkan keistimewaan pelayanan setelah sampai di Israel. Itu sebabnya dia membawa sepucuk surat pengantar yang ditujukan kepada raja Israel.
  • Ay 7. Sebagaimana dua negara yang saling bermusuhan,  reaksi Raja Israel ketika menerima surat itu adalah marah dan geram, sebab dia menganggap bahwa hal itu merupakan suatu siasat (strategi politik). Raja Israel menganggap Raja Aram mencari gara-gara agar ada jalan untuk berperang untuk menjatuhkannya dari tahta kerajaannya. Oleh karena itu, dengan emosi dia marah dan geram sampai mengoyakkan bajunya, karena surat itu dianggapnya mengada-ada sebab dia sendiri tidak memiliki  kesanggupan untuk menyembuhkan Penyakit kusta.
  • Ay. 8, Nabi Elisa mendengar kejadian itu dan mengirim pesan kepada raja supaya Naaman disuruh datang kepadanya.
  • Ay. 9-10, Naaman pun mendatangi nabi Elisa dengan menunggang kuda dan keretanya, dia berharap dengan demikian akan mendapatkan perlakukan khusus dan istimewa sebagai seorang pejabat tinggi. Namun ketika dia tiba di rumah nabi Elisa, dia hanya disambut oleh seorang pembantu yang menyampaikan supaya Naaman mandi tujuh kali kedalam sungai Yordan (ay 10).
  • Ay. 11-12, Naaman kecewa, karena dia berharap akan disambut langsung oleh nabi Elisa, dan yang tidak bisa dia terima adalah mengapa jauh-jauh datang dari Aram, dia hanya disuruh mandi tujuh kali di sungai Yordan, dia menganggap lebih baik mandi di sungai yang jauh lebih bersih di negaranya yaitu sungai Abana dan Parpar.
  • Ay. 13-14, Namun pegawai-pegawai Naaman menyarankan agar dia mengikuti saja pesan nabi Elisa, sebab sekiranya ada syarat yang lebih berat dari itu dia pun pasti melakukannya asalkan dia sembuh. Dan naamn pun mengikuti saran para pegawainya dan dia pun membenamkan diri tujuh kali di sungai Yordan dan dia pun sembuh.

Renungan
Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan renungan dari proses kesembuhan Naaman, yang bisa kita sebut sebagai rahasia kesembuhan ilahi, yaitu :
•    PERCAYA
Ketika ada orang berkata bahwa Allah sanggup menyembuhkan, maka sikap pertama kita adalah PERCAYA. Allah bisa saja menunjukkan jalan kesembuhan lewat orang-orang kecil yang tidak diperhitungkan. Seperti Pelayan isteri Naaman yang memberi jalan kepada Naaman agar pergi menemui seorang nabi di Israel. Kunci awal kesembuhan Naaman yang  pertama adalah ketika dia percaya kepada seorang gadis kecil pelayan istrinya bahwa Allah lewat nabi Elisa sanggup menyembuhkan penyakitnya.
•    MENANG DALAM UJIAN IMAN
Naaman mengalami ujian iman dalam prose kesembuhannya. Dia mengalami krisis egosentris ketika dia tidak disambut oleh Elisa seperti yang diharapkannya, malahan Elisa mengutus utusan untuk meminta Naaman mandi di sungai Yordan dan karena itu ia marah besar. Disini Naaman mengalami krisis identitas, Dia merasa orang penting, orang hebat, terpandang, kaya raya, namun dihadapan Elisa mendapat perlakuan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. (2 Raj.5 : 9-12). Namun akhirnya Naaman melewati ujian itu, dia bisa mengalahkan ego nya dan bahkan mau menuruti saran bijak dari para pengawainya.
•    KESUNGGUHAN & KESABARAN
Naaman membenamkan dirinya sampai tujuh kali sesuai dengan pesan nabi Elisa, menunjukkan bahwa untuk mendapatkan kesembuhan harus dengan kesungguhan dan kesabaran. Ketika Naaman membenamkan dirinya ke sungai Yordan satu kali, mungkin belum belum ada perubahan, dua kali sampai enam kali juga belum ada perubahan, tetapi ketika kali yang ketujuh  kulit yang tadinya kusta sekarang berubah menjadi tahir. Kesembuhan tidak bisa kita dapatkan dengan instan, tetapi ada proses yang harus kita jalani. Kesembuhan ilahi tidak akan kita dapatkan dengan berdoa atau didoakan sekali saja, tetapi dibutuhkan kesungguhan dan kesabaran untuk terus berharap kepada Tuhan.
•    KETAATAN
Kunci penyembuhan Naaman adalah ketaatannya untuk menuruti pesan nabi Elisa yaitu mandi tujuh kali di sungai Yordan. Proses penyembuhan terjadi bukan karena air sungai Yordan yang berkhasiat, tetapi oleh karena kesetiaan Naaman menaati apa yang diperintahkan oleh Tuhan melalui nabi Elisa. Dalam zaman itu banyak orang penderita kusta di Israel, tetapi oleh ketaatan hanya Naaman yang disembuhkan (Luk 4:27).
•    MELALUI SARANA PENYEMBUHAN
Apapun bisa dipakai Tuhan sebagai sarana penyembuhan, yang penting kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada kuasaNya. Penyembuhan Naaman terjadi tanpa ada sesuatu peristiwa yang spektakuler sebagaimana yang diharapkannya (ay 11), tetapi sarana yang dipakai hanyalah sederhana yaitu mandi di sungai Yordan. Penyembuhan ilahi juga terjadi tidak harus melalui hamba Tuhan yang terkenal luar biasa, Tuhan bisa memakai siapa saja dan apa saja untuk memberi kesembuhan. Tuhan bisa memakai para medis dan obat-obatan sebagai sarana penyembuhan. Tuhan tidak selalu menunjukkan kuasanya lewat muzijat yang luar biasa, tetapi bisa juga lewat proses normal dan manusiawi.

Penutup
Kita percaya bahwa Tuhan sanggup untuk menyembuhkan penyakit apa saja, tetapi kita juga harus percaya bahwa Tuhan bisa memakai orang lain dan sarana yang ada dalam dunia ini untuk memberikan jalan kesembuhan penyakit kita. Dalam kisah Naaman kita bisa melihat peran seorang gadis kecil pelayan istrinya, peran raja Aram yang memberikan surat pengantar, reaksi raja Israel atas surat raja Aram, peran pembantu nabi Elisa, nasehat para pegawai Naaman dan air  sungai Yordan sebagai media penyembuhan. Semua itu berperan sesuai dengan karakternya masing-masing untuk menunjukkan bahwa proses yang harus dilewati Naaman dalam meraih kesembuhan sangatlah panjang dan penuh ujian. Namun kunci kesembuhan yang dialami Naaman adalah ketika dia percaya, sanggup memenangkan ujian, memiliki kesungguhan dan kesabaran serta ketaatan. Yeremia 33:6 berkata “Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah”. AMIN





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML