Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Rabu, 12 Oktober 2011

Epistel Minggu 16 Okt 2011

GABE BATU NA MANGOLU DI JORO NI DEBATA
(1 Petrus 2 : 1-10)
  • Surat 1-2 Petrus ima surat pangapulion laho mangapuli halak Kristen na parjolo i di abad I (taon 64 M), ala digosa-gosa halak Romawi do nasida, tarlumobi di masa ni Kaesar Nero. Sude do halak Kristen dilelei, disiksa jala di bunu. Ndang dipaloas halak Kristen hatiha i pajongjong bagas joro manang patupahon parpunguan laho mamuji Debata. Sai diasupi halak Yahudi do nasida jala di aluhon tu Kaesar Nero mandok ia Kristen ima agama na membangkang jala memberontak tu Kaesar. Di parentahon Kaesar Nero do asa sude halak Kristen mangihuthon ulaon haholomon nasida i, gabe tung mansai posa do sitaonon ni halak Kristen hatiha i. Alani do diapoi jala diapuli Apostel Petrus nasida asa tongtong manahan nasida di sitaonon i, jala marpanghirimon tu Debata sambing.

Selasa, 11 Oktober 2011

Khotbah Minggu 16 Okt 2011

Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia : berakar, dibangun dan bertumbuh didalam Dia
Ev. Kolose 2:6-7
2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur

Jumat, 07 Oktober 2011

MY 40th BIRTHDAY

Life begins at Forty

            Tulisan ini sudah pernah diposting tanggal 7 Oktober 2010, Hari ini, saya re-post (hanya ganti angka 39 menjadi 40), untuk mengingatkan saya bahwa ternyata waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa setahun berlalu, sekarang (hari ini) saya genap berusia 40 Tahun, sejak kecil memang saya tidak terlalu sering merayakan Ulang Tahun ( karena saya tinggal di kampung dgn kondisi keuangan orang tua yang tidak memadai ). Jadi saya tidak punya kenangan yang special tentang Hari Ulang Tahun. Namun Ayah saya sering bilang bahwa ulang tahun mu sangat istimewa karena bertepatan dengan Hari Lahirnya HKBP ( gereja Protestan terbesar di Indonesia ), sehingga tanpa perayaan keluarga pun, seluruh umat HKBP merayakannya. Mungkin itu hanya sekedar “hiburan” supaya saya tidak menuntut perayaan ulang tahun sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak orang mampu.

REFLEKSI JUBILEUM 150 TAHUN HKBP (7 OKTOBER 1861 – 7 OKTOBER 2011)

 “Perjalanan HKBP dan Pergumulannya”

Pengantar
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah salah salah satu organisasi gereja terbesar di Asia, bahkan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan data PGI, HKBP memiliki  gereja / jemaat sebanyak 3.131 jemaat, anggota jemaat    sebanyak  3.500.000 jiwa, pendeta  ± 1.700 orang dan pelayan lainnya (Evangelis, Diakones, Biblevrouw, Guru Huria dan Sintua) sebanyak ± 35.000 orang.
Secara hukum organisasi HKBP telah disahkan melalui Pengakuan Pemerintah tanggal 11 Juni 1931 No 48, Staatsblad 1932 No. 360, jo. No. Dd/P/DAK/d/135/68, jo. No. 33 Tahun 1988.
Saat ini, HKBP yang berpusat di Pearaja - Tarutung, Sumatera Utara itu dipimpin oleh seorang Ephorus, Sekretaris Jenderal dan 3 Kepala Departemen, yaitu :
Ephorus                       : Pdt. Dr.Bonar Napitupulu
Sekjen                         : Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh
Kadep.Koinonia          : Pdt. Dr. Jamilin Sirait
Kadep.Marturia           : Pdt. Dr. Binsar Nainggolan
Kadep.Diakonia          : Pdt. Nelson Siregar, STh

Kamis, 06 Oktober 2011

Khotbah Minggu 09 Okt 2011

BATU YANG DIBUANG, MENJADI BATU PENJURU
Ev. Maz. 118:22-29
118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
118:26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.
118:27 TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.
118:28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.
118:29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

Ep. Kis. 4:5-12
4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Pengantar
Batu penjuru adalah sebuah batu besar yang ditempatkan pada fondasi di sudut utama suatu bangunan baru. Kata ini mengandung makna metafora yang merupakan lambang untuk menggambarkan Kristus yang mempersatukan gereja, seperti batu penjuru sebuah bangunan yang menopang bagian-bagian bangunan tersebut.
Menurut ensiklopedia Kristen, Ada dua bagian Alkitab yg perlu mendapat penjelasan khusus tentang ungkapan batu penjuru, yaitu :

Sabtu, 01 Oktober 2011

Renungan Harian

Amsal 23:17-18
Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Pengantar
Amsal ini disebut amsal orang-orang bijak karena berisikan petuah-petuah (Poda) supaya kita bijak dalam menjalani kehidupan dengan segala macam masalah dan persoalan yang harus dihadapi manusia..
Misalnya, seringkali kita membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, sehingga ketika kita melihat orang lain lebih sukses dari kita (anak Tuhan), padahal (menurut kita), dia hidup dalam dosa, maka  pertanyaan yang timbul adalah adilkah Tuhan? Dan ketika kita mempertanyakan keadilan Tuhan timbullah  HOTEL (Hosom, Teal, Late). Kita sering bersungut-sungut kepada Tuhan dan membuat pertanyaan mengapa hidup orang lain berkelebihan sedangkan kita berkekurangan, mengapa orang lain sehat saya sakit.
Yang paling tidak bisa kita mengerti adalah mengapa banyak orang berdosa (koruptor, penipu, jahat) justru kelihatannnya sukses, kaya, sehat, dan bahagia?, sementara ada orang-orang benar, jujur, baik dan rajin beribadah justru kehidupannya terbalik (menderita).  Jika kita merasa sebagai orang benar, tentu saja hal itu menimbulkan rasa iri dalam hati kita.
Itulah rahasia hidup. Kalau kita ingin mengungkap rahasia hidup itu tentu saja tidak akan bisa, untuk itulah mari kita gali nasehat amsal ini lebih dalam.