Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 08 Juni 2009

CALON SINTUA

Hari Minggu, 7 Juni 2009 Saya dan Keluarga merasa bersyukur kepada Tuhan, karena secara resmi diangkat menjadi "learning" Sintua. Selama ini saya memang telah "melayani" satu tahun lebih sebagai "Sek/Bend Gereja" ( banyak orang pikir selama ini saya sudah menjadi Sintua ), dan Tuhan "mamanggil" (mungkin hanya perasaan saya saja..) untuk melayani lebih lagi sebagai Calon Sintua.
Saya sadar betapa beratnya sebenarnya "Syarat untuk menjadi Sintua yang Benar" ( sesuai dengan 1 Tim 3 : 1-13), namun saya berpikir jika memang benar ini "Panggilan dari Tuhan", saya pasti mampu dan dikuatkanNya. Sintua bukanlah jabatan struktural gereja, tetapi Karena beratnya tugas yang dikerjakan seorang sintua dalam jemaat, Paulus menasehatkan Timotius agar jangan buru – buru menahbiskan seseorang menjadi sintua (1 tim 5:22). Dan orang yang akan diangkat menjadi sintua di jemaat haruslah memiliki syarat –syarat tertentu sebagaimana di dalam 1 Tim 3 :1-7 dan juga Titus 1 :6-9, yakni : 1) Seorang yang tidak bercacat 2) Suami dari satu istri 3) Dapat menahan diri 4) Bijaksana 5) Sopan 6) Suka memberi sumbangan (bertamu) 7) Cakap mengajar orang 8) Bukan peminum 9) Bukan pemarah 10) Peramah 11) Pendamai 12) Bukan hamba uang 13) Seorang kepala keluarga yang baik 14) Disegani dan dihormati oleh anak –anaknya 15) Jangan seorang yang baru bertobat 16) Mempunyai nama baik di luar jemaat Ya..itulah Sintua yang Sebenarnya, tetapi saya sadar tidak ada yang sempurna dalam diri kita sebagai manusia, hanya saja...jika kita mau di proses untuk "disempurnakan", itulah hakekat dari kesempurnaan. Persyaratan yang diajukan untuk seorang sintua bukan dimaksud supaya kita menyerah dan berkata “saya tidak layak” Panggilan menjadi sintua adalah sebuah anugerah Tuhan yang diberikan atas dasar kemurahan hatinya. DR.J.L.Ch. Abineno mengatakan dalam bukunya Penatua – Jabatan dan pekerjaannya, bahwa jabatan gerejawi “tidak berdasar atas kebaikan atau prestasi dari mereka yang memangkunya “ibarat sebuah alat, mungkin kita merasa tidak memenuhi kualifikasi, tetapi jika Tuhan mau memakai kita sebagai alatNya, maka kita bisa menjadi alat yang berguna didalam tangan Nya. Akhirnya...saya berdoa untuk diri saya sendiri dan Calon-calon sintua yang lain dan keluarga agar Tuhan memberi hikmat dan kekuatan untuk melayani...Doa anda semua menguatkan kami.....Selamat untuk Calon Sintua...Syalom

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML