Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 23 September 2011

KHOTBAH MINGGU 25 SEPTEMBER 2011

MEMOHON BELAS KASIHAN  TUHAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH
Ep. Mark 1:40-45
1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
1:44 "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."
1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Ep. Rom 8:12-17
8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia

Pendahuluan

Penyakit Kusta (Morbus Hansen Disease) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae, sehingga penyakit ini sering juga disebut penyakit Lepra. Ditandai dengan kulit yang kemerah-merahan dan bersisik. Orang yang terkena penyakit kusta, kulitnya penuh dengan sisik-sisik putih seperti salju, mengkilap dan jika ditekan, daging disekitarnya seperti mati rasa. 
Dalam PL, untuk memastikan seseorang menderita sakit Kusta harus ditentukan oleh imam (lih. Im. 13). Dan orang yang sudah dipastikan menderita kusta lalu dinyatakan najis dan harus diasingkan dari tengah-tengah masyarakat. (lih. Im. 13).
Bagi orang Ibrani, penyakit Kusta adalah symbol dari penghukuman Tuhan atas dosa (tulah). Penyakit Kusta dipandang sebagai bentuk murka Allah. Contoh : Miryam (lih. Bil. 12:9-10), Naaman dan Gehazi (lih. 2 Raja 5:27), Raja Azarya (lih. 2 Raja 15:5), Raja Uzia (lih. 2 Taw. 26:21).
Sebaliknya, untuk memastikan seseorang yang berpenyakit kusta telah sembuh, harus diadakan upacara pentahiran oleh seorang imam (Im. 14:2-12).


Penjelasan
  • Ay. 40, Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.".Berita tentang pelayanan dan muzijat yang banyak dilakukan Yesus telah menyebar dan orang banyak berbondong-bondong mengikut Dia. Itulah yang mendorong seorang penderita kusta ini mendatangi Yesus. Jika melihat aturan ketat dari orang Yahudi tentang penderita kusta, tentu saja kita bisa bayangkan bahwa tidaklah mudah bagi orang ini untuk menemui  Yesus. Tetapi oleh dorongan dan motivasi untuk sembuh dia berhasil menemui Yesus dan berkata: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Kalimat ini merupakan suatu pernyataan bahwa dia tahu Yesus sanggup menyembuhkan penyakitnya. Ini adalah pernyataan iman yang dibarengi dengan sikap kerendahan hati memohon belas kasihan dari Yesus. Ada keyakinan dalam dirinya bahwa Yesus dapat menyembuhkan penyakitnya, namun dalam kerendahan hati dia berkata “Kalau Engkau mau…
  •  Ay. 41-42 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Permohonan kepada Yesus yang disampaikan penderita kusta itu dalam iman yang teguh dan sikap rendah hati, ternyata menggerakkan hati Yesus untuk menyembuhkan dia. Yesus melihat kesungguhan hati orang tersebut memohon kepada Yesus untuk kesembuhan dirinya.
  • Ay. 43-44,  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.". Ada dua kali peristiwa Yesus didatangi oleh penderita kusta antara lain seperti kita lihat dalam nats ini dan sepuluh orang kusta yang minta kesembuhan dari Yesus ( Luk 17:11-19). Dan dalam kedua peristiwa tersebut, setelah mereka sembuh Yesus selalu mengingatkan mereka untuk tidak memberitahukan kepada siapapun dan memerintahkan mereka untuk pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa Yesus masih menghormati hukum Yahudi sebagaimana diperintahkan Musa dalam Im. 14:2 : "Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam”. Mereka harus menjalankan serangkaian upacara pentahiran yang dipimpin oleh imam dan memberikan persembahan kepada Tuhan. (lih. Im. 14). Hal ini dipandang perlu sebagai bentuk rehabilitasi supaya mantan penderita kusta tersebut dapat diterima kembali di masyarakat.
  •  Ay. 45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Jika kita lihat dalam Ay. 45 ini, Penderita kusata yang telah sembuh tersebut justru melanggar perintah Yesus. Hal ini bisa saja terjadi karena dorongan sukacita yang amat sangat besar sehingga dia lupa akan pesan Yesus dan memberitahukan peristiwa penyembuhan tersebut kepada banyak orang. Sekilas kita bisa membenarkan perbuatan orang ini sebagai luapan emsosial sukacita yang dialaminya. Namun apapun alasannya dia telah melanggar perintah Yesus. Ketika Yesus berpesan agar dia jangan menyebarkan peristiwa tersebut kepada siapa pun, adalah dengan pertimbangan bahwa Yesus tidak mau orang mengenal dan mengikut Dia hanya karena keinginan-keinginan daging (makanan dan kesembuhan), tetapi Yesus ingin lebih banyak waktu lagi untuk memperkenalkan diriNya sebagai Mesias, Tuhan dan juru selamat. Yesus mau dikenal dan diikuti secara rohani melalui pengajaran-pengajaranNya  bukan karena muzijat-muzijat yang dilakukanNya secara fisik.

Renungan dan relevansinya dengan nats epistel:
  • Marilah kita datang kepada Tuhan dalam iman dan keyakinan yang sungguh-sungguh serta dengan kerendahan hati untuk memohon belas kasihan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup kita.
  • Permohonan dan doa yang disampaikan kepada Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh pasti akan menggerakkan hati Tuhan untuk menaruh belas kasihanNya dan menolong kita.
  • Jika kita sudah merasakan perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidup kita, maka kita harus mempersembahkan hidup kita sebagai ucapan syukur kepadaNya lewat pelayanan-pelayanan Tuhan di dunia ini, baik tenaga, pikiran, materi dan apapun yang bisa kita persembahkan untuk Tuhan.
  • Ketika kita berada dalam suasana sukacita karena berkat Tuhan yang kita terima, jangan pernah melupakan pesanNya. Jangan karena terlalu larut dalam sukacita atau kegembiraan yang besar, sehingga kita lupa terhadap perintah-perintah dan kehendakNya.
  • Epistel Minggu ini mengajar kita supaya hidup sebagai anak-anak Allah, yaitu hidup oleh Roh, bukan hidup menurut daging. Sebab dengan hidup oleh Roh, perbuatan-perbuatan tubuh (keinginan daging) kita akan dimatikan. Oleh Roh kita boleh berseru “ya Abba, ya Bapa”. Sama seperti penderita kusta yang berseru untuk memohon agar dia ditahirkan oleh Yesus. Istilah ditahirkan bukan hanya dimaksudkan untuk kesembuhan tetapi lebih daripada itu tahir berarti kudus, bersih dari dosa. Dengan hidup oleh Roh kita juga akan dikuduskan dan dijauhkan dari segala perbuatan-perbuatan daging yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan. AMIN







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML