Selamat datang di blog sederhana ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua

Sabtu, 15 September 2012

Khotbah Minggu 16 Sep 2012



YESUS ADALAH MESIAS

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.

Pengantar

Kata "Mesias" dalam bahasa Ibrani adalah MASYIAKH dari kata  MASYAKH, dan bahasa Arab 'MASIH', artinya "YANG DIURAPI. Mesias dalam arti umum, adalah gelar yang diberikan kepada raja-raja Israel, juga kepada para imam-imam. Kata "Sang Mesias" (Ibrani, HAMASYIAKH) adalah HAMOSHIA' (Sang Penyelamat) atau "MOSYA'AH" (keselamatan). Kedua kata ini sering digunakan bersama-sama, yang diurapi (misalnya raja Israel) dikatakan akan "menyelamatkan" umatnya. (bnd. 1 Sam 9:16). "Yang Kuurapi" adalah dasar dari gelar Mesias; tapi penggunaannya dalam PL adalah umum, terutama bagi raja-raja yang diurapi oleh Allah (misalnya Saul dan Daud).
Namun Mesias yang dijanjikan, bukanlah raja-raja Israel yang sudah ada. Mesias yang dinubuatkan dalam Alkitab jelas seorang yang lahir dari kalangan Israel sendiri yang kebesarannya melebihi Daud, dimana dalam nubuat yang dituliskannya ini Daud menyebut Dia adalah Tuannya. (Maz.110:1).

Ada banyak sekali nubuat tentang Mesias dalam Perjanjian Lama. Misalnya di kitab Yesaya, Mazmur, dan lain-lain. Dalam pemahaman masyarakat Yahudi, mesias yang dijanjikan itu adalah Musa baru, seorang pemimpin besar bangsa Yahudi. Bagi bangsa Yahudi jelas bahwa Mesias itu dikaitkan dengan nasionalisme mereka sendiri. Perlu diketahui juga pada zaman Yesus, negara Israel sudah tidak ada lagi bahkan 10 suku Israel pun hilang. Kerajaan Yehuda/Israel sudah lenyap, oleh penjajahan Babel, Asyur, Makedonia, sampai dengan Romawi pada zaman Yesus.
Dalam pemahaman orang
Yahudi, Mesias yang dijanjikan itu, mereka berpikir harusnya sosok yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.                       Membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan (Romawi).
2.                       Mengumpulkan kembali bangsa Israel dari segala penjuru bumi.
3.                       Memimpin pada penyembahan pada Tuhan Allah yang benar.
4.                       Membawa era perdamaian.
5.                       Mendirikan kembali negara Israel.
Jadi bayangan orang Yahudi tentang sosok yang disebut Mesias itu harus seperti Musa dalam kepemimpinannya, secara spiritual dan juga kenegarawanannya. Mesias haruslah menjadi sosok yang lebih besar dari Musa sebagai pembebas, lebih besar dari Daud sebagai raja, lebih besar dari Harun sebagai imam, lebih besar dari Elia sebagai nabi, pendeknya, Mesias adalah manusia super dibanding semua manusia.
Nubuat-nubuat dalam PL mengenai Mesias secara unik tergenapi dalam diri Yesus Kristus. Ada ratusan nubuat mengenai hal ini, sehingga kemungkinan bahwa nubuat tersebut digenapi secara kebetulan pada satu orang biasa sangatlah bertentangan dengan hukum probabilitas. Beberapa dari nubuat tersebut sangatlah sulit digenapi, seolah-olah tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun yang hidup setelah abad pertama Masehi. Sebagai contoh, Yakub mengatakan, dalam : Kejadian 49:10 (TL) :Bahwa tongkat kerajaan itu tiada akan undur dari pada Yehuda dan pemberi hukumpun tidak dari antara kakinya, sehingga datanglah Silo, maka kepadanyalah segala bangsa akan menurut”. Nama Silo, adalah gelar untuk Mesias, dan nubuat menyatakan bahwa suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa di Israel, secara khusus menghasilkan raja-raja mereka, dari Raja Daud sampai Mesias datang. Nubuat sudah digenapi sebelum kehancuran Yehuda dan Yerusalem pada tahun 70 Masehi, ketika semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda. Silo artinya pembawa ketenangan/ damai. Yesaya menegaskan banwa Mesias yang dijanjikan itu adalah "Sang Raja Damai" (Yesaya 9:5). Janji akan datangnya Sang Mesias juga diberikan kepada Raja Daud, bahwa Mesias akan datang sebagai salah satu keturunannya, sebagai Raja abadi, seperti dikatakan Tuhan, "Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya" (2 Samuel 7:13). Yesaya mengatakan, "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai (yaitu ayah Daud), dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah".
Ini adalah "sebutan" yang lain lagi untuk Mesias, dan menunjukkan bahwa, bahkan setelah pohon keluarga Isai terputus, masih ada satu cabang (taruk) yang tumbuh dari tunggulnya. Ternyata cabang terakhir yang muncul dari silsilah ini akhirnya terbukti merupakan Mesias yang dijanjikan. Nubuat hadirnya Mesias dari keturunan Daud, digenapi secara unik dalam diri Yesus. Ayah angkatnya, Yusuf, adalah keturunan Daud melalui Salomo dan karenanya mempunyai hak atas tahta (Matius 1:1-16). IbuNya, Maria, juga keturunan Daud melalui Nathan, seperti dijelaskan dalam silsilah dalam Lukas 3:23-31.
Dalam Injil beberapa kali Yesus secara langsung dan tidak langsung menunjuk diriNya sebagai Mesias. Yesus mengajar murid-muridNya untuk mempercayai bahwa Dia-lah Mesias atau Kristus (artinya : Raja yang diurapi) yang datang dari Allah. (Lukas 7:22),  

Penjelasan

  • -          “Siapakah Yesus Kristus?” Itulah pertanyaan yang masih sering kita dengar, Bahkan sejak Yesus dating ke dunia ini, pertanyaan itu sudah ada. Mengapa? Sebab di satu sisi orang mengenal Yesus sebagai manusia normal, lahir dari anak dara Maria, ayahnya Yusuf tukang kayu di Nasaret, meruoakan garis keturunan Daud dari suku Jehuda. Yesus juga mengikuti sosialisasi dan enkulturasi budaya bangsa Yahudi, sama dengan anak-anak Yahudi umumnya menuju proses menjadi warga masyarakat Yahudi. Tetapi di sisi lain, orang tidak bisa memungkiri ada hal-hal istimewa dalam pribadi Yesus, sejak dia lahir, ketika umurnya 12 tahun Yesus sudah aktif berdiskusi dengan tokoh-tokoh agama Yahudi di Sinagoge, dan dengan bernai mengklaim dirinya Anak Allah, dengan berkata : "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Luk. 2:49). Selanjutnya Yesus melakukan berbagai muzijat dalam perjalanan pelayananNya. Semuanya itu membuat orang-orang ingin tahu dan bertanya “Siapakah sebenarnya orang ini….?”
  • -          Berbagai pihak menjawab pertanyaan tersebut dengan pikiran masing-masing, ada yang mengatakan Dia adalah Yohanes pembaptis, Elia, Jeremia dan mungkin Dia adalah seorang nabi. Bahkan pertanyaan itu bukan hanya oleh orang banyak, tetapi juga ada dalam pikiran para muridNya yang setiap hari bersama-sama dengan Dia.
  • -          Lalu, Siapakah Yesus itu sebenarnya? Menjawab Pertanyaan itu, Petrus menjawab “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!". Jawaban tersebut tentu saja tidak bisa muncul begitu saja dari pribadi Petrus, tetapi harus dengan tuntunan Roh Kudus, sebab dalam Mat 11:27, Yesus berkata bahwa :  Tidak seorang pun mengenal Anak, selain Bapa”. Itu sebabnya Yesus berkata "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”.
  • -          Itulah yang ingin ditegaskan Yesus kepada para muridNya bahwa pikiran dan harapan orang Yahudi tentang Mesias, sesungguhnya telah salah persepsi. Orang Yahudi membayangkan Kristus hadir sebagai Mesias politis, untuk mewujudkan kemerdekaan territorial dari penjajahan Roma. Tujuan yang terlalu sempit dari maka Mesianis yang sesungguhnya.
  • -          Nats ini mengingatkan kita, bahwa Allah melalui Roh Kudus lah yang memberi kita pengenalan yang benar tentang Yesus Kristus. Itulah yang yang dinyatakan dalam makna Pengakuan Iman Pasal ketiga : Aku percaya, bahwa aku tidak dapat dengan pikiran atau kekuatanku sendiri mempercayai Yesus Kristus, Tuhanku atau datang kepadaNya; tetapi Roh Kudus telah memanggil aku melalui Injil, menerangi hatiku dengan pemberianNya…”. Melalui Injil kita mengenal dan mengimani bahwa Kristus adalah Tuhan, Mesias yang diurapi, Anak Allah.
  • -          Gereja adalah tubuh Kristus di dunia ini, Sehubungan dengan itu, Yesus berkata kepada Petrus : “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya”. Ini merupakan perintah supaya murid-muridNya (dalam hal ini Petrus), membangun jemaat diatas dasar batu karang yang teguh. Tentang gereja / jemaat, Yesus menjanjikan bahwa alam maut tidak akan menguasainya. Pernyataan tersebut mengingatkan kita bahwa gereja tidak akan pernah kalah terhadap dunia ini dan Yesus menjamin masa depan gereja sampai akhir jaman.
  • -          Petrus menjadi orang pertama yang menyatakan bahwa Kristus adalah Mesias, maka dialah yang layak disebut sebagai batu karang, dasar gereja yang pertama dan lebih daripada itu Yesus menjanjikan :”Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.". Artinya, gereja berfungsi untuk menjadi alat keselamatan di dalam Yesus Kristus. Injil diberitakan lewat gereja, dan lewat pendengaran akan injil, banyak orang akan percaya dan beriman. Dan bagi orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Mesias,  pintu kerajaan sorga akan terbuka, sebaliknya bagi orang yang tidak percaya, pintu kerjaan sorga akan terkunci.

Penutup

  • -          Tidak ada keraguan lagi bagi kita untuk bersaksi bahwa “Yesus adalah Mesias, Yesus adalah Tuhan, dan Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Ringkot ma i ingotonta asa unang adong sian hita na tidak ambil peduli tu huria. Sai ado
  • -          Yesus adalah kepala gereja, sehingga jemaat harus mengimani dirinya sebagai bagian dari Tubuh Kristus. Dan gereja harus menjadi penerima kunci kerajaan sorga melalui aktifitasnya bersaksi, melayani dan bersekutu. Gereja adalah stasiun penginjilan, di mana setiap jemaat melihat dan memahami dirinya sebagai orang yang diutus, yang turut dalam pekerjaan Tuhan sehingga gerakan daya keselamatan dari Tuhan menjadi nyata dalam mayarakat yang pada gilirannya akan menimbulkan perubahan ke arah keadilan, kebenaran, kedamaian, kesembuhan dan lain sebagainya. AMIN


Sumber :
-          http://batumamak.blogspot.com/
-          wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HTML