Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Sabtu, 08 Januari 2011

Janji Allah Harus Digenapi

Nats : Mat 4 : 12-17
4:12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya :
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!
Pengantar
Puncak perayaan Natal dalam tradisi Gereja Timur adalah mulai tanggal 25 Desember s/d tanggal 5 Januari, tanggal 6 Januari kita memasuki pasca Natal yang disebut Epifani (Ephipanias), berasal dari bahasa Yunani Koine yang berarti "Manifestasi" atau "Kemunculan" atau "Penampilan" Yesus Kristus terhadap Dunia. Epifani merupakan perayaan gerejawi yang menyatakan tindakan manifestasi Allah dalam kehidupan manusia, sehingga Allah yang semula transenden menjadi tampak. Karena itu peristiwa epifani berhubungan erat dengan teologi inkarnasi Kristus, sang Firman menjadi manusia. Melalui inkarnasi Kristus, Allah berkenan hadir di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya dalam kalender gerejawi Minggu 9 Januari 2011 ini disebut Minggu I Epifani.

Penjelasan

Ay. 12, Siapa yang dimaksud dengan Yohanes dalam ayat ini ?
Yang dimaksud adalah Yohanes Pembaptis yaitu seorang perintis jalan akan kedatangan Kristus. Yohanes jugalah yang membaptis Yesus di sungai Yordan. Namun Yohanes tidak pernah merasa lebih tinggi dari Yesus, bahkan ketika Yesus datang untuk dibaptis, dia berkata : "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Mat. 3 : 14).
Yohanes terkenal dengan khotbah-khotbahnya yang keras dan tidak segan-segan menyatakan kesalahan dan kekurangan orang lain tanpa memandang status dan kedudukan seseorang. Yohanes pernah menyebut orang Farisi dan Saduki sebagai ular beludak. (Mat. 3:7), tidak sedikit orang yang tersinggung karena peringatannya yang keras. Salah satunya adalah Herodes Antipas, sebab Yohanes menegornya   tentang perzinahannya dengan Herodias istri Pilifus adiknya. Akhirnya Yohanes ditangkap dan dipenjarakan oleh Herodes Antipas.  Dan Yohanes dibunuh dengan dipenggal kepalanya  sebagai hadiah untuk anak Herodias. (Mat 14 : 1-11).

Mengapa Yesus harus menyingkir ke Galilea ?
Untuk kesekian kali Matius mencatat perpindahan Yesus dari satu tempat ke tempat lain. Bagi Matius perpindahan ini merupakan bagian penting dari pelayanan Yesus. Untuk perpindahan lokasi ini Matius memberikan alasan praktis yang biasanya terkait dengan situasi yang terjadi. Namun, di samping alasan praktis, Matius juga memberikan makna teologis dengan menghubungkan perpindahan tersebut dengan nubuat-nubuat di Perjanjian Lama.
1.      Ay. 12 : Ketika Yesus mendengar berita ditangkapnya Yohanes, Dia menyingkir ke Galilea.. Bukan karena takut akan berita tersebut, tetapi ini Dia lakukan karena Dia tahu bahwa saatnya untuk mati belum tiba. Pada waktu Ia tahu bahwa saatnya untuk mati sudah tiba, Ia bahkan sengaja melangkahkan kakiNya ke Yerusalem (Mat 16:21-23  Mat 17:22-23  Mat 20:17-19  Mat 26:1-2). Ay. 14 -16 :
2.      Ay. 13: Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, adalah untuk menggenapi Firman Allah sebagaimana yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam Yesaya  8:23;9:1 “Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar”. Kehadiran Yesus di Galilea membuat banyak orang yang mendapakan sukacita, orang Galilea yang selama ini terimpit dan teraniaya oleh kejahatan bangsa Asyur dan hidup dalam kegelapan  akhirnya mendapatkan keselamatan oleh terang Kristus yang datang menghampiri mereka.
3.      Ay.17, Yesus berkata : "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Perkataan ini sepertinya mengutip apa yang pernah diucapkan oleh Yohanes Pembaptis di padang gurun. Yesus kembali mengingatkan perlunya pertobatan yang sejati ( Metanoia ).  Ketika di adang gurun Yudea Yohanes Pembaptis berkata dalam "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”, Hal yang sama kembali di suarakan oleh Yesus di awal pelayananNya. Maka tersiarlah berita tentang Yesa di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Di Galilea Yesus memilih/memanggil Simon Petrus. Andreas. Yohanes dan Jakobus  anak Zebedeus menjadi muridnya. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Penutup
-          Tidak ada tempat yang aman dan nyaman bagi Yesus. Situasi berubah dengan cepat dan Yesus pun harus menyingkir dari satu tempat ke tempat lain. Kita para murid Yesus di masa kini perlu memperhatikan kenyataan tersebut. Dalam semua hal, termasuk dalam pelayanan, kita mendambakan kemapanan. Kita mengingingkan situasi dan kondisi yang aman, nyaman dan stabil.
-          Bagi Matius, perpindahan Yesus dari satu tempat ke tempat lain justru merupakan momen-momen penting bagi pelayanan-Nya. Meski seakan-akan terpaksa dilakukan karena keadaan (penangkapan Yohanes) namun penyingkiran ini pun terjadi sebagai penggenapan nubuat nabi Yesaya. Artinya, peristiwa itu bukan semata-mata kebetulan atau terpaksa terjadi, melainkan sesuai dengan rencana dan janji Tuhan sendiri. Ketika mengerjakan karya keselamatan bagi manusia, Allah tidak pernah kehilangan kendali-Nya. Semua dilakukan sesuai dengan rencana-Nya.
-          Ketika terlibat dalam karya keselamatan Allah, adakalanya kita pun harus “menyingkir” ke suatu tempat yang baru, masuk ke dalam situasi yang baru, dan berhadapan dengan masalah-masalah yang baru. “Penyingkiran” ini acap kali kita lakukan dengan perasaan enggan, ragu-ragu, kecewa, atau bahkan sakit hati. Namun, kita akan dapat melewati masa-masa sulit itu bila kita percaya bahwa Allah tetap memegang kendali atas semua situasi yang nampak terpaksa itu.
-          Situasi dan kondisi yang kita hadapi bisa berubah-ubah, namun Allah yang mengutus kita adalah Allah yang konsisten. Oleh Matius, konsistensi rencana Allah juga ditegaskan dengan konsistensi berita yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis dan oleh Yesus. Yohanes Pembaptis telah ditangkap, namun khotbah ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” itu tetap berkumandang oleh pelayanan Yesus.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML