Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 06 Juli 2009

Rancangan Tuhan

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.(Yesaya 55:8) Ada sebuah kapal yang tenggelam di tengah lautan lepas karena amukan badai. Semua penumpang beserta awak kapal tewas, kecuali satu-satunya pemuda yang selamat. Ia terdampar di sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni, sehingga mustahil ada seseorang lainnya yang menolong dia. Pemuda yang ternyata adalah orang Kristen tersebut terus berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan, namun sejauh mata memandang hanya terlihat lautan luas dan semak di sekelilingnya. Tidak ada tanda-tanda akan ada orang yang datang menolongnya.
Maka ia pun lalu membuat pondok kecil dari beberapa potong kayu dengan atap alang-alang kering. Ia tidak punya persediaan makanan, sehingga setiap hari ia masuk ke dalam hutan dekat pondoknya untuk mencari buah yang dapat dimakan. Pemuda ini terus berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan pertolongan dan perlindungan. Suatu hari ketika ia kembali dari mencari makanan, ia menemukan pondoknya telah habis dilalap api. Rupa-rupanya ia lupa mematikan api sehingga menyebabkan kebakaran pondoknya. Pemuda itu termenung sambil memandangi asap yang membumbung tinggi. Ia menjadi kecewa dan marah kepada Tuhan karena ia merasa bahwa semuanya telah dirampas darinya, sepertinya Tuhan menghendaki ia menjalani penderitaan yang lebih berat lagi. Ia duduk dan menangis sambil berteriak, "Tuhan, apakah semua penderitaan saya belum cukup? Mengapa Engkau membiarkan saya seperti ini?" Di dalam keputusasaannya, ia tertidur lelap sepanjang malam itu. Keesokan paginya ia terbangun karena mendengar suara yang menderu, dan suara itu sepertinya semakin mendekat. Ia berdiri dan memandangi lautan didepannya di mana tampak sebuah kapal yang terus melaju ke arahnya, ternyata kapal tersebut datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana Anda bisa datang ke sini, padahal pulau ini jarang sekali dikunjungi orang?" tanyanya kepada orang yang datang menyelamatkan dia. "Kami melihat asap yang naik ke atas," jawab mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML