Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Selasa, 13 September 2011

JAMITA MINGGU, 18 SEPTEMBER 2011

DALAM YESUS KITA BERSAUDARA

Ev. Mrk.3:31-35
3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
3:33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Ep. Mat. 25:40-46
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.

Pengantar
Jika kita baca Mrk. 2:1, nats Ev. Ini terjadi di Kapernaun, sebab setelah Yohanes ditangkap,  Yesus meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali (Mat. 4:12-13). Itu sebabnya kota itu disebut kotaNya sendiri (Mat. 9:1). Hal itu menggenapi nubuat nabi Yesaya yang mengatakan : “Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain”.
Di Kapernaun Yesus memulai pelayananNya dengan berkhotbah “"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat. 4:17), dan disanala jugalah Dia banyak melakukan mujizat walaupun Yesus sendiri mengecam kota itu karena penduduknya tidak mau bertobat dengan berkata : "
11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini”. (Mat. 11:23).
Karena pelayananNya, banyak orang yang mengikuti Dia, tetapi sebaliknya banyak juga pihak yang berusaha menghalangi dan menentang ajaranNya, serta berusaha mencari kesalahan yesus. Hal itu bisa kita lihat ketika Yesus menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya, lalu orang-orang Farisi mempersalahkan dia karena melakukan penyembuhan pada hari Sabat. Dalam Mrk. 3:6 dikatakan : ”Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia”. Mengetahui hal itu Yesus menyingkir ke tepi danau (Mrk 3:7), kemudian naik keatas bukit dan menetapkan kedua belas muridnya. (Mrk. 3;13-14. Setelah itu Yesus masuk ke sebuah rumah di Kapernaun (Mrk.3:20) dan  kemudian datanglah orang banyak berkerumun, sehingga makan pun mereka tidak bisa.
Tetapi disana juga sudah ada para ahli taurat yang datang dari Yerusalem  untuk mencari-cari kesalahan Yesus, bahkan mereka menyebut Yesus sudah tidak waras dan kerasukan setan Beelzebul dan Roh jahat ( Mrk 3:22,30). Oleh karena itu, kaum keluarga-Nya (secara biologis) datang hendak mengambil Yesus untuk menyelamatkan Dia. (Mark. 3:21). Itulah yang kita lihat terjadi dalam nats ini.


Penjelasan
  • Ay. 31-32 “Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Siapakah yang disebut dalam ayat ini? Mereka adalah keluarga biologis Yesus yaitu ibuNya Maria, saudara-saudaraNya Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas dan saudara-saudaraNya perempuan. (bnd. Mat 13:55-56). Mereka datang karena kedekatan pertalian darah. Mereka mengasihi Yesus dan tidak menginginkan Yesus mendapat masalah karena pengajaranNya. Mereka tidak mengerti apa yang dilakukan Yesus, sehingga mereka terpengaruh dengan ucapan oang-orang Farisi bahwa Yesus sudah “tidak waras” (Mrk.3:21b). Tetapi hal tersebut didorong oleh kasih persaudaraan biologis yang mereka miliki. Menurut pikiran mereka Yesus harus diselamatkan dari aktivitasnya yang membahayakan itu, paling tidak Yesus jangan sampai mempermalukan nama baik keluarga mereka. Maria, bertindak karena perasaan sebagai ibu yang ingin melindungi anaknya dari gangguan orang lain. Mungkin Maria tidak lupa ucapan Roh Kudus kepadanya tentang Yesus sebelum lahir, atau ucapan Simeon ketika Yesus kecil dibawa ke Bait Suci, atau ucapan Yesus sendiri ketika umur 12 tahun Dia mengajar di Bait Suci, tetapi tekanan dan ancaman yang dihadapi Yesus saat ini dari para ahli Taurat dan Farisi membuat dia ragu akan ke-Tuhan-an Yesus. Sebab yang menentang Yesus bukanlah orang-orang biasa, tetapi adalah pemimpin-peminpin dan orang-orang terkemuka bangsa Yahudi.
  • Ay. 33-34, Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku? Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!". Sikap keluarga biologisNya itu, menjadi persoalan tersendiri bagi Yesus. Sebab keluargaNya sendiri tidak mengerti apa yang Dia lakukan. Yesus menganggap kasih persaudaraan yang ditunjukkan ibu dan suadara-saudaraNya (yang didasarkan kepada hubungan darah semata), akan menghambat tugas pelayananNya di dunia ini. Maka,  ketika diberitahu akan kedatangan saudara-saudaraNya dia tetap melanjutkan khotbahnya dan berkata : “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”. Bukan berarti Yesus durhaka terhadap ibuNya dan keluargaNya, tetapi yang ingin ditekankan oleh Yesus adalah bahwa dalam Kristus sudah ada persaudaran yang baru, yang tidak didasarkan kepada hubungan darah (biologis) semata, yaitu saudara dalam Iman. Sehingga Yesus ingin agar ibu dan saudara2Nya bisa memisahkan antara hubungan mereka dengan Yesus secara biologis dengan hubungan mereka secara iman. Sebab hanya dengan demikianlah mereka bisa masuk ke dalam persaudaraan yang baru dengan Yesus. 
  • Ay. 35, Kemudian Yesus menambahkan : ”Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Yesus menegaskan bahwa persaudaraan dalam Kristus bukanlah sekedar hubungan keluarga atas dasar pertalian darah, tetapi siapa saja yang mau melakukan kehendak Allah akan layak disebut menjadi anggota keluarga Allah.
Renungan
  • Setiap orang memiliki keluarga dan saudara oleh karena pertalian darah atau biologis. Tidak ada seorang pun manusia yang ada di bumi  tanpa keberadaan sebuah keluarga. Hubungan keluarga itu sesuatu yang amat penting, sehingga untuk setiap anggota keluarga selalu ada sebutan yang menunjukkan kedekatan secara manusiawi, mulai dari yang paling dekat yaitu  Bapak, Ibu, Adik/kakak, sampai kepada yang lebih jauh yaitu paman/bibi, sepupu, keponakan, dll. Semakin banyak anggota keluarga yang bisa disebut saudara, maka semakin tinggi pula martabat sebuah keluarga.
  • Setiap keluarga yang benar tidak menginginkin seorang pun anggota keluarga mereka terancam, terganggu dan menjadi orang yang dibenci oleh orang lain atau mempermalukan keluarga. Setiap anggota kelauarga harusnya bahu-membahu untuk saling membantu, saling melindungi dan saling mengingatkan satu dengan yang lain. Maz 133:1 berkata “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”.
  • Kedatangan Yesus ke dunia ini telah melahirkan saudara-saudara baru bagi kita yaitu persaudaraan yang tidak didasarkan kepada hubungan darah, marga, atau suku bangsa, tetapi persaudaraan dalam iman dan pengenalan akan Kristus, saudara kita adalah orang yang bersama-sama dengan kita mau melakukan kehendak Allah. Sehingga dengan demikian kita layak memanggil Dia dengan sebutan Bapa dan kita adalah anak-anakNya.
  • Yesus menjadikan kita saudara tanpa melihat asal-usul, ras, suku bangsa, kaya atau miskin, bahkan orang yang paling hina pun Dia sebut sebagai saudara, sebagaimana dikatakan dalam Epistel kita minggu ini : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat. 25:40)
  • Dalam Yesus kita bersaudara, mari kita jalin serikat persaudaraan yang teguh sebagaimana dikatakan dalam Kidung Jemaat No. 249 :
1) Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhan-mu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan
(2) Serikat mu tetap teguh di atas alasan
Yaitu satu Tuhan-mu, dan satulah iman
Dan satu juga baptisan dan Bapa satulah
Yang oleh mu sekalian dipuji, disembah
(3) Dan masing-masing kamu pun dib’ri anugerah
Supaya kamu bertekun dan rajin bekerja
Hendaklah hati mu rendah, ta-hu Tuhan berpesan
Jema-at menurut firman-Nya berkasih-kasihan
AMIN !


sumber bahan : blog batu mamak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML