Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Sabtu, 16 Februari 2013

Khotbah Minggu 17 Feb 2013



TETAP SETIA  WALAUPUN DALAM PENCOBAAN
Matius 4:1-11
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus

Pengantar
Dalam pasal sebelumnya kita tahu bahwa Yesus baru saja dibaptis oleh  Yohanes, dan setelah itu Allah “memperkenalkan” Yesus sebagai Anak-Nya dengan kalimat "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat. 3:17). Perkenalan itu sekaligus pernyataan bahwa Allah telah hadir di dunia ini menjadi daging (manusia), memiliki sifat-sifat manusia dan meninggalkan pribadi keillahianNya dan mengambil rupa kemanusiaan yang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Dalam Filipi 2:7 dikatakan bahwa Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Oleh karena itulah dalam wujud kemanusiaanNya harus diuji/dicobai
Kemudian Yesus dibawa oleh Roh (Allah) ke padang gurun untuk dicobai Iblis. AlKitab menggambarkan pencobaan ini terjadi di “padang gurun”. Padang Gurun dalam Perjanjian Lama disebut Yeshimmon yang berarti tempat pembinasaan. Nama ini sesuai dengan sifat dan situasi padang gurun yang tandus, kering dan serba sulit. Orang yang berada di sana tanpa persiapan akan mengalami kesulitan bahkan kebinasaan. Di tempat sulit semacam inilah Yesus dicobai oleh Iblis.
Melalui nats ini, matius mengajak kita untuk secara lebih mendalam melihat dan memahami bagaimana iblis menggoda manusia; bagaimana taktik iblis menjatuhkan manusia agar manusia terbelenggu dalam dosa dan kesalahan.


Penjelasan
  • Ay. 3-4, Pencobaan pertama, batu menjadi roti. Saat itu Yesus sudah berpuasa selama 40 hari 40 malam. Tentu saja saat itu Dia sangat lapar dan haus, kemudian berada di padang gurun dimana sangat sulit untuk mendapatkan makanan dan minuman. Iblis mengerti situasi yang dihadapi oleh Yesus dan Iblis tahu dan mengenal Yesus adalah Anak Allah dan Dia bukan manusia biasa seperti biasa. Dia 100% Allah dan 100% manusia, Dia memiliki kemampuan untuk melakukan mujizat ini. Namun Iblis ingin menguji sisi kemanusiaan Yesus, Oleh karena itulah Iblis berkata “"Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Yesus dicobai untuk memakai kuasa-Nya bagi kepentingan diri sendiri. Inilah yang justru ditolak oleh Yesus, ketika dia berkata : "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
  • Ay. 5-7, Pencobaan yang kedua. Ketika Yesus mengutip ayat  kitab suci untuk melawan Iblis, Iblis pun tidak mau kalah, Iblis mencobai Yesus kedua kalinya dengan mengutip kitab Mazmur ketika mereka berada di bubungan Bait Suci : "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Apa sebenarnya tujuan Iblis dalam pencobaan yang kedua ini? Iblis seakan-akan mau meneguhkan identitas Yesus dan menguatkan Yesus tentang implikasi yang mungkin dari relasi khususNya dengan Allah Bapa. Kemudian yang kita lihat adalah bahwa Yesus dan Iblis kembali beradu argumentasi tentang ayat-ayat kitab suci : ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
  • Ay. 8-10, pencobaan yang ketiga. Yesus dibawa ke atas puncak gunung dan melihat seluruh kejayaan dunia. Gunung ini gunung apa? Para penafsir mengatakan kemungkinan ini adalah gunung Nebo dan puncaknya Pisga karena di dalam titik inilah seluruh tanah perjanjian bisa dilihat (bnd. Ulangan 34:1). Dan Yesus dibawa oleh Iblis ke puncak gunung itu dan berkata : “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Iblis tahu bahwa Yesus adalah Raja yang didambakan oleh bangsa Israel, sehingga dia menawarkan kekuasaan dunia kepada Yesus. Lalu pada puncaknya Yesus marah dan berkata : “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (bnd Mat.7:23; 16:23).


Penutup & Renungan
  • Kita seringkali sebagai orang Kristen terus-menerus bekerja siang dan malam, dengan tujuan mencari kebutuhan hidup sandang, pangan & papan. Dan Iblis senantiasa menggoda kita untuk terus mencari dan mencari  tanpa batas. Namun sebaliknya ada juga muncul godaan agar kita memakai kemampuan dan karunia yang dianugerahkan Tuhan untuk mendapatkan keinginan kita secara instan, tidak perlu kerja keras. Dan kita seringkali membayangkan dan mengharapkan bahwa Tuhan akan menurunkan mujizat dari atas untuk menolong kita, tanpa usaha dan upaya maksimal yang kita lakukan.
  • Iblis juga sering memakai ego dan kesombongan kita untuk membuat kita jatuh, itulah kelemahan manusia yang sangat mudah dipakai oleh Iblis untuk mejatuhkan manusia. Bahkan Iblis juga memakai status kita sebagai Anak-anak Allah untuk mencobai kehidupan kita. Iblis akan berkata : “Kamu adalah anak Allah, engkau adalah bangsa pilihan, Yesus sudah menebus engkau, maka seharusnya hidupmu bisa lebih baik dari saat ini, oleh karena itu kamu harus berani terjun dalam kehidupan dunia ini supaya kamu sukses, dsb.”  Kita sering tergoda untuk mendapatkan popularitas, ingin dipuji dan dikagumi. Kita sering tergoda untuk melakukan hal-hal spektakuler supaya dikenal dan dihormati. Gila hormat inilah yang melahirkan sikap sombong dan merasa diri paling hebat. Orang takut direndahkan, sehingga di mana-mana orang mencari kehormatan diri sendiri.
  • Kekuasaan juga menjadi godaan terbesar dalam kehidupan manusia, banyak orang Kristen yang sudah memliki kekayaan akhirnya mengincar kekuasaan. Manusia sering digoda untuk  menjual harga dirinya demi kekuasaan. Itulah sebabnya banyak terjadi suap-menyuap untuk memperoleh jabatan dan kedudukan tertentu.
  • Yesus sendiri mengalami pencobaan, apalagi kita manusia, namun Yesus memberi kita contoh bagaimana menghadapi godaan Iblis, sehingga memperoleh kemenangan dan  pada akhirnya Iblis akan meninggalkan kita, dan gantinya adalah malaikat-malaikat datang untuk menyampaikan berkat-berkat Tuhan kepada kita. AMIN!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML