Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 09 Oktober 2009

GOLKAR

8 Oktober 2009, Munas Golkar VIII di Pekan baru Riau telah usai, agenda utama Pemilihan Nahkoda Partai Golkar Periode 2009-2014 pun selesai sudah. Hasilnya Aburizal Bakrie (Ical, Bos Bakrie Group, salah satu orang terkaya di Indonesia), terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014, setelah menyingkirkan saingan utamanya Surya Paloh ( Bos Media Group ), Tommy Suharto ( Bos Humpuss Group ) dan Yuddi Chrisnandi ( Tokoh muda Partai Golkar ).

Dalam Pengumuman susunan DPP Partai Golkar 2009-2014, Akbar Tanjung dipilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan (posisi yang sama dijabat mantan Presiden Soeharto pada masa Golkar orde baru). Selain itu ada nama-nama lama seperti : Agung Laksono, Theo Sambuaga, Firman Subagyo, Priyo Budi Santoso dan wajah baru Rizal Malaranggeng di barisan Ketua.   Idrus Marham sebagai sekjen, di jajaran wasekjen ada Titik 'Prabowo" Soeharto.
di jajaran bendahara ada beberapa eks-mud seperti : Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Erwin Aksa, Hariara Tambunan, Suharsoyo,Ridwan Mukti, Bobby Suhardiman, Melchias Mekeng, Tri Hanurita Sudwikatmono, Mustoko Weni, Bambang Atmanto Wiyogo, Watty Amir, Hamzah Sangaji, Rahman Akil.
Melihat komposisi kepengurusan  Partai Golkar periode ini, terlihat jelas bahwa potensi Golkar yang demikian besar pada kalangan pengusaha dimanfaatkan oleh Ical. Masuknya Akbar Tanjung sebagai Ketua Dewan Pertimbangan menjadi warna baru dalam perjalanan Golkar ke depan, setelah pada periode JK, Bang Akbar seperti terasing di Partai Golkar dan terkesan menjadi "Oposisi" Internal. Pengaruh Akbar di tingkat DPC & DPD cukup besar, namun selama di tangan JK, DPP sepertinya tidak tergoyahkan oleh suara arus bawah Partai Golkar.
Kita berharap ke depan, Partai Golkar tetap dalam paradigma barunya, agar tetap bisa eksis di kancah politik nasional. Bukan tidak mungkin jika lima tahun ke depan, kader Golkar akan mengambil posisi penting dalam pemerintahan. Namun untuk saat ini hendaknya Golkar menahan diri untuk masuk dalam lingkaran kekuasaan sambil menghimpun kekuatan (yang paling penting menunjukkan Karya nya lima tahun kedepan), untuk kembali mengambil hati rakyat kembali ke Golkar tahun 2014.
Sukses Golkar, sukses Akbar, sukses Aburizal Bakrie.....Sukses Bangsa Indonesia.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML