Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Selasa, 27 September 2011

KHOTBAH MINGGU 02 OKTOBER 2011

UPAH MENGIKUT YESUS
Ev. Luk. 18:28-30
18:28 Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."
18:29 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya,
18:30 akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Pengantar
Kalau kita baca ayat sebelumnya dari nats ini, dijelaskan alangkah susahnya seorang yang kaya untuk mengikut Yesus. Diceritakan bahwa ada seorang pemimpin Yahudi yang kaya raya, bertanya kepada Yesus : “… apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?". Dalam Injil Matius dikatakan bahwa orang tersebut adalah seorang yang masih muda (Mat. 19:22). Orang muda tersebut mengaku sudah melakukan berbagai hal sesuai dengan hukum taurat Musa. Namun Yesus menjawab : “Masih tinggal satu hal lagi, Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." (Luk. 18:22; Mat. 19:21). Mendengar itu, anak muda tersebut menjadi sedih, mengapa? Karena dia tidak rela atau tidak sanggup melepaskan harta kekayaannya. Sehingga melihat hal tersebut Yesus pun berkata : “"Alangkah sukarnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Kemudian timbulllah pertanyaan : : "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?, dan Yesus menjawab : "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”.


Penjelasan
  • Ay. 28, Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau." Tanya jawab antara Yesus dengan orang kaya itu dan orang-orang yang mendengar Yesus pada saat itu, menjadi perhatian bagi Petrus, sehingga timbul pertanyaan dalam hatinya, sebagai orang yang selalu to the point dia berkata : “Bagaimana pula dengan kami (murid-murid Yesus), yang sudah meninggalkan pekerjaan dan keluarga untuk mengikut Yesus, tidak ada lagi yang bisa kami bagikan kepada orang miskin, lalu apa upahnya bagi kami?”. (Bnd. Mat. 19:27). Kita tahu, Petrus dipanggil menjadi murid Yesus dari profesinya sebagai nelayan, dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Tentu saja ketika mereka dipanggil untuk mengikut Yesus, mereka tidak lagi memiliki harta kekayaan, padahal Yesus berkata : “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin”, kalau patokannya adalah memberi kepada orang miskin, mereka sudah tidak memiliki harta yang bisa diberikan, lalu apakah itu berarti bahwa mereka tidak layak masuk ke dalam kerajaan sorga?. Sebenarnya pertanyaan Petrus adalah sesuatu yang wajar, mereka ingin mendapatkan kepastian tentang upah yang mereka dapatkan setelah mengorbankan pekerjaan, meninggalkan keluarga, bahkan sering mendapat kesusahan berupa ancaman setelah mereka menjadi murid Yesus.
  • Ay. 29-30, Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal”. Yesus mengerti bahwa pertanyaan Petrus menunjukkan bahwa murid-muridNya mulai ragu terhadap masa depan mereka setelah mengikut Yesus. Sehingga Yesus menjawab Petrus dan berkata : “bahwa setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau pekerjaannya, akan menerima kembali seratus kali lipat pada masa kini dan akan memperoleh hidup yang kekal pada masa yang akan datang.” (bnd. Mat. 19:29; Mrk 10:29-30). Pernyataan Yesus ini memberi kepastian  bahwa upah mengikut Yesus bukan hanya didapatkan pada masa yang akan datang, tetapi juga pada masa kini. 
Renungan
  • Kita tidak bisa membuat generalisasi bahwa semua orang kaya sedemikian, namun yang ingin dikatakan kepada kita adalah bahwa manusia cenderung lebih mencintai hartanya daripada mengikut Tuhan, sebagaimana dikatakan dalam Luk. 12:34 “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada". Bukan berarti kita memahaminya secara dangkal bahwa untuk mengikut Tuhan  kita harus melepaskan atau menjual segala harta milik kita, sehingga kita tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi maksudnya adalah bahwa jika kita memiliki harta kekayaan, maka janganlah itu hanya untuk diri kita sendiri tetapi kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Jadi yang ingin dikatakan oleh Yesus adalah soal komitmen kita untuk membantu orang-orang berkekurangan.
  • Meninggalkan keluarga dan pekerjaan untuk mengikut Yesus jangan kita pahami secara literature, tetapi adaalh sebagai gambaran bagaimana kita harus sungguh-sungguh dalam mengikut Tuhan dengan memberikan hidup secara utuh untuk Tuhan. Meninggalkan keluarga dan pekerjaan berarti mendedikasikan diri dan hidup kita buat Tuhan, rumah kita, keluarga kita, bahkan pekerjaan kita, sehingga semuanya berguna untuk pekerjaan Tuhan. Namun Yesus menjamin bahwa dengan meninggalkan itu kita tidak akan pernah rugi, tetapi itu sama dengan investasi rohani kita dan kita akan segera menuainya seratus kali lipat.
  • Upah mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, akan kita dapatkan pada masa kita di masih di dunia ini dan masa yang akan datang ketika kita sudah meninggalkan dunia ini. Pengorbanan kita melalui persembahan hidup kita untuk pekerjaan Tuhan tidak akan sia-sia, sebagaimana dikatakan Paulus dalam I Kor. 15 : 58 “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. AMIN
·

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML