Matius 13:43
Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar.
Berita, Perenungan, Suara Hati, dan Pengalaman Rohani dari seorang muda yang belajar melayani ___________________________________
Jumat, 16 Juni 2017
Jumat, 10 Februari 2017
PARTUTURAN BATAK
- Paratur ni parhundulon berarti posisi duduk, ini adalah salah satu istilah dalam ritual adat Batak, yang kemudian dimaknakan dalam kehidupan sehari-hari.
- Posisi duduk dalam suatu acara adat Batak sangat penting, karena itu akan mencerminkan unsur-unsur penghormatan kepada pihak-pihak tertentu.
- Karena yang menulis sumber-sumber bacaan ini, termasuk saya, kesemuanya laki-laki, maka ada baiknya kita memposisikan diri sebagai pihak laki-laki, agar nantinya mudah memahami berbagai struktur partuturon yang saya dan kita semua tahu, sangat rumit. Kepada ito-ito yang mungkin akan kebingungan, cobalah membayangkan seolah ito-ito semua adalah laki-laki dalam keluarga. Di akhir bacaan nanti, diharapkan pembaca bisa memahami posisinya masing-masing, dan juga posisi orang-orang di sekeliling kita tercinta.
Selasa, 29 Maret 2016
PERIODISASI HKBP TIGARAKSA
Pada hari Minggu Paskah Pertama, 27 Maret 2016, telah dilaksanakan pelantikan Periodisasi Dewan Koinonia, Marturia, Diakonia, Sekretaris dan Bendahara Huria PEriode 2016-2020 dan seksi-seksi Periode periode 2016-2018.
Pelantikan tersebut dipimpin oleh Pdt. Daminna Lumbansiantar, STh (Kabid Koinonia Distrik XXI Banten) dan Pimpinan Jemaat Jemaat HKBP Tigarksa Kota Pdt. Bintang M Siregar, STh membacakan SK penetapan sususan pengurus Dewan dan Seksi-seksi HKBP Tigaraksa yang baru.
Adapun susunan pengurus Dewan periode 2016-2020 dan seksi-seksi HKBP Tigaraksa periode 2016-2016 adalah sbb :
Pelantikan tersebut dipimpin oleh Pdt. Daminna Lumbansiantar, STh (Kabid Koinonia Distrik XXI Banten) dan Pimpinan Jemaat Jemaat HKBP Tigarksa Kota Pdt. Bintang M Siregar, STh membacakan SK penetapan sususan pengurus Dewan dan Seksi-seksi HKBP Tigaraksa yang baru.
Adapun susunan pengurus Dewan periode 2016-2020 dan seksi-seksi HKBP Tigaraksa periode 2016-2016 adalah sbb :
Senin, 21 September 2015
PESTA GOTILON & HUT Ke-16 HKBP Tigaraksa Kota
Pelehon ma Hamauliateon
Minggu, 20 Sep 2015, bertempat
di Gedung Serba Guna Pemkab Tangerang, HKBP Tigaraksa Kota, Resort Perumnas
Tangerang melaksanakan Acara Pesta Gotilon dan HUT Ke-16 HKBP Tigaraksa Kota.
Acara diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Hicler Sitorus, STh sebagai
liturgis dan Pdt. Kespan Simbolon, STh, MM membawakan firman Tuhan.
Rabu, 26 Agustus 2015
PESTA GOTILON HKBP TIGARAKSA 2015
DOAKAN DAN SUKSESKAN
HKBP
TIGARAKSA KOTA
(19 Sep 1999- 19 Sep 2015)
Thema :
“Pelehon
hamu ma hamauliateon, ala naung dipatuduhon Debata hatuaon-Na tu hamu”(Psalm 50:23)
Sub tema :
“MarhitePesta
Gotilon dohot Ulang Tahun pa-16 hon HKBP Tigaraksa,
tapasangap ma Debata marhite ngolu dohot pambahenan”.
Tigaraksa,
20 Sep 2015
Jumat, 24 Juli 2015
Review Perjalanan Pulang Kampung
60
Jam di Lintas Sumatera Tigaraksa - Sibolga
Libur Lebaran 2015, kerinduan
akan kampung halaman membuat kami sekeluarga harus menempuh perjalanan darat selama
± 60 jam dari Tigaraksa, Tangerang menuju Sibolga, Tapanuli Tengah.
Semangat untuk berangkat
telah ada sejak sebulan sebelumnya, sehingga persiapan untuk itu pun sudah
benar-benar matang. Ijin cuti dari pekerjaan dan sekolah anak-anak kami telah
dikantongi melebihi cuti bersama Hari Raya 2015.
Jumat malam, 10 Juli 2015
Pkl. 10.00 Wib perjalanan dimulai dari rumah di Tigaraksa, dengan mengendarai
mobil Avanza G tahun 2011, kami sekeluarga (7 orang) melalui Tol Balaraja barat
menuju Merak Banten yang ditempuh sekitar 2 Jam (Di Rest area Tol Balaraja –
Merak mampir untuk isi Bensin Fulltank, 33 liter). Tiba di Pelabuhan
Penyeberangan Merak Pkl. 12.05 Wib, langsung masuk ke area Pelabuhan setelah membeli
Tiket Penyeberangan seharga Rp. 347.000. Setelah menunggu sekitar setengah jam,
mobil kami pun meluncur masuk ke dalam kapal Roro dan diarahkan mengambil pakir
di bagian lantai 2 kapal penyeberangan tersebut. Setelah parkir dengan baik,
kami sekeluarga keluar dari dalam mobil dan naik ke bagian atas kapal untuk
beristirahat. Setelah menunggu sekitar seteangah jam, Kapal Roro pun bergereak
meninggalkan dermaga Pelabuhan Merak sekitar Pkl. 01.00 dini hari.
Jumat, 29 Mei 2015
Koor Ama HKBP Tigaraksa Kota ke HKBP Bandung Timur
Perjalanan Kunjungan Gerejawi
Koor Ama HKBP Tigaraksa Kota ke HKBP Bandung Timur
Rencana Kunjungan gerejawi Koor Ama HKBP Tigaaksa Kota ke HKBP
Bandung Timur sudah direncanakan sejak 3 bulan yang lalu. Dengan adanya rencana
kunjungan gerejawi, semangat Punguan Ama HKBP Tigaraksa dipacu untuk semakin
giat latihan koor. Bahkan jadwal latihan yang biasanya hanya sekali seminggu,
ditambah menjadi 2 x seminggu, yaitu setiap hai Kamis dan Sabtu. Bukan hanya
itu, Punguan Ama HKBP Tigaraksa juga sepakat untuk pengadaan baju seragam
dengan swadaya sendiri. Kunjungan gerejawi Koor Ama HKBP Tigaraksa itu sendiri
dimaksudkan untuk menggalang dana bagi Pembangunan HKBP Tigaraksa Kota.
KUNJUNGAN KASIH KOOR AMA HKBP Perumnas Tangerang
HKBP Tigaraksa, Minggu 10 Mei 2015
Minggu, 10 Mei 2015, HKBP
Perumnas Tangerang melaksanakan kunjungan kasih ke HKBP Tigaraksa Kota.
Sebagaimana diketahui HKBP Perumnas Tangerang adalah huria sabungan dari Resort
Perumnas Tangerang, dimana HKBP Tigaraksa Kota adalah satu-satunya huria
pagaran di resort tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Koor
Ama HKBP Perumnas Tangerang mempersembahkan lagu pujian dalam ibadah Pkl. 10.00
Wib. Uniknya, Koor Ama HKBP Perumnas Tangerang juga mempersembahkan lagu pujian bersama Koor
gabungan keluarga.
Jumat, 26 Desember 2014
SELAMAT NATAL 2014
Kami sekeluarga :
St. UTM Nainggolan / Evalina br. Hutauruk
bersama anak-anak :
Niel Rahmat Utama Nainggolan, ST
Dithasari Rizky Utami Nainggolan, AMd
Sion Ridho Utama Nainggolan
Natasya Karunia Utami Nainggolan
Grace Kasih Utami Nainggolan
menyampaikan :
SELAMAT NATAL 2014
&
TAHUN BARU 2015
Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua
Jumat, 29 Juni 2012
KHOTBAH MINGGU 1 JULI 2012
BERHARAPLAH KEPADA TUHAN, KASIH
SETIA-NYA TAK BERKESUDAHAN
Ev. Ratapan 3:22-33
3:22 Tak berkesudahan kasih
setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23 selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
3:24 "TUHAN adalah
bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
3:25 TUHAN adalah baik bagi
orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
3:26 Adalah baik menanti
dengan diam pertolongan TUHAN.
3:27 Adalah baik bagi seorang
pria memikul kuk pada masa mudanya.
3:28 Biarlah ia duduk
sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
3:29 Biarlah ia merebahkan
diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.
3:30 Biarlah ia memberikan
pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.
3:31 Karena tidak untuk
selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
3:32 Karena walau Ia
mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.
3:33 Karena tidak dengan rela
hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.
Kamis, 21 Juni 2012
Khotbah Minggu. 24 Juni 2012
KUASA ALLAH SUNGGUH BESAR
Ev. Ayub 38 : 1-11
38:1 Maka dari dalam badai
TUHAN menjawab Ayub:
38:2 "Siapakah dia yang
menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?
38:3 Bersiaplah engkau sebagai
laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
38:4 Di manakah engkau, ketika
Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!
38:5 Siapakah yang telah
menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? -- Atau siapakah yang
telah merentangkan tali pengukur padanya?
38:6 Atas apakah
sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya
38:7 pada waktu
bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah
bersorak-sorai?
38:8 Siapa telah membendung
laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim?
38:9 ketika Aku membuat awan
menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya;
38:10 ketika Aku menetapkan
batasnya, dan memasang palang dan pintu;
38:11 ketika Aku berfirman:
Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah
gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!
Ep. Markus 4:35-41
4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka:
"Marilah kita bertolak ke seberang."
4:36
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta
dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain
juga menyertai Dia.
4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam
perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka
murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau
tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam!
Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu
tidak percaya?"
4:41
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa
gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Pengantar
Pada dasarnya, setiap manusia di
dunia ini pasti pernah menghadapi kesusahan dalam hidupnya, hanya berat dan
ringannya kesusahan itu yang membedakannya. Namun kita juga bisa katakan bahwa
kesusahan itu tidaklah selamanya ada dalam hidup manusia, dengan kata lain
bahwa dalam hidup ini, susah dan senang pasti silih berganti. Seringkali kesusahan yang dianggap berat oleh
sebagian orang, menyebabkan hilangnya pengharapan (hopeless), sehingga
mengakibatkan adanya orang yang sampai
putus asa bahkan bunuh diri.
PROFIL
PROFIL Pdt. DR. Binsar
Nainggolan
Nama
: Pdt. DR.
Binsar Nainggolan
Tempat,Tg.
Lahir : Simanindo, 7 Nopember 1954
Ditahbiskan
: 8 Nopember
1981
Istri
: Risma Rosdiana Hutasoit, SSi
Anak
:
- Andre Umur 13 Tahun
- Nicholas Umur 11 Tahun
- Philip Umur 10 Tahun
Kamis, 14 Juni 2012
Khotbah : Minggu, 17 Juni 2012
ALLAH YANG MEMULIHKAN
Ev. Yehezkiel 17 : 22-24
17:22 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan
mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi dan menanamnya; Aku
mematahkannya dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda dan Aku sendiri
akan menanamnya di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas;
17:23 di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam
dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat;
segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka
bernaung di bawah cabang-cabangnya.
17:24 Maka segala pohon di ladang akan mengetahui,
bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang
rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang
layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan
membuatnya."
Pengantar
Nabi
Yehezkiel tinggal dalam
pembuangan di Babel, baik sebelum, maupun
sesudah jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 SM, anak seorang imam yang bernama Busi. Dia terpanggil
menjadi seorang Nabi pada umur 30 tahun, lima tahun setelah berada di
pembuangan, dia bertempat tinggal di Tel-Abib, di tepi sungai Kebar yang
ada di Babel (Yeh. 1:1-3).
Jumat, 08 Juni 2012
Khotbah Minggu 10 Juni 2012
PENDERITAAN UNTUK KEMULIAAN BERSAMA KRISTUS
2 KORINTUS 4 : 16 – 18
4:16
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin
merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan
kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan
kami.
4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan,
karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah
kekal.
PENGANTAR
Banyak
orang yang mengaku bahwa yang dialaminya dalam hidup ini hanyalah penderitaan
dan kesusahan semata. Itu sebabnya ada istilah banhwa “Dunia ini tempat
penderitaan dan kesusahan”. Kita akui bahwa hal tersebut ada benarnya, sebab
berbagai macam persoalan, masalah, pergumulan dan kesusahan terjadi silih
berganti dalam pengalaman hidup manusia secara umum, ada sakit-penyakit, kemiskinan, kematian, masalah rumah tangga, masalah
pekerjaan, bencana alam, dsb. Hal tersebut juga dialami orang percaya (pengikut
Kristus), tidak sedikit orang percaya yang putus asa karena tidak sanggup
menahan beban penderitaannnya.
Kamis, 07 Juni 2012
TOKOH
DR. RUSTAM EFENDY NAINGGOLAN, MM UNTUK SUMUT
SUMUT
Pada jaman pemerintahan
Belanda, Sumatera Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement
Van Sumatera yang meliputi seluruh Sumatera yang di kepalai oleh seorang
Gubernur berkedudukan di Medan.
Sumatera Utara terdiri dari
daerah-daerah administratif yang dinamakan keresidenan. Pada Sidang I Komite
Nasional Daerah (KND) Provinsi Sumatera diputuskan untuk dibagi menjadi 3 sub
Provinsi yaitu sub Provinsi Sumatera Utara (yang terdiri dari Keresidenan Aceh,
Keresidenan Sumatera Timur dan Keresidenan Tapanuli), sub Provinsi Sumatera
Tengah dan sub Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui Undang-Undang Nomor
10 Tahun 1948 tanggal 15 April 1948 pemerintah menetapkan Sumatera menjadi 3
Provinsi yang masing-masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya
sendiri yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Provinsi Sumatera Selatan dan
pada tanggal 15 selanjutnya ditetapkan menjadi hari jadi Provinsi Sumatera
Utara.
Awal tahun 1949 diadakan
reorganisasi pemerintahan di Sumatera. Dengan keputusan Pemerintah Darurat RI
tanggal 17 Mei 1949 Nomor 22/Pem/PDRI jabatan Gubernur Sumatera Utara
ditiadakan, selanjutnya dengan ketetapan Pemerintah Darurat RI tanggal 17
Desember 1949 dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatera Timur yang
kemudian dengan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1950
tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan ini dicabut dan kembali dibentuk Provinsi
Sumatera Utara.
Tanggal 7 Desember 1956
diundangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom
Provinsi Aceh dan perubahan peraturan pembentukan Provinsi Sumatera Utara yang
intinya Provinsi Sumatera Utara wilayahnya dikurangi dengan bagian-bagian yang
terbentuk sebagai Daerah Otonomi Provinsi Aceh.[1]
Rabu, 06 Juni 2012
Jamita Partangiangan Selasa 5 Juni 2012
JOU-JOU SIAN PARDANGOLAN
Ep. Psalmen 130 : 1-8
130:1 Ende hananangkok. * Sian
pardangolan angka na bagas i do ahu joujou tu Ho, ale Jahowa!
130:2 Ale Tuhan, sai tangihon ma
soarangki, sai patinggil ma pinggolmu tumangi soara ni anggukkon!
130:3 Molo tung manjujur Ho, ale
Jahowa, di angka dosa, tung ise ma manahan jongjong, ale Tuhan?
130:4 Alai tahe * marroha
pamuation do Ho, asa dihabiari halak Ho.
130:5 Huhalungunhon do Jahowa,
malungun do tondingku, jala huparhanalom do hatana.
130:6 Gumogo do dihalungunhon
rohangku Tuhan i sian angka parhal di torang ni ari, angka parhal di torang ni
ari tongon.
130:7 Nalom ma roham tu Jahowa,
ale Israel, ai parasi roha do Jahowa, jala godang do haluaon di Ibana.
130:8 Jala Ibana sandiri
paluahon Israel sogot sian dosana sudena.
Patujolo
Sude do hita jolma hea mengalami pardangolan, isara ni
na marsahit, na marhabot ni roha, PHK, dna. Adong do pardangolan i na mansai
bagas dihilala alani hansitna, adong muse do na neang dihilala jolma
(biasa-biasa saja). Alai na dialami par-pslamen on tung mansai bagas do, asa
didok : ”Sian pardangolan angka na bagas
i do ahu joujou tu Ho, ale Jahowa”
Jumat, 01 Juni 2012
Khotbah Minggu 3 Juni 2012
HIDUP ORANG KRISTEN BERPUSAT KEPADA KRISTUS
Ev. 1 Yoh 5 : 18-21
5:18 Kita tahu, bahwa setiap
orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari
Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
5:19 Kita tahu, bahwa kita
berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
5:20 Akan tetapi kita tahu,
bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita,
supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam
Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
5:21 Anak-anakku, waspadalah
terhadap segala berhala
Ep. Kol 1:15-23
1:15 Ia adalah gambar Allah
yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah
telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang
kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik
pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu
dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu
jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati,
sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan
Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia
memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun
yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu
hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang
nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang
diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk
menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus
bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser
dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di
seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi
pelayannya.
Pengantar
Minggu ini, kita masuk dalam Minggu Trinitatis
kalender gerejawi. Setelah turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, kita
mengenal Allah dalam pribadi Tritunggal/Trinitatis yaitu Allah Bapa, Allah
Yesus Kristus dan Allah Roh Kudus. Ketiganya adalah satu, sama dan setara. Allah
Bapa sama stratanya dengan Yesus Kristus
dan Roh Kudus. Pemahaman akan Trinitatis tidak bisa kita lihat dari sisi
rasional atau logika belaka, tetapi harus dipahami dengan Iman, sehingga kita
bisa mengerti keberadaan Allah dalam tiga pribadi yang kita sebut Trinitas.
Nats minggu berbicara tentang Kristus sebagai
pusat kehidupan orang Kristen. Yesus Kristus yang berasal dari Allah dan
disebut Anak Allah, adalah Allah itu sendiri, oleh karena itu kehidupan orang
Kristen (pengikut Kristus) harus berpusat kepadaNya, bukan kepada allah-allah
lain yang berasal dari dunia ini.
Sabtu, 26 Mei 2012
Khotbah Minggu 27 Mei 2012
Roh Kudus Membantu Kita
Ev. Roma 8 : 22-27, Ep. Kis 2:1-13
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai
sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi
kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita
sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
8:24 Sebab kita diselamatkan dalam
pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab
bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa
yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
8:26 Demikian juga Roh membantu kita
dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa;
tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang
tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati
nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak
Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Pengantar
Roh
Kudus adalah pribadi Allah yang kita kenal dalam konsep Trinitas. Keberadaan
Roh Kudus sudah ada sejak Penciptaan (Kej. 1:20). Dalam jaman PB, kehadiran Roh
Kudus semakin nyata sejak Hari Pentakosta, ketika Roh Kudus turun kepada
murid-murid Yesus berupa lidah-lidah api sehingga mereka memperoleh kuasa untuk
berbicara dalam bebagai bahasa. (Kis. 2:1-13).
Kehadiran
Roh Kudus ditengah-tengah dunia ini merupakan bukti bahwa Allah selalu hadir
(Omni Present) dalam kehidupan manusia. Allah tidak pernah meninggalkan
umat-Nya, tetapi Allah senantiasa beserta kita sepanjang masa. Roh Kudus
sebagai pribadi Allah hadir di dalam hati setiap orang (1 Kor 6:19). Roh Kudus
menjadi penghibur, penolong, penasehat (parakletos) dalam kehidupan manusia.
Roh Kudus juga mampu memberi kuasa (dunamos) kepada orang-orang percaya.
Dalam
nats ini, kita melihat setidaknya ada tiga hal penting yang dilakukan Roh Kudus
dalam kehidupan manusia, yaitu
-
Roh
Kudus membantu manusia dalam kelemahannya (Ay. 22-23)
-
Roh
Kudus menuntun manusia kepada pengharapan (Ay. 24-25)
-
Roh
Kudus berdoa untuk orang-orang kudus (Ay. 25-26)
Jumat, 18 Mei 2012
Khotbah Minggu 20 Mei 2012
HIDUP DALAM JALAN ORANG BENAR
Ev.Mazmur 1:1-6
1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak
berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu
siang dan malam.
1:3
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya
pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
1:4
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang
berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju
kebinasaan.
Ep. Kisah Para Rasul 1 : 15-26
1:15
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang
sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu
berkata:
1:16
"Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh
Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang
menangkap Yesus itu.
1:17
Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan
ini."
1:18
-- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia
jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah
ke luar.
1:19
Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka
sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah
--.
1:20
"Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi
sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya
diambil orang lain.
1:21
Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang
berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
1:22
yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga
meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang
kebangkitan-Nya."
1:23
Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga
bernama Yustus, dan Matias.
1:24
Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati
semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
1:25
untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang
telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
1:26
Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias
dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Pengantar
Setiap orang pasti
menginginkan kebahagian dalam hidupnya. Namun untuk memperoleh kebahagiaan manusia
juga harus berusaha, sebab kebahagiaan tidak akan datang dengan sendirinya. Perjalanan
hidup manusia selalu dihadapkan kepada bebagai pilihan, maka manusia itu harus
mengambil keputusan yang tepat utnuk memperoleh apa yang diinginkannya.
Rabu, 16 Mei 2012
Peringatan Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga
Kenaikan Yesus Kristus
Pengantar
Kenaikan
Yesus Kristus adalah
peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh
murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian
hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru.
Selama 40
hari setelah kebangkitan-Nya
pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus
menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan,
bahwa Ia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada
mereka tentang Kerajaan Allah.
Kitab Kisah Para Rasul mencatat lebih detail mengenai
percakapan antara Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya. Para murid
Yesus digambarkan masih belum memahami benar arti seluruh peristiwa yang mereka
alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan
kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.
Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari dunia. Ia berpesan kepada
murid-muridnya: "... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea
dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Dan
sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil
disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun
dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang
telah diberikan Yesus kepada mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)






