Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 02 Januari 2012

SELAMAT TAHUN BARU 2012

MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN KEARIFAN BARU

Baru saja kita menapakkan kaki pada tahun 2012, sementara kita melangkah masuk dalam tahun baru ini, sejenak kita merenungkan apa yang telah kita lalui pada tahun sebelumnya dan memandang ke depan, apa yang akan kita hadapi dalam tahun ini.
Banyak sudah kita mengalami pelbagai suka dan duka sepanjang 2011 yang lalu, silih berganti mewarnai perjalanan kehidupan kita. Namun tentu saja ada beberapa peristiwa penting yang memberika kesan tersendiri kepada kita, apakah itu suka atau duka. Jika kita mengalami sukacita, maka kita berharap hal itu akan terjadi lagi tahun ini, namun jika kita mengalami dukacita, maka kita berharap itu tidak akan terjadi lagi. Itulah kehidupan, proses yang sebenarnya hanyalah sebuah peristiwa berulang sampai pada akhirnya kita akan berhenti pada satu titik.

Pengalaman kehidupan pada masa lalu sepantasnya kita jadikan pelajaran untuk menjalani kehidupan masa kini dan masa depan, itulah yang disebut kearifan hidup. Bak kata pepatah “Keledai tidak akan terjebak dua kali dalam lubang yang sama”, kita manusia, bukan keledai, artinya kita pasti lebih arif dari keledai, jika keledai saja tidak mau masuk dua kali dalam lubang yang sama, apalagi manusia, Tetapi kenyataan mengatakan lain, seringkali manusia melakukan kesalahan yang sama dengan yang sebelumnya, sering terjebak dalam persoalan yang sama dalam era yang berbeda. Itulah manusia, yang menganggap dirinya lebih tinggi harkat dan martabatnya dari segala mahluk di bumi ini, ternyata bisa juga lebih bodoh dari keledai.
Lalu, dalam melangkah ke masa depan apakah yang harus kita bawa dari masa lalu? Kearifan, itulah modal utama kita untuk bisa hidup lebih baik di masa kini dan masa yang akan datang. Kearifan yang lahir oleh pengalaman-pengalaman masa lalu, kearifan yang timbul seiring dengan bertambahnya usia, kearifan yang muncul dari celah-celah kegetiran hidup masa lalu.
Idealnya, kearifan itu harus bertambah setiap waktu, karena kearifan itu semakin diperkaya oleh semakin banyaknya pengalaman hidup yang kita jalani. Namun seringkali kearifan itu kita tinggalkan di masa lalu, sehingga ketika kita memasuki masa yang baru, tahun yang baru dan usia yang baru, kita kembali seperti kanak-kanak (tanpa kearifan).
Sebelum memasuki tahun 2012, banyak orang yang meramalkan apa yang akan terjadi pada tahun 2012 ini, ada yang berdasarkan ramalan Nostradamus, ramalan suku Maya dan penafsiran kitab Wahyu, dll. Yang paling terkenal adalah ramalan suku Maya tentang akhir jaman pada tanggal 21 Des 2012.  Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya itu, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975. Badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia termasuk pengguna alat pacu jantung.
Menanggapi ramalan-ramalan atau prediksi-prediksi tersebut, juga dibutuhkan kearifan. Supaya kita tidak terjebak kepada tindakan-tindakan tidak logis dan sesat. Boleh saja kita percaya kepada prediksi tersebut untuk mendorong kita agar lebih banyak melakukan hal-hal positif, tetapi jika prediksi itu membawa kita kepada ketakutan atau kekuatiran yang berlebihan maka lebih baik kita mengabaikannya.
Setiap agama mengajarkan kita tentang akhir jaman, namun bukan untuk menakut-nakuti, melainkan adalah untuk mendorong kita untuk semakin giat melakukan kebaikan dalam setiap aktivitas kehidupan, mengingatkan kita untuk berubah dari perilaku negative menjadi positif, ituah kearifan.
Kearifan adalah hikmat, kebijaksanaan dan kecendekiaan (wisdom), marilah kita semakin menggali kearifan yang ada dalam diri kita, sehingga ketika hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, kearifan kita semakin bertambah. Kearifan dalam memandang segala persoalan hidup pribadi, keluarga dan bangsa, kearifan yang selalu timbul dari pikiran yang jernih, tulus dan positif.
SELAMAT TAHUN BARU 2012 !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML