Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Selasa, 30 Maret 2010

MAKNA PASKAH



PASKAH berasal dari kata Ibrani, Pasach. Artinya berlalu. Kata ini menggambarkan berlalunya masa hidup sebagai budak di Mesir selama 450 tahun dan dimulainya masa sebagai orang merdeka untuk berjalan menuju tanah perjanjian. Pasach di Israel berhubungan dengan peristiwa keluaran (rexodus) dari tanah Mesir, negeri perbudakan (Kel. 20:2).
Paskah dirayakan bangsa Israel setiap tahun, "Apakah artinya perayaan ini?" (Kel. 12:26). Pertanyaan ini menjadi pintu masuk bagi tiap orang tua untuk mengisahkan kembali peristiwa exodus kepada anak-anak, supaya mereka mengenang peristiwa itu dan hidup sesuai dengan tuntutan yang berlaku dalam zaman baru tersebut.
Oleh gereja paskah dihubungkan dengan peristiwa Kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Baru, terutama sura-surat Paulus mengklaim bahwa kebangkitan Yesus Kristus mengawali datangnya zaman baru di dunia yang lama. Menurut JJ Buskes, kebangkitan Yesus merupakan sepotong dunia baru yang sedang menerobos masuk dalam dunia lama dan menciptakan sejarah.
Penerobosan ini menuntut pembaharuan hidup manusia. Etos atau cara hidup dan kerja manusia setelah peristiwa kebangkitan harus berbeda dengan sebelumnya. sebab yang lama sudah berlalu, sedangkan yang baru sedang datang.
Ada cukup banyak perbedaan mencolok antara kesaksian kitab-kitab injil mengenai kehidupan dan karya Yesus Kristus selama hidup  Tetapi laporan kitab-kitab Injil mengenai kisah kebangkitan Yesus secara umum memiliki kemiripan. Mereka sepakat bahwa paskah bukan sebuah ilusi, refleksi, teori atau mitos. Paskah adalah fakta atau kejadian historis. Para imam kepala dan ahli Tauratlah yang menyebarkan teori atau ilusi bahwa Yesus tidak bangkit melainkan mayatNya dicuri oleh murid-muridNya (Mat. 28:12-15). Kitab-kitab Injil mengajukan sebuah bukti tak terbantahkan, yaitu "Kubur Yang Kosong". Kepada para perempuan yang datang ke kubur Yesus, malaikat berkata: "Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia" (Mrk. 16;6 dan yang sejajar).
Fakta sejarah ini memiliki kuasa atau pengaruh luar baisa terhadap perilaku hidup para rasul. Dari orang-orang penakut (Yoh. 20:19), murid-murid berubah menjadi saksi-saksi yang berani. Mereka rela menanggung risiko bahkan rela mati demi mempertahankan kebenaran kesaksian mereka. Kita lihat itu dalam cerita dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:13-35) dan sikap Petrus di hadapan Mahkamah Agama (Kis. 4:19-20). Hidup murid-murid berubah dalam tenggang waktu yang singkat. Pengalaman mengatakan bahwa perubahan hidup dalam waktu yang singkat hanya mungkin terjadi jika bersumber pada sebuah kejadian yang nyata yang mereka yakini kebenarannya.

Yesus yang bangkit memang menjadi sandungan bagi mereka yang menolak Dia, dan untuk meredam fakta historis para saksi mata yang bersaksi tentang kebangkitan itu, Makamah Agama Yahudi menebarkan dusta yang menyebut bahwa "mayat Yesus dicuri para muridnya" (Matius 6:11-15). Dusta-dusta ini terus berkembang dengan berjalannya waktu.
Sepanjang sejarah banyak usaha dilakukan orang untuk mengubah fakta historis ini, ada yang menyebut bukan Yesus yang disalib tetapi Yudas. Dalam film Jesus Christ Superstar (1973) disebutkan Yesus mati frustrasi dalam kegagalan dan Yudas dijadikan pahlawan yang dikorbankan Tuhan. Film yang lain The Last Temptation of Christ (1988) menggambarkan Yesus di atas kayu salib, dalam frustrasinya sebelum mati ia membayangkan menikah dengan Maria Magdalena.
Sebuah buku best seller berjudul Holy Blood Holy Grail (1982) menyebut Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan keturunannya tinggal di Perancis Selatan, demikian juga buku best seller lainnya Jesus The Man menyebut Yesus tidak mati di salib tetapi hanya pingsan dan disembuhkan oleh Simon Magus dan lari melalui lorong-lorong gua Qumran. Dusta terakhir disebarkan oleh buku best seller The Da Vinci Code yang menyebut Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan sekarang keturunannya tinggal di Inggeris. Tidak kurang ada dusta lainnya yang menyebut bahwa Yesus kabur ke Timur dan mati di Kashmir.
Fakta menunjukkan bahwa setelah Perjamuan Malam dan kemudian Yesus mati di salib, murid-murid menjadi ketakutan dan frustrasi sehingga mereka tidak berani keluar dan tinggal merenung di ruang yang terkunci dan kembali dalam pekerjaan asal mereka, tetapi peristiwa kebangkitan ternyata mengubah segala sesuatu secara radikal.
Petrus yang pengecut dan menyangkal kenal dengan Yesus yang diadili dan akan disalib menjadi pemberani yang berani berbicara lantang bersaksi akan iman kebangkitan yang dipercayainya di depan mahkamah agama. Para Rasul lainnya juga menjadi bergairah mengabarkan Injil kemana-mana, bahkan Thomas yang pernah meragukan kebangkitan Yesus akhirnya menjadi perintis gereja Mar Thoma di India.
Perubahan psikologis dalam diri para Rasul ini juga dialami Rasul Paulus, seorang farisi fanatik yang biasa mengejar dan membunuh murid-murid Yesus. Setelah pertemuannya dengan Yesus yang telah bangkit dalam perjalanannya ke Damsyik, ia menjadi rasul kabangkitan yang rela mati demi Nama yang pengikutnya pernah diburu-buru untuk dibunuh olehnya.
Peristiwa sejarah juga menunjukkan adanya ledakan agama besar setelah kebangkitan. Josephus ahli sejarah Yahudi juga menyebut soal kebangkitan agama itu, dan ledakan para pengikut Yesus dengan cepat berlipat ganda dan menakutkan banyak politisi Romawi sehingga mereka mengejar para pengikut Yesus, menjadikannya makanan para singa di Koloseum Roma, dan bahkan menyalibkan mereka di jalan-jalan. Namun iman kebangkitan terus mendorong umat menyebarkan kabar baik kebangkitan itu.
Fakta sejarah lainnya adalah adanya kubur yang kosong dan para pemuka agama Yahudi dan tentara Romawi yang ganas itu tidak bisa menunjukkan dimana mayat Yesus diletakkan atau disembunyikan kalau memang Yesus tidak bangkit. Yesus yang bangkit dilihat oleh banyak sekali orang sehingga mustahillah kalau semuanya itu hasil halusinasi mereka yang sudah terlanjur percaya.
Petunjuk menarik sebagai bukti Yesus bangkit pada hari minggu adalah perubahan Paskah Perjanjian Lama (Tuhan membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir) yang dirayakan pada hari Sabat Sabtu yang begitu ketat dilaksanakan sebagai ritus agama oleh umat Yahudi, dengan bangkitnya Yesus pada hari pertama dalam minggu mendorong umat Kristen tidak lagi merayakan Sabat Sabtu tetapi melaksanakan ibadat di hari Minggu sebagai peringatan mingguan akan Yesus yang telah bangkit pada hari itu. Perubahan melawan tradisi agama yang ketat ini tentu disebabkan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi. Paskah sekarang berarti Tuhan menang atas maut dan Tuhan membebaskan umat manusia dari dosa.
Berita Yesus yang telah bangkit tetap diberitakan sampai sekarang, dan bukan sekedar sebagai fakta historis tetapi sebagai janji bahwa Tuhan Yesus akan membangkitkan umat yang percaya. Bagi pengikut Tuhan Yesus, Ia adalah Kristus, sang juruselamat, yang membebaskan umatnya dari perhambaan dosa dan membawa kepada keselamatan dan kebangkitan tubuh bila telah mati.
Peringatan Paskah bukan sekedar ritual agama, tetapi merupakan momentum bagi manusia untuk menyadari bahwa hidup manusia itu harus dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah pada saat mereka meninggal atau belum meninggal saat kedatangan-Nya kedua kali kelak. Namun, bagi mereka yang mau menerimanya sebagai juruselamat dan mengakui dosa-dosa mereka dan tidak berbuat lagi dan melakukan kehendak Allah, maka kebangkitan menjadi jaminan bila nanti mati meninggalkan dunia yang fana ini.
Berita Ia telah bangkit bukan sekedar catatan Alkitab yang terjadi 2000 tahun yang lalu, melainkan kabar baik yang tetap diberitakan sampai sekarang, bahwa Ia menjanjikan kebangkitan juga bagi orang yang percaya dan diperkenan-Nya, dan menjadi pengharapan hidup bagi semua orang yang membuka diri kepada-Nya.

Renungan :
Apa makna paskah yang bisa kita renungkan dalam kehidupan kita?
1.    Paskah mengingatkan kita akan penghianatan Yudas, setiap mendengar atau membaca kisah penghianatan yang dilakukan Yudas, kita selalu geram, marah dan menunjukkan kebencian kepada Yudas. Saking bencinya sangat jarang orang tua member nama Yudas kepada anaknya. Namun kita tidak menyadari bahwa dalam kehidupan ini, kita juga sadar atau tidak sadar sering melakukan penghianatan  yang sama dalam versi yang berbeda. Banyak suami yang menghianati kesetiaan istrinya atau sebalikya, banyak orang yang menghianati sahabatnya demi kepentingan sendiri, Bahkan kalau kita lihat di media masssa, para politisi, pejabat, praktisi hukum tidak segan-segan, bahkan secara terang-terangan menghianati rekan-rekannya karena sakit hati, tidak dapat bagian dsb. Apalagi kalau kita bicara soal penghianatan terhadap Tuhan, semakin kompleks masalahnya. Paskah mengingatkan kita bahwa penghianatan juga ada di sekitar kita. Karena itu kita masing-masing harus mau instroispeksi diri dan memperbaiki diri kita agar tidak masuk dalam kategori penghianat.
2.    Paskah mengingatkan kita akan via dolorosa (jalan salib). Sebuah perjalanan sengsara Yesus yang penuh dengan penderitaan, siksaan, hinaan, dsb. Dalam hidup kita di dunia ini kita sering mengalami penderitaan (walaupun belum sampai kepada kesengsaraan). Namun Paskah mengingatkan kita bahwa kesusaahan apapun  yang kita alami di dunia ini tidaklah seberapa dibandingankan penderitan yang Yesus alami sepanjang Via Dolorosa itu. Karena itu tidak kamus putus asa dalam hidup kita, tetapi pengharapan yang teguh nahwa Yesus telah mengalahkan dunia ini, masakan kita kalah oleh dunia ini.
3.    Paskah berbicara tentang Salib, salib yang mengambarkan hubungan kita secara vertical dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama. Ucapan-ucapan Yesus di atas kayu salib hendaknya menjadi renungan kita
-      Pada waktu Yesus dipaku, paku itu menusuk ke dalam tangan-Nya, dia mulai kesakitan, mengatakan dengan kalimat pertama "Bapa ampunilah mereka karena apa yang mereka perbuat, mereka tidak tahu".
-      Kalimat kedua adalah Dia jawab perampok yang menerima-Nya dengan kalimat,"Sesungguhnya aku berkata kepada-Mua, hari ini engkau dan Aku berada di dalam Firdaus".
-      Kalimat ketiga Dia katakan kepada Yohanes,"Lihatlah ibumu, ibu lihatlah anakmu". Mulai hari itu Maria diterima oleh Yohanes untuk tinggal di rumahnya karena Yesus tidak lagi menjaganya.
-      Kalimat keempat, kalimat yang begitu sakit dan begitu susah sehingga Ia teriak, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
-      Kalimat kelima "Genaplah sudah". Sudah sempurnalah, sudah genap tugas kewajiban yang Yesus jalani.
-      Kalimat keenam Yesus mengatakan, "Aku haus". Setelah Yesus mengatakan 'Aku haus', mereka menaruh spon ke dalam suatu cuka kemudian diberikan kepada Yesus. Kemudian Yesus merasakan, tetapi tidak mau minum, mengapa ? Orang disalib di atas Golgota disediakan satu ember cuka. Cuka kalau diminum banyak, orang itu tidak akan menderita rasa sakit sehingga meringankan penderitaan. Tetapi Yesus tidak mau minum cuka itu, Yesus mau dengan penderitaan sepenuhnya untuk menanggung dosa yang bertobat dan beriman kepada-Nya. Mengapa Yesus mau merasakan? Karena Yesus tidak ingin mengecewakan orang yang hatinya baik.
-      Kalimat ketujuh Yesus mengatakan "Ya, Bapa, ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawa-Ku". Sesudah mengatakan hal itu, Yesus mati. Yesus secara aktif menyerahkan nyawa-Nya. Ini semua menyatakan siapakah Dia? Tak mungkin ini Yudas. Yudas tak mungkin mengatakan "Bapa, ampunilah mereka". Tidak ada orang baik seperti ini. Tidak ada orang pernah mengatakan "Berkatilah musuh, pada waktu ia menderita sengsara". Inilah pertama kali kalimat tersebut disebut.
Intinya paskah berbicara tentang Kebangkitan & kemenangan. Jadi ketika kita merayakan paskah kita harus focus pada kebangkitannya, karena dengan kebangkitan Yesus, berarti Dia telah mengalahkan kerajaan Maut, sehingga kita sebagai orang percaya tidak lagi mengalami kematian kekal, kita masuk dalam kehidupan yang baru, yang sudah dimurnikan, yang berpengharapan. Kebangkitan Yesus membuat arah hidup kita menjadi jelas, yaitu hidup di dunia ini dengan segala problemanya, kemudian kita akan meninggalakan dunia ini pada waktunya, dan yang terpenting kita akan dibangkitkan kembali. Berita kebangkitan bukan sekedar harapan. Itu adl kepastian. Ya kepastian kehidupan kekal bagi mereka yg percaya dan menerima Dia, dan kepastian kebinasaan bagi mereka yg mengeraskan hati dan menolak! AMIN

SELAMAT PASKAH



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML