Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Senin, 13 Februari 2012

PESTA BONA TAON PARNASIB


PESTA BONA TAON NAINGGOLAN SIBATUARA (PARNASIB) SE-JABODETABEK BERLANGSUNG MERIAH

Suasana Pesta Bona Taon PARNASIB 2012
Pesta Bona Taon Parsadaan Nainggolan Sibatuara (PARNASIB) se-jabodetabek yang dilaksanakan pada hari Minggu 12 Februari 2012 di Gedung Mulia & Raja Kebon Nanas Jakarta Timur berlangsung meriah. Pesta yang diselenggarakan sekali dalam 2 tahun tersebut kali ini mengambil thema “BERSAMA MEMBANGUN MASA DEPAN” dan sub thema “Mempersiapkan Generasi Muda yang beriman, berilmu dan beradat”.
Rangkaian Pesta Bona Taon PARNASIB tersebut diawali dengan Ibadah yang diisi dengan berbagai Paduan Suara dari beberapa wilayah/komisariat PARNASIB se-jabodetabek antara lain PS Nainggolan Sibatuara, PS Jakarta Barat, PS Bekasi I dan dimeriahkan oleh Reich Chamber Music yang menampilkan lagu-lagu rohani dengan apik. Selain itu juga tampil beberapa penyanyi solo yang merupakan putra-putri Nainggolan Sibatuara.

Jumat, 10 Februari 2012

KHOTBAH MINGGU 12 FEB 2012

RAHASIA KESEMBUHAN ILAHI

Ev. 2 Raja-raja 5:1-14
5:1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.
5:2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
5:4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
5:5 Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
5:6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
5:7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."
5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.


Pengantar
Kitab II Raja-raja ini melanjutkan sejarah dari kedua kerajaan Israel yang kisahnya terputus pada akhir buku I Raja-raja. Nabi yang menonjol dalam buku II Raja-raja ini ialah Elisa, pengganti Nabi Elia.
Nats khotbah minggu ini menceritakan tentang seorang panglima perang Aram bernama Naaman yang menderita penyakit Kusta yang datang kepada Nabi Elisa untuk mendapatkan kesembuhan. Kisah ini hendak mengungkapkan kepada kita bagaimana rahasia kesembuhan ilahi dalam kehidupan manusia.

Penjelasan
Dalam proses memperoleh kesembuhan, ada beberapa pokok penting yang harus kita perhatikan yaitu :

Rabu, 01 Februari 2012

Khotbah Minggu 5 Feb 2012

ORANG YANG SETIA MENANTIKAN TUHAN AKAN MENDAPAT KEKUATAN BARU

Ev. Yesaya 40:21-31
40:21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan?
40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
40:23 Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja!
40:24 Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti jerami.
40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Ep. Markus 1:29-39
1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.


Pengantar

Kitab Yesaya terbagi dalam tiga bagian, yaitu Pasal 1-39 disebut Proto Yesaya, Pasal 40-55 disebut Deutro Yesaya dan pasal 56-66 disebut Trito Yesaya. Proto Yesaya dituliskan sebelum masa pembuangan Babel, ketika Yehuda (Kerajaan Selatan) terancam oleh kerajaan Asyur, Deutro Yesaya ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam Pembuangan Babel,  sedangkan Trito Yesaya sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali dari Pembuangan bael ke Yerusalem.
Nats khotbah minggu ini adalah bagian dari Deutro Yesaya, yaitu ketika bangsa Yehuda berada dalam penderitaan oleh Pembuangan Babel. Dalam kondisi seperti itulah, Yesaya memberikan penghiburan kepada mereka dan mengingatkan kembali tentang kuasa dan ke-maha-an Allah yang sanggup melepaskan mereka dari penderitaan asalkan mereka mau berharap dan menanti-nantikanNya. Yesaya ingin supaya bangsa Yehuda kembali menyadari  bahwa mereka memiliki Allah yang melebihi segala allah yang ada dalam dunia ini, sehingga semangat mereka untuk keluar dari pembuangan itu harus dibangkitkan kembali.

Kamis, 26 Januari 2012

Khotbah Minggu 29 Jan 2012

BEBAS, TAPI BERHIKMAT 
Ev. I Kor 8:1-13
8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi -- dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian --
8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
8:10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu.
8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


Ep. Maz 111:1-10
111:1 Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
111:2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
111:3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
111:4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
111:5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
111:6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.
111:7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,
111:8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
111:9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.



Pengantar 
Ketika masih anak-anak, penulis sering melihat sebuah keluarga yang mengadakan acara pesta keluarga, sebelum pesta di mulai mereka mengambil makanan dan membawanya ke dalam kamar kosong. Makanan tersebut diletakkan disana dan tidak boleh seorangpun masuk ke dalam kamar dan mengambilnya hingga acara pesta selesai. Ketika penulis bertanya “untuk apa makanan itu di letakkan dalam kamar?” jawabnya untuk persembahan kepada arwah nenek moyang, supaya mereka merestui acara pesta keluarga yang sedang berlangsung.  
Kemudian penulis juga sering melihat berbagai macam makanan dan buah-buahan diletakkan di atas kuburan (paling banyak di kuburan orang tionghoa). Tujuannya sama, yaitu persembahan kepada arwah anggota keluarga yang sudah meninggal. Berkenaan dengan makanan yang dipersembahkan kepada arwah tersebut, bagaimana Paulus memandangnya dan apakah makanan bekas persembahan tersebut masih boleh dimakan? Apakah makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala itu menjadi haram bagi orang Kristen?. Untuk menjawab pertanyaan itu, marilah kita mempelajari nats ini selanjutnya.

Selasa, 24 Januari 2012

CINTA DAN WAKTU

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Kamis, 19 Januari 2012

3 x 8 = 23?

    Yan Hui adalah seorang pejabat dan murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia  melihat   satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan  ternayata seorang pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak : "3x8 = 23,  kenapa kamu bilang 24?"
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata:  "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi"
    Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:   "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak menenetukan."