Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Kamis, 12 Januari 2012

SERMON EPISTEL MINGGU 15 JAN 2012

IKUTLAH AKU
Yoh 1:43-51
1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.


Pengantar
Yesus memulai pelayananNya dengan memanggil murid-muridnya yang pertama, diantaranya ialah Filipus yang sering disebut "Filipus sang murid". Filipus dipanggil mengikuti Yesus pada keesokan harinya sesudah Andreas dan Simon dipanggil, dan dialah pengantara yang membawa Natanael mengikuti Yesus (ay.43-46). Filipus tinggal di Betsaida (ay.44); inilah Betsaida yg ada di Galilea (Yohanes 12:21), yaitu tempat tinggal Andreas dan Simon, suatu kampung nelayan di tepi pantai barat danau Galilea. Sementara itu Natanael yang disebut dalam Injil Yohanes ini dibawa / diperkenalkan oleh Filipus kepada Yesus. Natanael secara tradisional diidentifikasi sebagai orang yang sama dengan tokoh yang oleh Injil-Injil Sinoptik disebut Bartolomeus.

Secara berurutan inilah nama ke duabelas murid Yesus :

  1. Simon: yang diberi nama Petrus (Bahasa Yunani: petros, petra; Bahasa Aram: kēfas; artinya "Batu Karang") oleh Yesus, dikenal pula dengan sebutan Simon bar Yonah (Bahasa Aram) atau Simon bin Yunus, Kefas (Bahasa Aram), dan Simon Petrus. Pekerjaannya sebelum mengikut Yesus adalah nelayan dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44; bdk. 12:21)
  2. Andreas: saudara Simon, nelayan dari Betsaida, dan murid Yohanes Pembaptis, adalah Rasul Yang Pertama Kali Dipanggil.
  3. Yakobus dan
  4. Yohanes: anak-anak Zebedeus, yang disebut Yesus Boanerges (Anak-anak guruh)
  5. Filipus: dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44, 12:21)
  6. Bartolomeus: dalam Bahasa Aram "bar-Talemai", "putra Talemai" atau "orang Ptolemais". Rasul ini diidentifikasikan dengan Natanael yang disebut dalam Injil Yohanes 1:45-1:51.
  7. Matius: si pemungut cukai, dianggap sama dengan Lewi anak Alfeus
  8. Tomas: namanya berasal dari kata bahasa Aram T'oma' = kembar, juga dikenal sebagai Didimus, dan kata bahasa Yunani Didymous = kembar
  9. Yakobus anak Alfeus: umumnya dikenal sebagai Yakobus Kecil. Kadang-kadang juga dikenal sebagai Yakobus Si Orang Benar[5]
  10. Tadeus (dalam Injil Matius dan Markus) atau Yudas anak Yakobus dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Secara tradisional disebut Santo Yudas atau Rasul Yudas. Ada manuskrip-manuskrip Injil Matius yang sebagai Lebbaeus. Ada juga beberapa manuskrip Latin dari masa selanjutnya menamakannya "Yudas orang Zelot", namun ini dianggap sebagai naskah yang keliru)
  11. Simon orang Zelot: Injil Lukas menulis "Simon yang disebut orang Zelot". Ada yang menyamakannya dengan Simeon dari Yerusalem, sementara beberapa orang lain meragukannya dengan alasan bahwa tokoh bernama Simeon disebut-sebut pada waktu kelahiran Yesus sekitar tiga puluh tahun sebelumnya, sebagai seorang pria uzur yang tak lama lagi akan meninggal dunia. [6]
  12. Yudas Iskariot: nama Iskariot dapat berarti kota-kota Yudea di Keriot atau pun berarti sikarii (para pejuang pergerakan nasional Yahudi), atau berarti Isakhar. Juga disebut (misalnya dalam Yohanes 6:71 dan 13:26) sebagai "Yudas, anak Simon". Dia digantikan sebagai rasul dalam Kitab Kisah Para Rasul oleh Matias.
Inti dari semua panggilan itu adalah untuk mengikut Yesus dan bersama-sama dengan Dia dalam misi pemberitaan injil serta menjadi saksi ke seluruh dunia (Kis 1 :8).

Perenungan

  • Pemanggilan murid-murid Yesus merupakan salah satu keputusan Yesus yang paling penting. Dalam Luk 6:12-13, dikatakan bahwa sebelum memanggil mereka Yesus pergit ke Bukit dan berdoa sepanjang malam, ini menunjukkan betapa pentingnya proses pemanggilan itu. Panggilan Yesus sangat tegas dan jelas : “Mari, ikutlah Aku!”. Yesus memanggil murid-muridNya bukanlah untuk menjadi pelajar dengan harapan kelak menjadi guru sama seperti Dia, tetapi Yesus memanggil mereka untuk sekurang-kurangnya tiga tujuan :
  1. Untuk menyertai Dia;
  2. Untuk diutusNya memberitakan injil;
  3. Untuk menerima kuasa untuk mengusir setan., 
Ia memanggil mereka untuk sebuah misi yang mula-mula kelihatan cemerlang, namun selalu penuh bahaya dan akhirnya membawa mereka dalam keadaan yang amat sulit. Ajakan untuk mengikuti Yesus, terutama tidak dimaksudkan untuk datang dan mendengar pengajaranNya tetapi di atas semua itu, ajakan mengikut Yesus adalah sebuah penyerahan diri. Penyerahan diri kepada seseorang, bukan pengajaranNya. Jadi, Yesus menjadi pusat penyerahan diri itu (Kita dapat melihat, kelak setelah Yesus pergi, pengajaran para muridNya berpusat pada diriNya: siapa Dia, dan apa yang telah dilakukanNya).
  • Satu hal yang luar biasa dari pemanggilan murid-murid Yesus adalah bahwa ketika Yesus berkata : “Ikulah Aku”, tidak seorangpun yang menolak atau bertanya “Ikut kemana?”, tetapi mereka serta merta ikut dan meninggalakan pekerjaan mereka masing-masing. Pernahkah kita membayangkan seandainya kita hidup di zaman itu? Seandainya kita di sana, mungkinkah kita akan mengindahkan panggilan-Nya "Ikutlah Aku!", mungkin pertanyaan yang lebih masuk akal adalah, "Jikalau Yesus memanggil kita saat ini dan berkata “Ikutlah Aku”, apakah kita siap dan bersedia meninggalkan aktivitas kita sehari-hari dan mengikut Dia?". Bagi banyak orang, itu bukan keputusan yang mudah. Ada yang berpendapat bahwa tidak semudah itu meninggalkan pekerjaan dan kebiasaan kita sehari-hari. Tetapi bagi murid-murid Yesus mengikut Yesus adalah mutlak tanpa syarat. Mengikut Yesus adalah keputusan yang harus diambil segera, tidak boleh di tunda-tunda.
  • Tetapi, mengikut Yesus sama sekali bukanlah hanya sekedar menjadi orang Kristen. karena Yesus tidak pernah mengatakan kita :Ikulah Agamaku”. Orang-orang yang dipanggil untuk ikut Yesus dimaksudkan agar menyerahkan hidupnya bagi Yesus yang merupakan pusat keselamatan yang sejati, yaitu “'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6).
  • Dalam konteks saat ini, mengikut Yesus tidaklah berarti kita harus meninggalkan pekerjaan, profesi, usaha dan aktivitas kita sehari-hari, tetapi mengikut Yesus berarti meningalkan kebiasan-kebiasan lama kita yang penuh kegelapan dan menjadi hidup dalam terang Kristus. Kita boleh hidup menjadi terang dalam pekerjaan, profesi, usaha dan kegiatan kita sehari-hari.
  • Mengikut Yesus juga bukan berarti bahwa kita harus menjadi pelayan fulltime dalam gereja, tetapi kita juga boleh melayani dalam pekerjaan, profesi, usaha dan aktivitas kita sehari-hari. Dengan demikian berarti kita telah merespon panggilan Yesus “Mari, Ikutlah Aku”, sebagimana Filipus dan Natanael telah merespon panggilan itu. AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML