Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Jumat, 04 Januari 2013

Khotbah Minggu 06 Januari 2013



PEMIMPIN YANG ADIL DAN BENAR
Ev.  Mazmur 72:1-7, 11-14
72:1 Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
72:3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!
72:4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!
72:5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!
72:6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!
72:7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
72:11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
72:12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
72:13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
72:14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.

Pengantar
Ada beberapa tafsiran tentang nats ini, yaitu (1) Bahwa Mazmur ini adalah doa Salomo selaku raja Israel agar masa pemerintahannya ditandai keadilan, kebenaran, damai sejahtera, pembinasaan kejahatan, dan pembebasan orang yang tertindas dan miskin. (2) Bahwa Mazmur ini adalah doa seorang warga negara yang setia untuk Salomo, yang merindukan berkat Allah paling limpah bagi seorang raja dan/atau seorang raja yang muda (putra raja). Semua harapan bangsa itu disandarkan kepada raja ini, yang adalah wakil Allah. Gambaran tersebut sangat cocok untuk figure Salomo sebagai raja dan putera raja Daud, bahkan mungkin saja ditujukan kepeda lebih dari satu raja.
Namun yang jelas, sepanjang mazmur ini terdapat gambaran mengenai seorang raja / pemimpin yang ideal. Yaitu bersifat adil dan benar, dua sifat yang paling penting bagi seorang raja. Raja, dapat bertindak adil hanya berdasarkan pertimbangan yang dari Allah.
Raja identik dengan pemimpin, dan kita sering mendengar orang memperbincangkan, mendiskusikan mengenai pemimpin, baik tentang sikap dan perilakunya, maupun dalam kaitan dengan tugas/fungsi, kedudukan, dsb. Bahkan dalam doa syafaat kita sering mendoakan para pemimpin agar mereka memimpin dengan adil, benar dan jujur. Dalam konteks pemerintah, agar pemimpin itu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, terjamin keamananya. Banyak lagi harapan kepada seorang pemimpin.  Demikian pentingnya peranan seorang pemimpin sehingga selalu menjadi topik perbincangan di media maupun dalam lingkungan masyarakat. Setiap bangsa merindukan dan mengharapkan pemimpin ideal yaitu adil, benar, jujur dan berwibawa. Setiap harapan selalu digantungkan kepada seorang pemimpin. Dalam nats ini kita juga diberi gambaran tentang apa harapan dan doa umat / bangsa terhadap seorang pemimpin.


Keterangan
Ada beberapa hal penting dari figure seorang pemimpin yang diharapakan oleh pemazmur ini :

  • Ay. 1, Seorang pemimpin yang memelihara hukum dan keadilan. Dalam konteks ini pemazmur menyebut “hukum-Mu dan keadilanMu”. Hal ini menunjuk kepada hukum dan keadilan sejati yang berasal dari Allah, bukan sekedar hokum dan keadilan versi manusia.
  • Ay. 2, Seorang pemimpin yang tidak pilih bulu dalam menegakkan hukum. Pemimpin yang adil dan benar adalah yang menegakkan standar hukum dan keadilan yang sama kepada semua orang.  UUD 1945 juga menyebut tentang kedudukan yang sama dalam hukum´ sebagaimana disebutkan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Article 7 dari Deklarasi Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) juga menyebut bahwa  "All are equal before the law and are entitled without any discrimination to equal protection of the law". Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya banyak pihak yang concern terhadap hal ini, persoalannya adalah bahwa dalam pelaksanaannya tidak selalu sama dengan teorinya.
  • Ay. 3, Seorang pemimpin yang peduli dengan lingkungan, Pemimpin yang baik adalah yang mampu mengelola SDM (Sumber daya manusia) dan SDA (Sumber daya Alam) dengan maksimal dan untuk kepentingan bersama. UUD kita mengisyaratkan bahwa Sumber Day Alam (SDA) dikuasai oleh Negara untuk pergunakan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat (Pasal 33 UUD 1945). Pemimpin yang baik harus bisa menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana bukan hanya untuk kepentingan pihak tertentu, tetapi harus memberi kesekahteraan bagi orang banyak.
  • Ay. 4, Pemimpin yang baik akan memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas, peduli terhadap orang miskin, dan memberantas kejahatan dan ketidak adilan!. Apa yang dialami oleh sebagian gereja dan umat Tuhan pada saat ini, merupakan gambaran ketidak mampuan Pemerintah untuk berlaku adil bagi orang-orang  minoritas. Padahal pemimpin yang baik adalah yang mampu memberi keadilan kepada kaum tertindas oleh tirani, kepedulian terhadap pengentasan kemiskinan dan tekad untuk membersihkan Negara dari para pelaku kejahatan, koruptor, pemerasan, dll.
  • Ay. 5-7, Pemimpin yang adil dan benar pasti dicintai, dipuji dan didoakan oleh rakyatnya. Pemimpin yang adil, baik dan benar pasti membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Itu adalah impian setiap orang dari pemimpinnya, member kesejukan dan kedamaian serta kemakmuran.
  • Ay. 11-14, Pemimpin yang baik akan dihormati oleh bangsa-bangsa lain, bukan karena memerintah dengan tangan besi, tetapi justru karena memerintah dengan kelemah-lembutan, mengasihi orang-orang lemah, menghargai nyawa setiap orang, dan tidak toleransi kepada penindasan dan kekerasan. Kepemimpinan seperti ini dilandasi dasar “kasih” yang sejati. 1 Petrus 5:3 berkata “Janganlah bertindak sebagai penguasa terhadap mereka yang dipercayakan kepadamu, melainkan jadilah teladan untuk mereka” (Bd.Yehezkiel 22:25; Matius 20:25-27). Juga dalam Imamat 25:43 dikatakan “janganlah engkau memerintah dia dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu”. Itulah pemimpin sejati.


Penutup & Renungan
  • Kata kunci di dalam nats kita ini adalah kepemimpinan yang berlaku adil, jujur, serta peduli dan mau perpihak kepada mereka yang miskin, lemah dan yang tertindas, serta berani dengan tegas menghukum kejahatan.
  • Pemimpin bukan hanya raja atau kepala pemerintahan, kita semua adalah juga pemimpin dalam skala ruang lingkup kita masing-masing, oleh karena itu kita harus berlaku adil dan benar, peduli dan mau bertindak memberikan keberpihakan dan pertolongan kepada mereka yang lemah, miskin, dan teraniaya karena diperlakukan tidak adil. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah menjadi seorang pemimpin yang adil dan benar di tempat kita masing-masing? Teladanilah kepemimpinan Yesus, gembala yang baik. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML