Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 30 Juli 2010

Mencermati ‘Posisi’ Kita

Ada yang mengelompokkan manusia menurut keberadaan ekonominya berkaitan dengan soal ‘makan’ sebagai berikut:

Kelompok 1 : Besok apa makan?
 

Mereka ini adalah yang ragu apakah akan mendapat makanan untuk besok, karena mereka tidak mempunyai persediaan makanan. Mereka miskin secara materi.





Kelompok 2 : Besok makan apa? 


Makanan untuk besok sudah ada. Tinggal memilih, apakah ayam goreng, capcai goreng, sangsang B2 atau B1 (cincang daging babi dan anjing). Tetapi, makannya tetap di rumah, yang dimasak oleh si ibu atau mbak Iyem. Mereka ini bisa dikatakan berkecukupan.


Kelompok 3 : Besok makan di mana?
 

Pilihan untuk kelompok ini makin terbuka seiring dengan keadaan keuangan yang lebih memadai. Mereka tinggal pilih: makan di restoran mewah di pinggir pantai atau di hotel berbintang. Jika perlu, sarapan di Singapura makan siang di Hongkong makan malam di Tokyo. Credit Card selalu terselip di dompet. Barangkali mereka dapat disebut “kaya”.


Kelompok 4 : Besok makan siapa?
 

Mereka adalah pemilik modal dan perusahaan raksasa yang tidak berperikemanusiaan yang bisa dengan gampang membuat perusahaan lain gulung tikar. Mereka ini mungkin dapat disebut “kaya raya”.






Barangkali pengelompokan ini terlalu sederhana dan tidak dapat mencerminkan kenyataan yang dialami setiap orang. Namun pengelompokan ini sedikitnya dapat menolong kita memahami keadaan kaya dan miskin secara ekonomi tanpa mendefinisikan kemiskinan dan kekayaan.

Pengelompokan di atas tidak bisa menjadi pengelompokan tingkat kebahagiaan. Tidak menjadi jaminan bahwa kelompok “besok makan dimana” lebih bahagia dibandingkan dengan kelompok “besok apa makan”. Di samping itu kelompok “besok makan siapa” pastilah bukan orang-orang yang berbahagia secara kristiani.

Sumber:
Victor Tinambunan, Apa Yang Kamu Cari?





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML